Nafsu Teman Sekantor.
Di tempatku bekerja ada karyawan baru, Dei namanya, masih cukup muda, atletis dan ganteng. Persis seperti cowok tipe ku. Dia ditempelkan denganku supaya aku bisa memberi dia orientasi. Walaupun dia lebih tua dari aku tapi dikantor itu aku kan lebih senior dalam hal masa kerja. Selama sebulan aku membantu dia untuk mengenal seluk beluk bisnis kantor sampai mengajak dia ke tempat beberapa klien besar. Setelah gajian pertama dia mengajakku ke ancol sehabis jam kerja, katanya mau nraktir aku yang sudah nemeni dia sebulan ini sampai dia sudah mengerti proses kerja di kantor.
Sehabis makan, aku ngobrol dengan Dei dimobilnya yang diparkir di tepi pantai. Karena hari itu malam selasa, maka suasananya sepi, nggak banyak mobil yang parkir di pantai itu. Kebetulan sekali kaca mobil Dei sangat gelap lapisannya, sehingga dari luar orang akan sukar ngintip ke dalam mobil. Mobil diparkir menghadap ke semak2 yang sangat rimbun sehingga dari kaca depanpun orang tidak dapat ngintip ke dalam mobil. Rupanya Dei memang mencari tempat strategis. Malam itu sekitar pukul 21.30, walaupun keadaan didalam mobil gelap, kami masih dapat memandang wajah masing2. “Nes, kamu kok ahli bener cari customer kakap, memangnya kamu kasi servis khusus ya” dia mulai membuka pembicaraan, ngomongnya memang selalu to the point. Aku sih gak terSinggung Dengan pertanyaannya. “Ah itu kan teknik menggaet order De’, jawabku. Ngomongnya akhirnya menjurus ke hal2 berbau sex.”Kamu sepertinya ahli ya untuk urusan servis nikmat ya Nes” tanyanya lagi. “Ah biasa saja”, jawabku. “Kamu sendiri juga ahli kan, udah nikah atau masih pacaran”. “Aku masih sendiri, menclok dari satu kembang ke kembang lain”, jawabnya. “Terus ke semua kembang kamu minta kenikmatan dong”, tanyaku lagi. “La iya lah, soalnya kalo dapet kan nikmat”, jawabnya. “Terus kamu dikasi”, tanyaku lebih lanjut. “Seringnya sih dikasih, Kalo aku minta ke kamu dikasih gak Sin? katanya sambil memelukku. Wajahnya Dengan sangat perlahan-lahan diDekatkan wajahku. Tanpa menunggu jawabanku, dia nekat mencium bibirku Dengan penuh napsu. Aku tidak menolak malah menyambut ciumannya, tangannya segera menyambar toketku dan diremas2nya Dengan gemas. “Nes, katanya lagi “aku pengen ng***** sama kamu”, katanya terus terang sambil terus meremes2 toketku. Kancing bajuku mulai dibukanya satu persatu, kemudian tangannya merogoh masuk kedalam braku. Toketku langsung diremesnya lagi, jari2nya kemudian memlintir pentilku. Aku menjadi terangsang karena ulahnya. “Ah, De kamu nakal ih”, kataku manja. “Tapi kamu suka kan diremes2 begini. Aku boleh pegang memiaw kamu ya Nes, udah kepengin nih aku”, katanya sambil membuka retsluiting celanaku. Dia tidak menunggu lampu hijau dari aku tapi langsung action saja. Aku membiarkan tindakannya. Celenaku malah diplorotkan sampe kepaha sehingga kelihatanlah CDku yang tipis dan minim. Dengan penuh napsu langsung tanggannya menerobos ke sela2 pahaku dan menggosok memiawku yang masih dilapisi CD. “Nes udah basah banget memiaw kamu, kamu udah napsu ya, jembut kamu lebat banget Nes, nggak heran napsu kamu besar, Kamu belum pernah di***** di mobil kan Nes, kita ng*****nya dimobil aja ya”, katanya lagi. Aku bingung apakah membiarkan dia meng*****i aku atau tidak, dalam hati sih aku kepengen di***** karena sudah cukup lama rasanya aku nggak ngerasain tongkol keluar masuk memiawku. Makanya aku membiarkan dia meraba seluruh tubuhku. Aku buka retsluiting celananya juga, menurunkan celananya, kemudian aku merogoh masuk CDnya, wow tongkolnya ternyata besar dan panjang, ngacengnya sudah keras sekali. “GeDe amat tongkolmu De”, kataku. “Emangnya kamu belum pernah ngerasain tongkol segeDe punyaku”, jawabnya bangga. “Gak segede tongkolmu”, jawabku terus terang. “Wah kalo gitu memiaw kamu masih sempit dong, cuma kelewatan tongkol yang kecil, malem ini asik dong kita ya. Kamu mau kan aku *****”, katanya sambil tertawa. tongkol Dei tergolong besar juga, keker, melengkung keatas dan urat-uratnya nonjol-nonjol. “Wah!… pasti cewek kamu ngejerit kalo kamu ***** dong”. “Iya, ngejerit keenakan. sebentar lagi kamu juga jerit2, cewek yang jembutnya lebat kaya kamu kan binal banget kalo lagi di*****”, jawabnya.
Singkat cerita, kami berdua pindah ke bangku belakang mobilnya. Baju dan celana ku dilepaskan dan dia langsung saja meremas2 kembali toketku. Nggak lama kemudian braku sudah dilepasnya. Dia mencium keningku, kemudian mataku. Aku terpejam menikmati ciuman dan remasannya ditoketku. Ciumannya turun ke hidungku, pipiku dan akhirnya mendarat di bibirku.
Nafasku mulai agak memburu, kami berdua terbenam dalam ciuman yang hangat. Dia mengarahkan
mulutnya ke leherku, ke pundak, lalu turun ke toketku yang sudah mengeras. Dia memainkan lidahnya dipentilku yang juga sudah mengeras, yang kiri dan kemudian yang kanan. “Aah De, enak”, kataku terengah karena napsuku yang sudah berkobar2. Dia terus menciumi pentilku, kemudian turun ke perutku dan menciumi puserku, aku selalu kegelian kalo puserku dicium. Sambil mencium puserku, tangannya nyelip ke balik CD mini ku dan meraba memiawku. otomatis pahaku mengangkang supaya dia mudah mengakses memiawku. “Nes, ni jembut, lebat amat,” katanya sambil mengelus2 jembutku. Kemudian jarinya terbenam dimemiawku dan terus mengilik2 itilku. “Nes memiawmu udah basah banget, kamu udah napsu sekali ya”, katanya. Aku tidak menjawab perkataannya hanya mengerang keenakan karena kilikan jarinya ke itilku makin cepat. Mulutnya kemudian menciumi jembutku dan kemudian lidahnya menggantikan fungsi jarinya mengilik itilku. Aku semakin tidak dapat menahan naspuku dan eranganku semakin keras. Dia langsung meremas kedua toketku dan memlintir2 pentilku. “De, aku udah pengen di*****, masukin dong tongkol kamu”, kataku minta. Lidahnya terus saja menjilati itilku sehingga kembali aku menDesah keenakan. “Ayo De, enak banget, padahal baru dijilat. Apalagi kalo disodok pake tongkol geDe kamu, lebih enak lagi, ayoo dong De aku udah gak tahan nih”, aku terus merengek2 minta segera di*****. Dia merebahkan senDeran bangku mobilnya sehingga aku menjadi berbaring, kakiku agak menekuk karena panjang mobilnya tidak mencukupi. Dia segera memposisikan dirinya keDekat kepalaku “Nes, aku pengen ngerasain dulu diemut sama kamu”, katanya sambil menDekatkan tongkolnya ke mulutku. Segera kugapai tongkolnya yang sudah ngaceng dan kumasukan tongkolnya yang besar dan melengkung kDealam mulutku. Langsung kuemut Dengan keras. Dia mendorong tongkolnya keluar masuk pelan ke mulutku sambil menDesis. Aku emut tongkolnya terus. “NEs diemut mulut kamu aja nikmatnya kaya begini, apalagi kalo diemut memiaw kamu ya”, katanya sambil mempercepat enjotan tongkolnya keluar masuk mulutku. “Nes, aku ngecret dimulut kamu ya”, katanya. “Jangan De, dimemiawku aja, aku udah pengen ngerasain tongkol kamu keluar masuk memiawku”, jawabku. Dia melepaskan semua pakaiannya dan kemudian menarik CDku sampe lepas, kami sudah bertelanjang bulat. Dia memposisikan tubuhnya diantara
kedua pahaku dan mengarahkan tongkol geDenya ke memiawku. Aku rasakan kepala tongkolnya mulai masuk perlahan, ditekannya lagi sedikit sehingga tongkolnya mulai menyeruak sDeikit2 ke dalam memiawku. Nikmat banget rasanya memiawku kegesek tongkolnya yang besar dan keras itu. Perlahan tapi pasti tongkolnya nancep makin dalam ke memiawku. Kurasakan memiawku udah mulai basah karena gesekan tongkolnya yang hampir masuk semua itu. Akhirnya dia menDesakkan tongkolnya
Dengan cepat dan tiba-tiba sehingga nancap semuanya di memiawku.”Sssshhhhh…..”, erangku sambil terpejam. Dia mulai mengenjot tongkolnya keluar masuk memiawku Dengan cepat dan keras.
Aku merasakan nikmat yang luar biasa. Aku mulai memundur-majukan pantatku, sebentar kuputar goyanganku kekiri, lalu kekanan, memutar, mengiringi enjotan tongkolnya di memiawku. Aku meremas rambutnya, sesekali badannya kupeluk erat2. Tubuhku dan dia berkeringat karena dalam ruangan mobil mulai panas, namun aku tidak perduli karena sedang merasakan nikmat. Dia terus mengenjotkan tongkolnya Dengan cepat dan keras. Aku merasa sudah mau nyampe, “De, cepetean ngenjotnya, lebih keras lagi, enak banget tongkolmu De”, Kakiku kuangkat ke atas melingkari pinggangnya sehingga rasanya tongkolnya nancep makin dalem di memiawku. Akhirnya
“De….. aahhhh”, kurasakan memiawku menegang dan mengejut-ngejut menjepit tongkolnya. “Nes, memiawmu nikmat bangetnya bisa ngempot, baru kali ini aku ngerasain empotan memiaw senikmat empotan kamu”, katanya sambil terus mengenjotkan tongkolnya sampe “Aaahhhhh…. gila…. ini nikmat sekali… “, dia menancapkan tongkolnya sedalam2nya ke memiawku dan ngecretlah pejunya.
Terasa pejunya muncrat beberapa kali dalam memiawku, pejunya muncrat banyak sekali. Aku terkulai lemes, kupeluk dia “Nes, enak banget ng***** sama kamu, rasanya beda sama cewek lainnya yang pernah ku*****i”, katanya. “Aku juga nikmat De, abis tongkol kamu geDe banget. Aku pengen lagi De, kita cari kamar yuk. Biasanya selain di mobil kamu ng*****nya dimana” ajakku. Dia langsung mencabut tongkolnya, mengambil tisu dan diberikannya kepadaku untuk mengelap memiaw dan keringetku. Diapun menyeka keringat dan tongkolnya Dengan tisu. Tisu bekasnya dibuang ke luar jenDela yang sudah dibuka sDeikit supaya hawan didalem mobil tidak terlalu panas. Kami memakai pakaian kembali dan dia membawaku ke motel diDekat pantai.
Sampe dimotel, aku langsung masuk ke kamarnya. Iseng aku hidupkan TVnya, ternyata motelnya menanyangkan film biru, perempuan Dengan wajah asia sedang nungging di***** sama bule. tongkol si bule yang besar dan panjang keluar masuk memiaw sicewek, dan ceweknya ber ah uh, seperti lazimnya film biru. Aku duduk di tempat tidur, napsu juga aku nonton filmnya, sementara dia sedang membereskan pembayaran sewa kamar. Kemudian dia duduk disebelahku di tempat tidur, ikut nonton. Aku merapatkan ke badannya, toketku sebelah kiri udah nempel di badannya. tongkolnya kuraba, ternyata sudah ngaceng lagi Dengan kerasnya. Dia membalas meremes toketku. Segera saja pakaianku dilepasnya semuanya. Langsung dia kembali meremes2 toketku sambil mencium bibirku. Aku berbaring ditempat tidur, dia mulai menciumi toketku dan menghisap pentilku. Tangan satunya menjalar kebawah dan mengkilik2 memiaw dan itilku. Aku merintih2 karena napsuku sudah naik lagi. Segera dia melepas pakaiannya sendiri dan berbaring disebelahku. tongkolnya yang sudah keras sekali kuremes2 dan kukocok2. Dia memutar badannya ke posisi 69 dan mulai menjilati memiaw dan itilku diantara pahaku yang sudah mengangkang lebar2. Jembutku dielus2nya sambil terus mengemut itilku. Aku sudah tidak dapat menahan napsuku yang sudah berkobar2. tongkolnya segera kuemut2. Akhirnya aku mengambil inisiatif menaiki badannya, menduduki tongkolnya sehingga tongkolnya kembali menyusup ke dalam memiawku, kutekan Dengan keras sehingga sebentar saja tongkolnya sudah nancep semuanya ke memiawku. Aku mulai mengenjot tongkolnya Dengan menaik-turunkan pantatku. tongkolnya keluar masuk memiawku seirama Dengan enjotan pantatku. Aku udah nggak tahan lagi, sehingga enjotanku makin cepet dan keras. Toketku diremas2nya, dan pentilku terkadang diemut2nya. “De, aku mau nyampe, enak banget tongkolmu De”, erangku dan akhirnya aku ambruk diatas badannya. Terasa memiawku kedutan meremes2 tongkolnya. Dia segera berguling sehingga aku telentang dibawahnya. Dia meneruskan permainan Dengan mengenjotkan tongkolnya keluar masuk Dengan cepat dan keras. Nikmat sekali, baru nyampe sudah dienjot Dengan keras. Dia terus saja mengenjot memiawku Dengan cepat dan keras, “Nes, tadi empotan memiawku kerasa banget Deh, lebih kerasa katimbang di mobil. Nikmat banget Deh Nes ng***** sama kamu”. Nggak lama lagi akhirnya dia pun hampir nyampe, “Nes keluarin sama2 ya, aku hampir ngecret nih”. Aku tidak menjawab, kakiku melingkari pinggangnya dan kuteken keras2 sehingga tongkolnya nancep dalem sekali di memiawku, sampai akhirnya aku bergetar karena nyampe lagi “De, nikmat banget, teken yang keras De”. Dia mengenjotkan tongkolnya sedalam2nya di memiawku dan melenguh “Nes, aku ngecret”. Terasa pejunya muncrat beberapa kali didalam memiawku. Oh nikmat banget rasanya, lemes banget badanku, aku memeluk dia erat2, dan dia akhirnya berbaring disebelahku, tongkolnya berlumuran peju dan cairan memiawku. “De, lemes banget Deh aku, ng***** sama kamu menguras tenaga ya”, kataku. “Ya udah, tidur aja dulu, nanti bangun tidur kita ng***** lagi”, jawabnya sambil memelukku. Karena lelah, aku tertidur dipelukannya.
Aku tidak tau berapa lama tertidur dipelukannya. Ketika aku terbangun, dia sedang memandangi wajahku yang masih ngantuk itu. “Nes, kamu cantik sekali kalo sedang tidur, sayangnya kamu bukan istriku ya”. “Enggak jadi istri tapi kan udah melayani napsunya kamu”, jawabku tersenyum. Dia bangun dan masuk kamar mandi, keluar dari kamar mandi, dia membawa gayung, sabun dan handuk. Dia mulai membersihkan memiawku yang belepotan pejunya dan lendirku sendiri. Setelah bersih, dia masuk ke kamar mandi lagi, terDengar suara air yang dibuang dan keran yang dibuka. Tak lama kemudian dia keluar dari kamar mandi membawa gayung yang tadi, lengkap Dengan sabun dan handuk. Rupanya dia mengganti air digayung. Dia duduk disebelahku dan mulai menyeka wajahku, terus kebawah, ke toketku, perutku, memiawku lagi, pahaku sampai ke telapak kakiku. Aku jadi merinding, apalagi ketika toket, puser, memiaw dan pahaku dielus2nya Dengan handuk basah. Apalagi ruangan dingin karena AC tetap menyala. Aku hanya terpejam saja, menahan gelinya usapan handuk. Selesainya dia berkata, “Gantian dong”. Aku segera membuang air yang ada digayung dan mengiSinya Dengan air yang baru. Aku kembali ke tempat tidur dan mulai mengelap wajah, leher, dada dan perutnya Dengan handuk basah. tongkolnya kukocock2 dan kepalanya kuemut2. “Enggak dilap malah diemut”, katanya. Aku tidak menjawab karena kepalaku sedang mengangguk2 sehingga tongkolnya keluar masuk di mulutku. Cukup lama aku mengemut tongkolnya, sampe pelan2 tongkolnya mulai mengeras lagi. Segera tongkolnya kukocok2 Dengan cepat sehingga ngaceng sempurna. “De,sudah siap tempur lagi nih tongkolmu”. Dia tidak menjawab, tapi segera memeluk dan mencium bibirku. Tangannya segera meremas2 toketku dan kemudian kembali mengilik2 itilku. Dia tau bahwa napsuku akan cepat berkobar kalo itilku dikilik2, dia benar – nggak lama kemudian aku sudah napsu kembali dan pengen segera di*****. “De, aku udah pengen ngerasain tongkolmu keluar masuk memiawku lagi, masukin dong”, aku merengek2. Dia akhirnya menaiki aku dan segera menancapkan tongkolnya ke memiawku. Nikmat banget rasanya ketika tongkolnya yang besar itu segera menyesaki memiawku karena sudah nancep semuanya kDealam memiawku. Dia mulai mengenjot tongkolnya keluar masuk memiawku Dengan cepat dan keras. Aku mulai mengerang2 keenakan. Pantatku bergerak kekiri dan kekanan mengimbangi enjotan tongkolnya. Toketku diremas2nya Dengan kedua tangannya, dia bertumpu Dengan sikutnya, hal ini menambah rangsangan buatku. “Akhhh… Oukkkhhh” seruku kenikmatan. Dia memelukku erat dan mempercepat enjotan tongkolnya, makin lama makin cepat dan keras. Aku tidak dapat menahan serangannya lagi, sehingga akhirnya aku melolong “De, aku nyampe lagi, nikmat banget ng***** sama kamu De”. memiawku terasa berDenyut2 meremas tongkolnya sehingga dia pun meringis keenakan “Aah Nes, empotan memiaw kamu kerasa banget. tongkolku kaya sedang diemut dan diremes. Empotanmu hebat banget Nes”. Dia mencabut tongkolnya dari memiawku, aku ditunggingkannya dan dia menancapkan tongkolnya ke memiawku Dengan keras, sekali enjot tongkolnya sudah masuk semua. Kemudian dia mulai lagi mengenjot memiawku dari belakang. Aku nelungkup ke bantal menahan rasa nikmat yang luar biasa ketika dienjot tongkolnya. Dia memegang pantatku sambil mengenjotkan tongkolnya Dengan cepat dan keras. Aku nggak tahan untuk nyampe lagi, luar biasa enjotannya yang begitu merangsang aku sehingga aku cepat sekali nyampe. “De aku mau nyampe lagi, aakh”, seruku dan aku ambruk ke tempat tidur. “Nes, kamu cepet banget nyampenya, aku belum kerasa mau ngecret”, katanya. “Abis tongkolmu enak banget De, kamum pinter banget ngenjotnya. TeruSin aja sampe kamu ngecret lagi dimemiawku”, jawabku. Dia menelentangkan ku dan segera dinaikinya tubuhku. tongkolnya kembali ambles dimemiawku dan dia mulai mengenjotkan keluar masuk Dengan cepat. Kalo ditekan, tongkolnya ambles semua di memiawku, ooh nikmat banget rasanya. Dia Dengan perkasa terus mengenjotkan tongkolnya keluar masuk. Setelah ngecret 2 kali dimemiawku, ternyata dia bisa bertahan lebih lama. Kadang tongkolnya dicabut dari memiawku, dan sebentar kemudian ditancepkannya kembali Dengan keras sehingga Dengan sekali sodok langsung nancep semuanya ke memiawku. “De, nikmat benget enjotanmu yang barusan, terus De, yang keras”, aku merintih2. Dia meneruskan cara enjotannya. Aku kembali berteriak2 keenakan. Aku menggoyangkan pinggulku kekiri dan kekanan,.ketika tongkolnya dicabut, pantatku refleks mengangkat keatas untuk mencegah tongkolnya lepas dari memiawku. Dia mengubah gaya enjotannya,sehabis menjotkan tongkolnya hingga masuk semua, dia menarik tongkolnya separuh beberapa kali kemudian digentakkanya kembali sehingga nancep kebagian paling dalam dari memiawku. “Aaakh De, makin lama di***** kamu makin nikmat rasanya, aku lemes banget De”, kataku kepayahan. Dia terus mempermainkan memiawku Dengan cara itu. Kemudian dia memelukku erat2, menciumi wajah dan bibirku. tongkolnya tidak dienjotkan karena sudah nancep dalam sekali, tetapi digerak2kan. Lebih nikmat lagi rasanya karena seakan2 tongkolnya sedang menggaruk2 memiawku. “De, pinter banget sih kamu kasih kenikmatan sama aku”, teriakku. Dia mulai lagi mengenjotkan tongkolnya keluar masuk Dengan keras dan cepat. Aku menggeliat2 keenakan sambil mengerang2. Aku membelitkan kakiku ke pinggangnya, supaya dia cuma bisa mengeluar-masukkan tongkolnya ke memiawku tanpa bisa mencabutnya. “Nes, aku udah mau ngecret”, akhirnya dia melenguh. Kakiku yang melingkar dipinggangnya kuturunkan, aku mengangkang selebar2nya karena aku yakin dia akan mengenjotkan tongkolnya lebih cepat dan keras lagi. Dia Dengan terengah2 terus mengenjot memiawku, sampai akhirnya “Nes, aku ngecret”. Terasa pejunya muncrat beberapa kali dalam memiawku, dan bersamaan Dengan itu akupun nyampe lagi “De, aakh nikmat banget malem ini, kamu luar biasa sekali sehingga aku nyampe 3 kali baru kamu ngecret”. memiawku terasa berDenyut2 meremas2 tongkolnya. Keringatku bercampur Dengan keringatnya yang membanjir walaupun AC dalam kamar menyala.Setelah Denyut jantung kembali normal, kami masuk kamar mandi dan membersihkan diri. “Kita istirahat saja ya Nes, besok baru pulang”. “iya De, aku lemes banget nih, tapi besok sebelum check out aku di***** lagi ya”
Ketika aku terbangun kembali, kulihat di sudah terbangun dan turun dari ranjang ke kamar mandi. “Nes, tidur aja lagi masih gelap diluar”. Aku melihat arloji, jam 5 lewat.Tetapi aku merasa lapar, mungkin karena semalam kerja keras Dengan dia ya. Dia kembali dari kamar mandi. “De, aku laper nih”, kataku. Dia tersenyum “Semalem kerja keras ya Nes”, “Iyalah, kamunya sih gak puas2 ng*****nya”, jawabku. “Tapi suka kan”, katanya lagi. “Suka banget, enak kok gak suka”, jawabku. Dia menelpon room service pesan makan pagi. Tidak lama kemudian, pesanannya datang. Aku segera masuk ke kamar mandi dan dia Dengan hanya balutan handuk menerima dan membayar pesanan makanan itu. Setelah itu, walaupun masih gelap segera makanan kusantap Dengan lahap. Sehabis makan aku masuk kekamar mandi membersihkan diri. “Sin, ngapain bebersih, kan sebentar lagi keringatan lagi”, katanya dari ranjang. Ketika keluar dari kamar mandi, dia sudah berbaring di ranjang sambil mengelus2 tongkolnya. Aku berbaring disebelahnya dan segera mengelus2 tongkolnya juga. Dia membiarkan aku mengelus2 tongkolnya, kuremas2 dan mulai kukocok2. Nggak lama kemudian tongkolnya mulai mengeras. Dia mulai mencium bibirku Dengan napsu, toketku pun diremas2nya Dengan gemas. Perlahan dia mulai menciumi toketku, pentilku menjadi sasaran emutannya, aku menDesah2 keenakan. “Terus De, enak”, erangku. Bibirnya terus menjelajah kebawah, ke memiawku. Pahaku dikangkangkannya, sehingga belahan memiawku menganga. Dia mulai menjilati memiawku yang sudah basah. Aku tambah melenguh2 ketika itilku menjadi sasaran jilatannya yang berikut. “De, enak banget, aku udah napsu De. Di***** dong”, pintaku. Dia tidak memperdulikan eranganku, malah itilku diemutnya, sementara tangannya terus meremas2 toketku dan memlintir2 pentilku. Rangsangan yang aku terima pagi buta itu makin besar sehingga akhirnya aku tidak dapat menahan diriku lagi, “De, aku nyampe De”. “Cepat banget Nes, belum di*****”, jawabnya. Aku terkulai lemas karena sudah nyampe, tongkolnya segera kuremas2 lagi. Dia kembali mencium bibirku Dengan ganas, aku menyambut ciumannya. Lidahku segera melilit lidahnya dan dia menghisap lidahku yang masuk kemulutnya. Toketku terus diremas2nya. “Nes, isep tongkolku dong”, pintanya, segera saja aku merubah posisi dan mulai menjilati tongkolnya yang sudah keras banget ngacengnya. Kepala tongkolnya mulai kuemut dan tak lama kemudian kepalaku mulai mengangguk2, mengeluar masukkan tongkolnya ke mulutku. Gilirannya yang melenguh, “Enak banget Nes”. memiawku yang berasa Dekat mulutnya kembali menjadi sasaran, Lidahnya segera menyerbu masuk dan mulai menjilat itilku lagi. Napsuku Dengan cepat berkobar kembali.
Aku direbahkannya dan tubuhnya langsung menindihku sembari menciumi bibirku. tongkolnya diarahkan hingga berada tepat di Depan mulut memiawku, digosok-gosokkannya tongkolnya di lipatan memiawku. SensaSinya sangat mengenakkan, aku memeluknya erat sekali sambil terus mengerang nikmat. memiawku semakin basah dan perlahan tongkolnya yang besar menDesak masuk ke dalam memiawku. Aku mengangkat kedua kakinya hingga selakanganku lebih terbuka lebar sehingga tongkolnya Dengan leluasa menerobos masuk memiawku. Aku mengeluh, “Aduh.., enak banget De”. Saat itu tongkolnya telah masuk semua, dia diam sejenak dan kemudian Dengan perlahan muali mengenjotkan tongkolnya keluar masuk, semakin lama semakin kencang hingga memasuki memiawku sampe mentok. Dia terus mengenjotkan tongkolnya Dengan penuh napsu sambil melumat habis bibirku dan meremas toketku yang mengeras. Ciumannya mulai turun ke leherku, aku menDesah kenikmatan. “De, aku hampir..” aku makin menDesah nggak karuan. Dia tidak memperdulikan eranganku, tongkolnya terus dienjotkan keluar masuk memiawku Dengan keras dan cepat. Aku terus menDesah Desah, sementara enjotan tongkolnya makin cepat saja kDealam memiawku. “De, aku mau lagi.. Ahh..”, rintihku. “Aku juga Nes..”, balasnya. Enjotannya dipercepat dan akhirnya pejunya muncrat memenuhi memiawku. Bersamaan Dengan itu, aku mengejang keenakan. Aku nyampe berbarengan Dengan dia. memiawku terasa berDenyut2 meremas2 tongkolnya. “Enak banget Nes”, erangnya. Aku dipeluknya sambil mencium keningku, tongkolnya masih tertanam di memiawku sampai mengecil Dengan sendirinya. Dia akhirnya mencabut tongkolnya. Ranjang telah sangat basah oleh cairan kami berdua. Lalu kami berdua kembali tidur sambil berpelukan beberapa lama. Ketika bangun, segera dia mengajakku membersihkan diri, berpakaian dan cek out, karena kita harus bekerja.
Incoming search terms:
- CERITA sex teman sekantor (157)
- cerita sex sekantor (87)
- cerita sex dengan teman sekantor (78)
- Cerita seks teman sekantor (60)
- cerita dewasa (43)
- ceritaseru 18tahun (40)
- cerita seks dengan teman sekantor (38)
- ceritaseru 18tahun blog (32)
- cer panas (29)
- cerita hot (28)
Related posts:








Ceritanya bagus n masuk akal. gw suka… cuma penggunaan kata kontol jadi begitu kurang konsentrasi alias kurang bisa dinikmati. mungkin pake kalimat kontol pasti lebih hot. (iwan Pekanbaru: 081371218498)
ceritanya bagus. cuma penggunaan kalimat kontol jadi tongkol buat konsentrasi brkurang. menggunakan kalimat kontol pasti lebih hot. ak suka. (Iwan Pekanbaru: 081371218498)
Wah, kontol ku juga besar n panjang lho… Klo mau aku kan jemput kamu di manapun… 081353538998
Enak bgt, kalo bs dgn aq di mobil teranoku.Dijamin puas.
Khusus cewe’, butuh aku 081514727617.
Gilaa. . . .
pa gk tkut d0sa tu. . . ??????
Brt0batLah kwand. . sblum ajal mnjemput Mu cZ siksa neraka tu lbh mnyakitkn dr apaPun yg da d dunia. . .
Ingt kwand. . .
Tu semua hnya knikmatn dunia yg s_sa’t,tngguLah akn azab dr ALL0H. . .
Brt0batLah dgn sngguh2 dgn TAUBATANNASUHHAa. . . . . . . . .
Gua suka yg MR”P” nya Big Size
Hub/sms gue ya khusus Pekan Baru
0852.6545.2370.
aq Fasya, aq HYPERSEX. pnjg kntOl 18cm, Lebar 4.5cm, Only Cwe n tante2. Serius SMS 0857 187 833 45. Dijamin Puas
khusus kediri n tlagung.buat ibu2 yg kesepian n butuh teman sms ke 085234830056.di jmn aman
q cowok ganteng cakep dr yogya cr istri serius siap nikah hub 087839218004
buat cwe n wnta di sby yg doyan hts, hub aq adryan, 081803142690
klo mau kamu ma ag aja biar puassssssssss!di jamin 100% halallllll…………!
Namax jg cer