aku dan my crew
Dalam 1 hari ini aku melakukan pemotretan di 4 tempat berbeda. Itu kulakukan karena banyaknya tawaran pemotretan yang aku terima. Aku ngga mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Tapi walaupun lelah,aku tetap menyempatkan untuk mencurahkan segalanya di sini.in my diary.
Pukul 8 pagi tadi aku melakukan pemotretan di Rumah Makan …………. (daerah kaliurang, Jogja.-maaf tidak aku sebutkan tempatnya). Karena di situ udaranya sejuk, aku merasa enjoy menjalani pemotretanku yang pertama di hari ini. Manajerku selalu terlihat sibuk menelepon sewaktu aku difoto. Ini untuk ke sekian kalinya aku foto nudist (foto telanjang). Awalnya aku grogi karena aku belum mengenal tempat itu dan fotografernya. Tapi lama – kelamaan aku ngrasa enjoy banget. Mungkin karena udaranya yang sejuk itu. Pemotretanku kali ini bertema “koki sexy”. Gimana ngga sexy coba…telanjang gitu…
Tapi di dalam foto – fotoku, seperti biasa, tidak memperlihatkan bagian terpentingku (miss V) secara terang – terangan. Melainkan selalu ada sesuatu yang menutupi, agar terkesan artistic, bukan pornografi.
Aku memakai celemek, penggorengan, piring, atau yang lainnya. Mas Ari (fotografer) selalu mengarahkan setiap pose ku. Maklum, aku belum professional. Lagipula aku masih grogi seperti aku tulis tadi. Mbak Lely (piñata riasku) selalu datang dan menebalkan polesannya di mukaku tiap dandananku terlihat kacau.
Tapi yang paling lucu adalah mas Lukman (penata pencahayaan) yang selalu memegang “adiknya tiap kali aku berpose. Hahaha…. “Horny ni ye….”’ejekku saat break.
“ya iyalah gimana ngga horny? Ditinggal istri sebulan.hwahahaha…..”,ejek mas Ary yang kemudian satu ruangan bergemuruh menertawakan mas Lukman. Mas Lukman sendiri cuma cengar – cengir aja.
“emang istrinya kerja dimana mas?” tanyaku
“ngga kerja, Cuma mengunjungi saudaranya yang sedang sakit di Sumatra”
“uda sebulan?” tanyaku lagi
“belum sih…baru 2 mingguan. Tapi emang rencan 1 bulan di sana”
“terus anak mas?”
“aku kan belum punya anak, mbak.” Jawabnya
“orang baru kawin belum ada 1 tahun dia. Jadi ya ‘cenggur’ deh sekarang” celetuk mas Rio (salah satu crew pembantu di sana)
“apa itu ‘cenggur’?” tanyaku
“ngaceng nganggur.hahaha…..” suara tawa kembali terdengar bergemuruh lagi. Aku hanya tersenyum.
Aku lihat mas Lukman kayaknya uda umur kepala 3 tapi kok baru nikah ya? Ah sudahlah…..
Kemudian aku mulai pemotretan lagi.
Sampai pukul 10.30 akhirnya pemotretan selesai. Rumah makan yang tadinya ditutup karena ada pemotretanku akhirnya dibuka lagi. Para pelayan yang tadi melihatku difoto sambil mupeng di pojok sana sudah kembali bekerja lagi. Aku kemudian menghampiri mas Lukman. Aku merasa ngga enak aja gara – gara aku tadi dia dicemooh teman – temannya.
“mas, maaf ya. Gara – gara aku tadi mas malah diketawain temen – temen mas.”
“ah ngga apa – apa. Udah biasa kok.”
“ya ngga gitu mas.aku ngrasa ngga enak aja.” Kataku sambil mengambil pakaianku (saat itu aku hanya menutup tubuhku dengan selimut)
“mbak firza udah sering difoto telanjang?”
“udah 8 kali ini mas. Kenapa?”
“ah ngga apa – apa. Bagus aja badannya. Hehehe….” Katanya sambil nyengir nunjukin gigi tonggosnya.
“makasih mas….mas sendiri udah sering fotografi nudist gini kan?”
“lumayan sering sih mbak. Tapi juju raja,biasanya aku ngga horny gini. Soalnya biasanya modelnya biasa aja. Sekarang modelnya cantik dan bodynya aduhai, siapa yang ngga ‘on’ coba?hahaha” ledeknya
“ah mas bisa aja”
“lho beneran mbak. Pelayan – pelayan di sana aja tadi pada ngiler liat mbak pose – pose gitu.”
“masa sih?ngga juga ah.”
“beneran….” Katanya
“yaudah bagus dong sekalian beramal. Hahaha…” kataku yang diiringi tawa mas Lukman juga.
“hmmm….mbak firza udah punya pacar?” aku kaget mas Lukman Tanya seperti itu.
“udah. Kenapa mas?”
“owh…Cuma Tanya aja kok mbak.” Sanggahnya
“eh mbak….?” katanya lagi sambil mengamati payudaraku yang saat itu agak terbuka karena selimutnya melorot.
“kenapa mas?” tanyaku sambil merapikan rambut
“selimutnya melorot.” Sambil menunjuk selimut yang aku lilitkan di tubuhku. Aku tersenyum dan tiba – tiba ada keinginan menggodanya.
“bantuin benerin dong mas. Masa’ dilihatin aja? Kan aku lagi benerin rambut.” Kataku. Tanpa berpikir panjang dia langsung memegang selimut putih yang terlilit di tubuhku. Aku kaget juga, ternyata dari tadi dia udah kepengin cari – cari kesempatan. Tapi aku diamkan aja waktu dia mengangkat selimutku pelan – pelan sambil curi – curi kesempatan menyenyuh payudaraku. Aku menahan senyum saja.
Kayaknya dia tambah horny karena sikapku yang biasa aja.
“udah mbak” katanya
“makasih ya mas” jawabku
“kalo melorot lagi bilang saya ya mbak.hahaha….” katanya sambil tertawa menunjukkan tonggosnya. Dia pun pergi membelakangiku
Aku tersenyum dan berpikir ngerjain dia lagi. Aku lepas selimut yang melilit di tubuhku. Aku telanjang total…. Tidak ada orang di sekitarku kecuali mas Lukman.
“mas, melorot lagi nih.”teriakku
Dia langsung balik badan dan membelalakan mata.
“aduh mbak firza ini ngga hati – hati. Aku kan jadi seneng. Hahaha….” Katanya sambil mendatangiku.
Dia mengambil selimut yang jatuh di bawahku sambil menatap lubang kemaluanku yang saat itu bersih tanpa ‘semak belukar’.
Kelihatannya dia mengerti kalau aku goda. Sambil memegang selimut dia berdiri dan mendekatkan wajahnya ke wajahku. Tingginya Cuma 160cm jadi masih tinggi aku. Aku cium nafasnya yang agak bau di depanku. Aku dengar suara desahan nafasnya yang menggebu. Tanpa basa – basi lagi mulut tonggosnya menyerbu bibirku dan melumatnya. Aku balas walau dengan perasaan jijik. Gimana ngga?ternyata bukan mulutnya aja yang bau. Badannya juga!
Dia mulai mencium turun ke leherku. Aku diam saja tanpa respon tapi juga tidak menolaknya. Sekali – sekali dicipok orang jelek pikirku.hahaha….
Saat dia sampai ke payudaraku aku menyudahinya. Aku sudah benar – benar ngga tahan sama bau badannya.
“kok udah mbak?tanggung nih”
“mandi dulu sana!” kataku sinis sambil berlalu
Lalu aku ambil selimut yang jatuh dibawahnya dan menuju kamar ganti
Itulah ceritaku di pemotretan pertama hari ini.
Incoming search terms:
- Cerita dewasa fotografer (21)
- cerita seks fotografer (18)
- cerita sex fotografer (17)
- cerita seks pemotretan (13)
- Cerita panas fotografer (12)
- Cerita ngentot fotografer (10)
- cerita ngentot saat pemotretan (8)
- cerita sex pemotretan (7)
- Cerita hot fotografer (7)
- www ceritasexdenganfotografer com (4)
No related posts.







