Hidupku Sandiwaraku

Sebelum bercerita ijinkan aku memperkenalkan diri. Namaku Hesti T.M, sekarang usiaku menginjak 16 tahun dan duduk di bangku SMA di Tulungagung, Jatim. Aku lahir dari keluarga broken home, orang tuaku bercerai waktu aku masih kelas 5 SD.

Cerita curhat, hidupku sandiwaraku

hidupku sandiwaraku

Sejak orang tua bercerai aku ikut bersama ibu. Saat itu aku betul-betul merasa kehilangan sosok seorang ayah, terkadang aku juga kangen pelukan hangat seorang yang sangat berwibawa, pendek kata aku merasa sangat kesepian.

Cerita ini bermula ketika aku masih  duduk di bangku SMP. Saat itu di sekolah aku tidak memiliki prestasi apapun. Tubuhku juga terlalu gemuk dan membuatku tidak percaya diri dalam bergaul. Hal tersebut membuatku takut berkenalan dengan cowok.

Waktu itu aku punya teman cowok, dia sering bercerita tentang pacarnya yang cantik. Dia bahkan sering memperlihatkan foto-foto pacarnya itu. Aku lihat pacarnya memang cantik, namanya Dilla.

Dari situ tanpa sepengetahuan temanku itu, aku mulai menyimpan foto-foto Dilla. Awalnya aku hanya sekedar ingin mengaguminya saja dan tidak punya niat jahat sedikitpun. Tapi pada suatu hari, seorang teman memperkenalkanku dengan Facebook.

Aku betul-betul terpesona dengan facebook, aku merasa lebih percaya diri bergaul dan berkenalan dengan orang-orang melalui situs ini. Dan aku mulai mempunyai banyak teman, dari chating hingga tukeran nomor handphone.

Tapi aku malu memasang foto profil. Entah sudah berapa kali teman cowok di facebook meminta fotoku dan tidak pernah aku berikan. Aku takut, jika mereka tahu siapa aku yang sebenarnya mereka pasti akan pergi.

Baca juga cerita curhat lainnya:

Dari situlah niat jahat muncul di dalam hati. Aku mengirim foto Dilla kepada seorang teman facebook dan mengaku-aku sebagai dirinya. Melihat foto itu dia selalu memuji-muji aku cantik dan semakin rajin mengirim inbox atau mengajak chating.

Lalu aku memberanikan diri memasang foto Dilla menjadi foto profilku di Facebook. Dan sejak saat itu, semakin banyak cowok yang memujiku cantik dan meminta nomor hp untuk lebih kenal katanya. Dari situ aku merasa semakin banyak orang yang perhatian denganku.

Suatu hari aku mengenal seorang cowok yang sangat baik, dia mampu membuatku merasa nyaman, dan ternyata rumahnya tidak begitu jauh dari desaku. Aku mulai berbohong tentang riwayat hidupku, tujuanku untuk menarik simpatinya agar dia betul-betul menyukaiku.

Setelah lama berhubungan dengannya melalui chating, sms dan telponan akhirnya aku jujur dan memberitahu siapa aku sebenarnya. Bahwa semua foto yang dilihatnya itu adalah palsu. Awalnya aku takut tapi akhirnya lega karena dia bilang mau menerima aku apa adanya.

Akhirnya kami bertemu dan merajut cinta selama tiga tahun. Setelah tamat SMP aku lanjut sekolah di SMA yang tak jauh dari desaku. Hubunganku dengan pacarku putus nyambung dan aku mulai merasa kesepian lagi seperti dulu.

Sementara itu, aku juga mulai kehabisan stok foto Dilla, jadi aku membuat akun facebook baru yang aku beri nama Mayang. Sebagai foto profil, aku menggunakan foto seorang model asal Vietnam yang membuat mata semua lelaki terbelalak ingin mengenalku.

Di facebook palsu itu aku membuat sandiwara tentang riwayat hidupku. Aku bilang aku wanita karir,, yang pintar dan luas pergaulan. Aku menyukai facebook yang satu ini karena banyak sekali orang yang memberi komentar setiap aku membuat status atau mengupload foto.

Baca juga: Aku Merasa Hidup Ini Tidak Adil

Aku merasa banyak orang yang memberi perhatian kepadaku, meski aku tahu itu palsu tapi aku merasa sangat bahagia. Banyak sudah pria yang kujadikan pacar, yang kuberi janji manis tapi tak pernah bertemu muka di dunia nyata.

Suatu hari di malam yang hening aku merasa sangat bete.. aku sempatkan membalas inbox dari teman facebook, lalu ada seorang yang aku tawarkan untuk menelfon aku dan dia tidak menolak. Kami bicara sampai larut malam, mungkin dia merasa nyaman ngobrol dengan aku hingga akhirnya dia katakan cinta.

Dia selalu mengajak aku ketemu dan jalan bareng tapi aku tahu itu tidak akan terjadi karena semua ini hanya imajinsiku. Aku tak pernah nyata. Saat dia mengajakku keluar selalu banyak alasan hingga sampai 7 bulan lamanya aku belum juga bertemu dengannya.

Tapi cerita imajinasiku semakin tinggi, aku bercerita banyak masalah dalam keluargaku hingga aku harus pergi ke luar kota. Saat dia menelpon aku bilang aku gak bisa makan karna gak ada uang, lalu dia mengirimkan makanan. Awalnya aku menolak karena merasa tidak enak tapi waktu kiriman makanan datang dan Ibuku melihatnya dia hanya tersenyum manis yang membuat aku bahagia bisa membuat ibu senang.

Waktu terus berjalan, aku ingin membelikan sesuatu untuk ibu tapi karena aku masih sekolah dan belum kerja jadi aku tidak punya uang. Karena aku jahat aku bercerita pada orang yang baik tadi kalau aku mau balik ke jakarta dan bisa segera bertemu dengannya, tapi masalahnya aku gak punya uang karna tanggal gajian masih lama.

Karena dia tak sabar ingin ketemu aku akhirnya dia mentransfer ongkos untuk pulang. Dan uang itu aku berikan ke Ibu, aku lihat Ibu sangat senang. Aku semakin pandai berbohong, bukan hanya bohong ke teman facebook tapi juga bohong ke orang tua.

Ah jahatnya diriku. Pesanku buat orang yang pernah aku sakiti atau aku bohongi, maafin akuu ya…. buat ayahku yang ada di Lampung… akuu mintta maaf blum bsaa bahagiain kalian, cepat temui aku yaa…MAAF MAAF…MAAF.. MAAF.

***

Seperti diceritakan kawan Hesty ke redaksi ceritacurhat.com. Ingin curhat? tulis dan kirim cerita anda disini.

Posted by Hot & Panas - April 17, 2014 at 6:15 pm

Categories: Cerita Dewasa   Tags: ,

Asmara Di Tengah Rimba

Pada suatu liburan sekolah yang panjang, kami dari sebuah SLTA mengadakan pendakian gunung di Jawa Timur. Rombongan terdiri dari 5 laki-laki dan 5 wanita. Diantara rombongan itu satu guru wanita ( guru biologi) dan satu guru pria ( guru olah raga ). Acara liburan ini sebenarnya amat tidak didukung oleh cuaca. Soalnya, acara kami itu diadakan pada awal musim hujan. Tapi kami tidak sedikitpun gentar menghadapi ancaman cuaca itu. Ada yang sedikit mengganjal hati saya, yakni Ibu Guru Anisa ( saya memanggilnya Anisa ) yang terkenal galak dan judes itu dan anti cowok ! denger-denger dia itu lesbi. Ada yang bilang dia patah hati dari pacarnya dan kini sok anti cowok. Bu Anis usianya belum 30 tahun, sarjana, cantik, tinggi, kulit kuning langsat, full press body. Sedangkan teman – teman cewek lainnya terdiri dari cewek-cewek bawel tapi cantik-cantik dan periang, cowoknya, terus terang saja, semuanya bandit asmara ! termasuk pak Martin guru olah raga kami itu.

Perjalanan menuju puncak gunung, mulai dari kumpul di sekolah hingga tiba di kaki gunung di pos penjagaan I kami lalui dengan riang gembira dan mulus-mulus saja. Seperti biasanya rombongan berangkat menuju ke sasaran melalui jalan setapak. Sampai tengah hari, kami mulai memasuki kawasan yang berhutan lebat dengan satwa liarnya, yang sebagian besar terdiri dari monyet-monyet liar dan galak. Menjelang sore, setelah rombongan istirahat sebentar untuk makan dan minum, kami berangkat lagi. Kata pak Martin sebentar lagi sampai ke tujuan. Saking lelahnya, rombongan mulai berkelompok dua-dua. Kebetulan aku berjalan paling belakang menemani si bawel Anisa dan disuruh membawa bawaannya lagi, berat juga sih, sebel pula! Sebentar-sebentar minta istirahat, bahkan sampai 10 menit, lima belas menit, dan dia benar-benar kecapean dan betisnya yang putih itu mulai membengkak.

Kami berangkat lagi, tapi celaka, rombongan di depan tidak nampak lagi, nah lo ?! Kami kebingungan sekali, bahkan berteriak memanggil-manggil mereka yang berjalan duluan. Tak ada sahutan sedikitpun, yang terdengar hanya raungan monyet-monyet liar, suara burung, bahkan sesekali auman harimau. Anisa sangat ketakutan dengan auman harimau itu. Akhirnya kami terus berjalan menuruti naluri saja. Rasa-rasanya jalan yang kami lalui itu benar, soalnya hanya ada satu jalan setapak yang biasa dilalui orang.

Sial bagi kami, kabut dengan tiba-tiba turun, udara dingin dan lembab, hari mulai gelap, hujan turun rintik-rintik. Anisa minta istirahat dan berteduh di sebuah pohon sangat besar. Hingga hari gelap kami tersasar dan belum bertemu dengan rombongan di depan. Akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di sebuah tepian batu cadas yang sedikit seperti goa.

Hujan semakin lebat dan kabut tebal sekali, udara menyengat ketulang sumsum dinginnya. Bajuku basah kuyup, demikian juga baju Anisa. Dia menggigil kedinginan. Sekejap saja hari menjadi gelap gulita, dengan tiupan angin kencang yang dingin. Kami tersesat di tengah hutan lebat.

Tanpa sadar Anisa saking kedinginan dia memeluk aku. “Maaf” katanya. Aku diam saja, bahkan dia minta aku memeluknya erat-erat agar hangat tubuhnya. Pelukan kami semakin erat, seiring dengan kencangnya deras hujan yang dingin. Jika aku tak salah, hampir tiga jam lamanya hujan turun, dan hampir tiga jam kami berpelukan menahan dingin.

Setelah hujan reda, kami membuka ransel masing-masing. Tujuan utamanya adalah mencari pakaian tebal, sebab jaket kami sudah basah kuyup. Seluruh pakaian bawaan Anisa basah kuyup, aku hanya punya satu jaket parasut di ransel. Anisa minta aku meminjamkan jakaetku. Aku setuju. Tapi apa yag terjadi ? wow…Anisa dalam suasana dingin itu membuka seluruh pakaiannya guna diganti dengan yang agak kering. Mulai dari jaket, T. Shirt nya, BH nya, wah aku melihat seluruh tubuh Anisa. Dia cuek saja, payudaranya nampak samar-samar dalam gelap itu. Tiba-tiba dia memelukku lagi.
“Dingin banget” katanya. “Terang dingin , habis kamu bugil begini” jawabku.
“Habis bagaimana? basah semua, tolong pakein aku jeketmu dong ?” pinta Anisa.
Aku memakaikan jaket parasut itu ketubuh Anisa. Tanganku bersentuhan dengan payudaranya, dan aku berguman
” Maaf Nisa ?”
“Enggak apa-apa ?!”: sahutnya.
Hatiku jadi enggak karuan, udara yang aku rasakan dingin mendadak jadi hangat, entah apa penyebabnya. Anisa merangkulku, “Dingin” katanya, aku peluk saja dia erat-erat. ” Hangat bu ?” tanyaku ” iya, hangat sekali, yang kenceng dong meluknya ” pintanya. Otomatis aku peluk erat-erat dan semakin erat.

Aneh bin ajaib, Anisa tampak sudah berkurang merasakan kedinginan malam itu, seperti aku juga. Dia meraba bibirku, aku reflex mencium bibir Anisa. Lalu aku menghindar. “Kenapa?” tanya Anisa
” Maaf Nisa ? ” Jawabku.
” Tidak apa-apa Rangga, kita dalam suasana seperti ini saling membutuhkan, dengan begini kita saling bernafsu, dengan nafsu itu membangkitkan panas dalam darah kita, dan bisa mengurangi rasa dingin yang menyengat.
Kembali kami berpelukan, berciuman, hingga tanpa sadar aku memegang payudaranya Anisa yang montok itu, dia diam saja, bahkan seperti meningkat nafsu birahinya. Tangannya secara reflek merogoh celanaku kedalam hingga masuk dan memegang penisku. Kami masih berciuman, tangan Anisa melakukan gerakan seperti mengocok-ngocok ‘Mr. Penny’ku. Tanganku mulai merogoh ‘Ms. Veggy’nya Anisa, astaga ! dia rupanya sudah melepas celana dalamnya sedari tadi. Karena remang-remang aku sampai tak melihatnya. ‘Ms. Veggy’nya hangat sekali bagian dalamnya, bulunya lebat.

Anisa sepontan melepas seluruh pakaiannya, dan meminta aku melepas pula . Aku tanpa basa basi lagi langsung bugil. Kami bergumul diatas semak-semak, kami melakukan hubungan badan ditengah gelap gulita itu. Kami saling ganti posisi, Anisa meminta aku dibawah, dia diatas. Astaga, goyangnya!! Pengalaman banget dia ? kan belum kawin ?
” Kamu kuat ya?” bisiknya mesra.
” Lumayan sayang ?!” sahutku setengah berbisik.
” Biasa main dimana ?” tanyanya
“Ada apa sayang?” tanyaku kembali.
” Akh enggak” jawabnya sambil melepas ‘Ms. Veggy’nya dari ‘Mr. Penny’ku, dan dengan cekatan dia mengisap dan menjilati ‘Mr. Penny’ku tanpa rasa jijik sedikitpun. Anisa meminta agar aku mengisap payudaranya, lalu menekan kepalaku dan menuntunnya ke arah ‘Ms. Veggy’nya. Aku jilati ‘Ms. Veggy’ itu tanpa rasa jijik pula. Tiba-tiba saja dia minta senggama lagi, lagi dan lagi, hingga aku ejakulasi.

Aku sempat bertanya, “Bagaimana jika kamu hamil ?”
” Don’t worry !” katanya. Dan setelah dia memebersihkan ‘Ms. Veggy’nya dari spermaku, dia merangkul aku lagi. Malam semakin larut, hujan sudah reda, bintang-bintang di langit mulai bersinar. Pada jam 12 tengah malam, bulan nampak bersinar terang benderang. Paras Anisa tampak anggun dan cantik sekali. Kami ngobrol ngalor-ngidul, soal kondom, soal sekolah, soal nasib guru, dsb. Setelah ngobrol sekian jam, tepat pukul 3 malam, Anisa minta bersetubuh denganku lagi, katanya nikmat sekali ‘Mr. Penny’ku. Aku semakin bingung, dari mana dia tahu macam-macam rasa ‘Mr. Penny’, dia kan belum nikah ? tidak punya pacar ? kata orang dia lesbi.

Aku menuruti permintaan Anisa. Dia menggagahi aku, lalu meminta aku melakukan pemanasan sex (foreplay). Mainan Anisa bukan main hebatnya, segala gaya dia lakukan. Kami tak peduli lagi dengan dinginnya malam, gatalnya semak-semak. Kami bergumul dan bergumul lagi. Anisa meraih tanganku dan menempelkan ke payudaranya. Dia minta agar aku meremas-remas payudaranya, lalu memainkan lubang ‘Ms. Veggy’nya dengan jariku, menjilati sekujur bagian dagu. Tak kalah pula dia mengocok-ngocok ‘Mr. Penny’ku yang sudah sangat tegang itu, lalu dijilatinya, dan dimasukkannya kelubang vaginanya, dan kami saling goyang menggoyang dan hingga kami saling mencapai klimaks kenikmatan, dan terkulai lemas.

Anisa minta agar aku tak usah lagi menyusul kelompok yang terpisah. Esoknya kami memutuskan untuk berkemah sendiri dan mencari lokasi yang tak akan mungkin dijangkau mereka. Kami mendapatkan tempat ditepi jurang terjal dan ada goa kecilnya, serta ada sungai yang bening, tapi rimbun dan nyaman. Romantis sekali tempat kami itu. Aku dan Anisa layaknya seperti Tarzan dan pacarnya di tengah hutan. Sebab seluruh baju yang kami bawa basah kuyup oleh hujan. Anisa hanya memakai selembar selayer yang dililitkan diseputar perut untuk menutupi kemaluannya. Aku telanjang bulat, karena baju kami sedang kami jemur ditepi sungai. Anisa dengan busana yang sangat minim itu membuat aku terangsang terus, demikian pula dia. Dalam hari-hari yang kami lalui kami hanya makan mi instant dan makanan kaleng.

Tepat sudah tiga hari kami ada ditempat terpencil itu. Hari terakhir, sepanjang hari kami hanya ngobrol dan bermesraan saja. Kami memutuskan esok pagi kami harus pulang. Di hari terakhir itu, kesmpatan kami pakai semaksimal mungkin. Di hari yang cerah itu, Anisa minta aku mandi bersama di sungai yang rimbun tertutup pohon-pohon besar. Kami mandi berendam, berpelukan, lalu bersenggama lagi. Anisa menuntun ‘Mr. Penny’ku masuk ke ‘Ms. Veggy’nya. Dan di menggoyangkan pinggulnya agar aku merasa nikmat. Aku demikian pula, semakin menekan ‘Mr. Penny’ku masuk kedalam ‘Ms. Veggy’nya.

Di atas batu yang ceper nan besar, Anisa membaringkan diri dengan posisi menantang, dia menguakkan selangkangngannya, ‘Ms. Veggy’nya terbuka lebar, disuruhnya aku menjilati bibir ‘Ms. Veggy’nya hingga klitoris bagian dalam yang ngjendol itu. Dia merasakan nikmat yang luar biasa, lalu disuruhnya aku memasukkan jari tengahku ke dalam lubang ‘Ms. Veggy’nya, dan menekannya dalam-dalam. Mata Anisa merem melek kenikmatan. Tak lama kemudian dia minta aku yang berbaring, ‘Mr. Penny’ku di elus-elus, diciumi, dijilati, lalu diisapnya dengan memainkan lidahnya, Anisa minta agar aku jangan ejakulasi dulu,
“Tahan ya ?” pintanya. ” Jangan dikeluarin lho ?!” pintanya lagi.
Lalu dia menghisap ‘Mr. Penny’ku dalam-dalam. Setelah dia enggak tahan, lalu dia naik diatasku dan memasukkan ‘Mr. Penny’ku di ‘Ms. Veggy’nya, wah, goyangnya hebat sekali, akhirnya dia yang kalah duluan. Anisa mencubiti aku, menjambak rambutku, rupanya dia ” keluar”, dan menjerit kenikmatan, lalu aku menyusul yang “keluar” dan oh,,,,oh…oh….muncratlah air maniku dilubang ‘Ms. Veggy’ Anisa.
“Jahat kamu ?!” kata Anisa seraya menatapku manja dan memukuli aku pelan dan mesra. Aku tersenyum saja. ” Jahat kamu Rangga, aku kalah terus sama kamu ” Ujarnya lagi. Kami sama-sama terkulai lemas diatas batu itu.

Esoknya kami sudah berangkat dari tempat yang tak akan terlupakan itu. Kami memadu janji, bahwa suatu saat nanti kami akan kembali ke tempat itu. Kami pulang dengan mengambil jalan ke desa terdekat dan pergi ke kota terdekat agar tidak bertemu dengan rombongan yang terpisah itu. Dari kota kecil itu kami pulang ke kota kami dengan menyewa Taxi, sepanjang jalan kami berpelukan terus di dalam Taxi. Tak sedikitpun waktu yang kami sia-siakan. Anisa menciumi pipiku, bibirku, lalu membisikkan kata
” Aku suka kamu ” Aku juga membalasnya dengan kalimat mesra yang tak kalah indahnya. Dalam dua jam perjalanan itu, tangan dan jari-jari Anisa tak henti-hentinya merogoh celana dalamku, dan memegangi ‘Mr. Penny’ku. Dia tahu aku ejakulasi di dalam celana, bahkan Anisa tetap mengocok-ngocoknya. Aku terus memeluk dia, pak Supir tak ku ijinkan menoleh kami kebelakang, dia setuju saja. Sudah tiga kali aku ” keluar” karena tangan Anisa selalu memainkan ‘Mr. Penny’ku sepanjang perjalanan di Taxi itu.
” Aku lemas sayang ?!” bisikku mesra
” Biarin !” Bisiknya mesra sekali. ” Aku suka kok !” Bisiknya lagi.
Tidak mau ketinggalan aku merogoh celana olah raga yang dipakai Anisa. Astaga, dia tidak pakai celana dalam. Ketika jari-jari tanganku menyolok ‘Ms. Veggy’nya, dia tersenyum, bulunya ku tarik-tarik, dia meringis, dan apa yang terjadi ? astaga lagi, Anisa sudah ‘keluar’ banyak, ‘Ms. Veggy’nya basah oleh semacam lendir, rupanya nafsunya tinggi sekali, becek banget. Tangan kami sama-sama basah oleh cairan kemaluan. Ketika sampai di rumah Anisa, aku disuruhnya langsung pulang, enggak enak sama tetangga katanya. Dia menyodorkan uang dua lembar lima puluh ribuan, aku menolaknya, biar aku saja yang membayar Taxi itu. Lalu aku pulang.

Hari-hari berikutnya di sekolah, hubunganku dengan Anisa guru biologiku, nampak wajar-wajar saja dari luar. Tapi ada satu temanku yang curiga, demikian para guru. Hari-hari selanjutnya selalu bertemu ditempat-tempat khusus seperti hotel diluar kota, di pantai, bahkan pernah dalam suatu liburan kami ke Bali selama 12 hari.

Ketika aku sudah menyelesaikan studiku di SLTA, Anisa minta agar aku tak melupakan kenangan yang pernah kami ukir. Aku diajaknya ke sebuah Hotel disebuah kota, yah seperti perpisahan. Karena aku harus melanjutkan kuliah di Australia, menyusul kakakku. Alangkah sedihnya Anisa malam itu, dia nampak cantik, lembut dan mesra. Tak rela rasanya aku kehilangan Anisa. Kujelaskan semuanya, walau kita beda usia yang cukup mencolok, tapi aku mau menikah dengannya. Anisa memberikan cincin bermata berlian yang dipakainya kepada aku. Aku memberikan kalung emas bermata zamrud kepada Anisa. Cincin Anisa hanya mampu melingkar di kelingkingku, kalungku langsung dipakainya, setelah dikecupinya. Anisa berencana berhenti menjadi guru, “sakit rasanya” ujarnya kalau terus menjadi guru, karena kehilangan aku. Anisa akan melanjutkan S2 nya di USA, karena keluarganya ada disana. Setelah itu kami berpisah hingga sekian tahun, tanpa kontak lagi.

Pada suatu saat, ada surat undangan pernikahan datang ke Apartemenku, datangnya dari Dra. Anisa Maharani, MSC. Rupanya benar dia menyelesaikan S2 nya.Aku terbang ke Jakarta, karena resepsi itu diadakan di Jakarta disebuah hotel bintang lima. Aku datang bersama kakakku Rina dan Papa. Di pesta itu, ketika aku datang, Anisa tak tahan menahan emosinya, dia menghampiriku ditengah kerumunan orang banya itu dan memelukku erat-erat, lalu menangis sejadi-jadinya.
“Aku rindu kamu Rangga kekasihku, aku sayang kamu, sekian tahun aku kehilangan kamu, andai saja laki-laki disampingku dipelaminan itu adalah kamu, alangkah bahagianya aku ” Kata Anisa lirih dan pelan sambil memelukku.
Kamu jadi perhatian para hadirin, Rina dan Papa saling tatap kebingungan. Ku usap airmata tulus Anisa. Kujelaskan aku sudah selesai S1 dan akan melanjutkan S2 di USA, dan aku berjanji akan membangun laboratorium yang kuberi nama Laboratorium “Anisa”. Dia setuju dan masih menenteskan air mata.

Setelah aku diperkenalkan dengan suaminya, aku minta pamit untuk pulang, akupun tak tahan dengan suasana yang mengharukan ini. Setelah lima tahun tak ada khabar lagi dari dia, aku sudah menikah dan punya anak wanita yang kuberi nama Anisa Maharani, persis nama Anisa. Ku kabari Anisa dan dia datang kerumahku di Bandung, dia juga membawa putranya yang diberi nama Rangga, cuma Rangga berbeda usia tiga tahun dengan Anisa putriku. Aku masih merasakan getaran-getaran aneh di hatiku, tatapan Anisa masih menantang dan panas, senyumnya masih menggoda. Kami sepakat untuk menjodohkan anak kami kelak, jika Tuhan mengijinkannya.

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

View full post on Cerita Panas

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Hot & Panas - April 16, 2014 at 11:39 pm

Categories: Uncategorized   Tags: , ,

Dilema Antara Isteri dan Orang Tua

Cerita cinta antara istri dan orang tuaSaya pria keturunan sunda (Garut) dan isteri saya Jawa. Dalam adat sunda seorang pria sunda kurang baik jika menikahi wanita keturunan Jawa. Agak kolot memang tapi orang tua dan keluarga selalu mewanti-wanti saya untuk menaati tradisi itu.

Saya yang terlanjur cinta kepada istri memberanikan diri melamarnya. Saya tahu orang tua saya kurang setuju meskipun pada akhirnya mereka merestui pernikahan kami. Sekarang setelah resmi menikah, saya dan istri tinggal menetap di Garut.

Sembilan bulan sudah saya menjalani bahtera rumah tangga, dan semuanya baik-baik saja. Kami hidup bahagia walaupun dengan penghasilan yang masih pas-pasan. Namun disaat saya beranikan diri untuk memulai merintis usaha dengan hasil pinjaman dari bank, nasib kami pun mulai berubah.

Dihari saya menerima uang dari bank, hari itu juga keluarga isteri saya dari Jawa memberi kabar bahwa mertua laki-laki saya sakit. Saya pun memutuskan untuk berangkat ke Jawa bersama istri membesuk bapak mertua. Sementara uang modal dari bank itu saya titipkan kepada orang tua saya.

Sebelum berangkat saya berpesan kepada istri kalau kita hanya akan tinggal satu minggu saja di sana. Namun keadaannya berubah, setelah sampai disana, isteri saya malah tidak mau kembali lagi pulang ke Garut, alasannya karena dia ingin merawat orangtuanya.

Baca juga cerita cinta menarik lainnya:

Saya pun bingung sementara saya meninggalkan hutang yang lumayan besar di Garut. Orang tua saya juga terus menghubungi saya menyuruh pulang dan melanjutkan usaha yang saya rintis.

Kebingungan saya bertambah karena saya tahu di kampung isteri saya ada mantan isteri pacar saya yang dulu merenggut keperawanan isteri saya. Tentu saya tidak ingin mengenalnya meskipun itu hanya untuk bertegur sapa.

Saya mencintai istri saya tapi saya juga perlu mengurus usaha saya di Garut. Apakah saya perlu bolak balik Garus ke kampung istri saya setiap minggu? Saya juga malu dengan orang tua saya yang dari awal memang tidak setuju saya menikah dengan istri saya.

Terimakasih kepada redaksi ceritacurhat.com yang telah memuat cerita ini.

***

Seperti dikisahkan kawan Taufik ke redaksi. Ingin curhat? tulis dan kirim cerita anda disini.

Posted by Hot & Panas -  at 6:16 pm

Categories: Cerita Dewasa   Tags: , , ,

A n g e l a

Aku punya seorang teman baik. Dia punya 2 orand adik perempuan. Yang paling kecil berumur 22 tahun. Namanya Angela, tingginya sekitar 170 cm, dengan badan yang langsing, sepasang kaki yang panjang, dan dada yang tidak terlalu besar. Wajahnya bagaikan bidadari dalam mimpi semua pria. Aku tidak menyangka dia akan menjadi secantik ini. Suatu hari aku ke rumah temanku utk berangkat ke kantor bersama. Ketika itu aku melihat Angela sedang sarapan di ruang makan sendirian.


Read more…

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Hot & Panas -  at 11:40 am

Categories: Cerita Seks Kiriman Pembaca   Tags:

Kumpulan Konsultasi SEX Dengan Dokter Boyke : Obat Kuat

Obat Kuat
Kepada yang terhormat Dokter Boyke, Saya selalu menyempatkan untuk membaca rubrik konsultasi seks Dokter Boyke di Suara Karya Minggu. Apakah obat kuat yang banyak dijual di toko obat maupun jalan-jalan bisa mempengaruhi orang berhubungan seks? Saya pernah mencoba pakai obat kuat dari China. Hasilnya, malah membuat jantung saya berdegup kencang ketika menghadapi pasangan saya. Obat kuat lainnya pernah saya coba, tetapi tidak memberi pengaruh apa-apa. Saya memang tidak punya kelainan seks. Tapi hanya ingin coba-coba. Apakah baik mengkonsumsi obat kuat sebelum berhubungan ? Apakah minuman ginseng, seperti Kuku Bima dan lain-lain memang baik diminum sebelum melakukan hubungan badan ? Terimakasih Supriyo / Bintaro Tangerang

Jawab:
Obat kuat atau yang dikenal dengan sebutan afrodisiak biasanya mengandung kafein dan vitamin untuk membuat tubuh menjadi lebih bugar. Beberapa obat kuat juga mengandung akar tumbuhtumbuhan / kulit tumbuh-tumbuhan (misalnya ginseng) yang dapat melancarkan sirkulasi darah. Afrodisiak yang mengandung kafein dapat membuat jantung menjadi berdebar-debar. Sebenarnya tidak perlu mengkonsumsi obat kuat agar seks hebat, karena dengan pola hidup sehat dan menjaga kebugaran tubuh, kemampuan seks akan tetap terjaga dengan baik. Apalagi jika Anda sendiri tidak mengalami gangguan seks. Kebiasaan mengkonsumsi obat kuat sebelum berhubungan seks dapat menimbulkan ketergantungan dan rasa kurang percaya diri jika tidak menggunakan obat tersebut.

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Hot & Panas - April 15, 2014 at 11:43 pm

Categories: Uncategorized   Tags: , , , , , ,

Terjebak nafsu sex dengan mbak Eni temanku

Kenalkan namaku Jon (nama samaran) usia 30th dari jogja,mempunyai hubungan asmara dan tentunya sex selama hampir 4 tahun dengan mbak eni. Mbak eni ini adalah tetangaku istri seorang pengusaha. Bodinya sungguh enak diliat dan setiap lelaki kalau melihatnya pasti ingin menidurinya. Cerita yg aku kirimkan ini adalah peristiwa yg benar2 terjadi pada diriku, dan mungkin pernah terjadi jg pada para pembaca.

Read more…

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Hot & Panas -  at 11:43 am

Categories: Cerita Seks Kiriman Pembaca   Tags:

jd ketagihan dh..@_@

Aku adalah seorang gadis lajang. Saat ini usiaku 24 tahun, anak ke-5 dari 5 bersaudara yang semuanya perempuan. Dengan tinggi badan 168 dengan berat tubuh 56 membuat orang menganggapku sebagai gadis yang seksi dan menggiurkan. Apalagi aku selalu menjaga kebugaran tubuhku dengan berlatih fitness secara rutin. Orang bilang wajahku cantik. Padahal aku merasa biasa saja. Mungkin ini karena kulitku yang putih dan mulus. Rambutku hitam lurus sebahu. Sebut saja namaku Anna. Aku saat ini sudah sarjana teknik (kata Bang Doel “Tukang Insinyur”.. Ha.. Ha.. Ha).


Read more…

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Hot & Panas - April 14, 2014 at 11:48 pm

Categories: Cerita Dewasa, Cerita Seks Affair, Cerita Seks Kiriman Pembaca, Cerita Seks Remaja, Cerita seks umum   Tags:

Next Page »