Adik Angkatanku, Pacarku, Selingkuhanku

Sy kuliah di salah satu PTN di Makassar. Sy termasuk mahasiswa angk.2000 yg pendiam & gak gaul. Tp semua berubah sejak sy masuk organisasi sekaligus panitia Ospek untuk maba angk.2002.

Wanita..yah wanita..disinilah awal petualangan sexku dengan wanita. Hubungan dengtan pacar 1ku (angk.2002) di kampus gak sukses, hanya 2 bulan hubungan kami bertahan (biasa..naluri lelaki,hehe..). Hilang 1 tumbuh 1000, beberapa wanita mencoba pdkt dengan sy baik dari angkatanku maupun angkatan yg lain. Lucunya sy pacaran lagi dengan angk.2002 yg ternyata teman segang pacar 1ku di kampus! but so far so good, gak ada masalah antara mereka berdua. Hubungan sy kali ini lebih berkesan daripada yg pertama, tp lagi2 karena keegoisan masing2 hubungan ini hanya bertahan 6 bulan.

Dalam kondisi sy sering labil seperti inilah sy selalu dapat motivasi dari adik angkatanku yg lain (lagi2 teman segang pacar 1 & 2ku di kampus). Sebutlah namanya Lina, dialah yg selalu dengan tulus jadi sandaran ketika sy lelah, jadi “t4 sampah” ketika sy curhat & banyak lagi pengobanannya untuk sy (anaknya ber******, item manis, cuby2 gitu deh & bodynya itu..wuih..!!). Kami sepakat untuk tetap jadi saudara apapun yg terjadi nantinya. Hingga akhirnya karena saling ketergantungan kami berdua gak dapat membohongi perasaan masing2. Kami sepakat pacaran walau resikonya sangat besar, terutama untuk dia (statusnya lagi tunangan sama pilihan ortunya, citra yg buruk di kampus sebagai wanit gampangan & kebetulan lagi “jalan” sama teman satu organisasiku).

1 Minggu hubungan kami berjalan, sebelum ke kampus sy biasa ajak dia kerumahku terlebih dahulu. Saat itu kami lagi nyantai nonton TV, tiduran sambil pelukan. Sy suruh dia buka ******nya agar gak kepanasan. Selang beberapa menit dia tertidur, sambil mukanya mengarah ke sy. Krn belum pengalaman, sy gak tau klo itu kode dari dia. Sepertinya dia mau dicium. Dengan deg2an sy coba cium dahinya dulu, keningnya, pipinya, hidungnya sampe akhirnya ke bibirnya”..cup..cup..”Setelah dua kali sy cium dia bereaksi membalas ciumanku. Sy gemetar, bingung, nafsu jadi satu. Tp te..te..p lan..jut! awalnya cuma ciuman biasa lama2 lidah kami mulai bermain. Sy isap lidahnya sruu..p..Muchh..Muach..dalam hati sy rasakan sensasi yg pertama kali sy rasakan krn cinta yg begitu membara sampai membuat kami berdua “terbakar”. Dengan posisi miring & kepala setengah terangkat untuk cium dia, sy mulai lingkarkan tangan & mengelus2 perutnya. Entah kenapa sy makin nekat meraba & mencium lehernya untuk merangsang dia seperti yg sy liat di film bokep”..ouh..sshhh…yach…”dia mendesis menerima rangsangan dari kakaknya yg paling dia sayang.

Saat sy rasa dia cukup terangsang, sambil tetap cium dia sy mulai buka kancing kemejanya satu per satu. Sampai akhirnya tangan ini cukup meraih payudaranya yg…alamak…kenceng & kenyal banget bro! tanpa ba bi bu lagi langsung aja sy terkam payudaranya sedang yg satunya sy remas2. “Ach..oouuhh…”lagi2 dia mendesah sambil gemetaran. Sekitar 5 menit cium & remasan itu berlangsung, dia sempat tersadar untuk gak melanjutkan hal itu denga berbagai alasan, walau akhirnya eh..malah dia mancing2 sy lagi dengan mencium leher sy berkali-kali “..cup…cup…cup…” sy tergoda & kembali pagutan bibir itu terjadi dan kali ini dia sendiri yg membuka bajunya sendiri. Kayaknya dia gak perduli lagi krn kepercayaannya yg tinggi dengan sy. “Much…ssshh..Ach..Kak…” suara2 kami mulai gak karuan. Yg bikin tambah horny krn kami lakukan itu di ruang keluarga rumahku. Tangan sy kembali bergerilya di leher & payudaranya, malah sy kemudian sy susupkan ke dalam celananya,”muuh..he..eh…dia menggigil merasakan mem*knya digerayangi. Apalagi saat sy mempermainkan klitorisnya,”ha..ah…ah…ah…” dia berasa di awang2. Pakaian kami satu per satu juga sudah lepas semua. Di saat dia sudah gak tahan dia menarikku untuk menindihnya, sambil membuka pahanya mempersilahkan “jagoanku” masuk ke lubang kewanitaannya. Tp entah kenapa (Malaikat sedang lewat kali ye!) sy kok gak tega meneruskannya, sy turun dari badannya sambil kami berpakaian kembali. Lalu kami berdiri, berpelukan, berciuman kembali & bersiap-siap ke kampus.

Malamnya sy susah tidur teringat terus kejadian pagi tadi hingga ada niat untuk mengulang kembali. Besoknya sy ajak dia lagi ke rumah, kembali di t4 & dengan cara yg sama, tp kali ini dia mulai berani memegang “jagoanku” juga dari luar Jeansku, dia mulai buka resletingnya & langsung mengocoknya “..slep…slep…slep…ouch..Lin..trus de…”, sembari trus mencium & tangan sy juga trus mempermainkan me**knya. Yah….saling peting gitu deh! Kami seperti berlomba untuk saling memuaskan. “Ke kamar yuk Kak” Lina mengingatkan, kami lalu pindah ke kamar & melanjutkan permainan tanganku di me**knya. “Humph..humph….nafasnya makin memburu, pinggulnya naik turun mencoba mengimbangi kocokan tanganku “ach..Kak…yach…yach…hu..uh..uh…” & pada akhirnya dia orgasme pertama kalinya. Sy lalu naik menindih badannya dan mulai menggenjotnya perlahan. Walau sudah gak perawan (dia pernah ML sama tunangannya), tp tetap saja rasanya sempit & seret banget waktu “jagoanku” sy masukin. Dasar sudah nafsu dia gak perduli walau sy tahu dia merasa sakit sedikit. Dia sendiri yg memaksakan agar “jagoanku” bisa masuk sedalam2nya. “Ugh..ugh…ho..oh…”dia trus mencoba sampai akhirnya “bless…sshhh…ha..ah…goyang donk kak!” aduh..Lin…ough…genjotanku makin kencang, begitupun goyangan pinggulnya. Walau posisinya di bawah tp dia gak mau pasif aja. Gak lama kemudian sy keluar (tp gak kasi keluar di dalam). Dia agak kecewa “kok cepet banget kak?” ujar Lina. Jujur, sy kurang rileks ML sama dia krn kepikiran banyak hal. Kata para pakar seks saat sedang ML harus dinikmati betul, jangan sampai ada beban pikiran & itulah yg menyebabkan sy cepat keluar. Tp untuk hari2 selanjutnya sy sudah mulai rileks & waktunyapun lebih lama saat ML.

Pernah waktu selesai ML, dia membersihkan badannya di kamar mandi. Sy pikir boleh juga nih lanjut di kamar mandi. Sy ketuk pintunya “Lin, buka donk mandi sama2 yu..k”. “Gak mau” jawab Lina, “ayolah KK mau masuk nih!”. Gak lama kemudian dia buka juga pintunya. Sy kembali buka baju & ikut menyabuni badannya. Sy lalu ke belakangnya sambil meremas payudaranya, “oh..yes..nikmat banget toketnya, diapun menikmati rangsanganku. Dia juga gak sadar lagi dengan perlakuanku, dia berbalik melingkarkan kedua tangannya ke atas punggunggku sambil mendorongku rapat ke dinding. Kembali kami berpagutan liar. Toketnya itu lho! seolah tangan ini gak pernah melewatkan 1 detik saja tanpa meremasnya. Kenceng, Kenyal, bulat bais, pokoke perfect deh bro!! Sedang tangan yg satu trus aja mengucek2 me**knya. “Muach..humpf…humpf…ouch…aow..Kak..trus Kak…hu..uh..uh…yach…!” gak tahan dengan suaranya, sekarang gantian dia yg sy balik badannya merapat ke dinding. Sy angkat satu kakinya untuk menopang di sisi dinding kamar mandi yg satu & satu tangannya juga menopang di sisi dinding yg lain. Sy coba tancapkan kon**ku kembali & kali ini mulus banget ya masuknya! Lancar abis & anget kali pas kon**ku sudah di dalam tem**knya. Serasa gak mau dilepasin selamanya krn terasa ada yg mijit dari dalam. Jadi sambil berdiri kami ML, sy maju mundur dia naik turun “..ough…hu..uh..” surga dunia bro! “eh..he..eh..yach..yach..ouh Lin”. “Kak..uh..enak sekali kak..hu..uh..yes…jangan berhenti dulu ya”. Sekitar 15 menit kami sama2 diujung kenikmatan. “Ach…sy mau keluar kak”, “iya kita sama2 ya kak! Yach…yach…yaa……..ch!! dengan erangan panjang kami sama2 oprgasme untuk yg kesekian kalinya.

selam 2 Minggu berturut2 tiada hari tanpa ML & semuanya dilakukan di rumahku saat ortuku lagi ke kantor dari Pagi ampe Siang. Bahkan tangan ini gak pernah lepas dari payudaranya saat makan siang bareng, nonton TV bareng, becanda bareng, nikmat banget deh toketnya itu!!

Tp harapan untuk bisa terus pacaran dan menikmati toketnya tinggal kenangan. Resiko yg sedari awal sy katakan tadi mulai menuntut pertanggung jawaban. Mulai dari tunangannya, ortunya, pacarnya (teman organisasiku) & lingkungan seolah gak merestui & menghalangi hubungan kami. Sy sich siap bertanggung jawab & berani menghadapi itu semua, tp kayaknya dia yg gak siap kehilangan banyak hal klo kami teruskan hubungan ini. Dengan segala pertimbangan hubungan kami berakhir dengan gak baik. Kami saling menyalahkan & dan membenci. Kami juga mulai merasakan hukum karma atas perbuatan “kotor” kami. Kuliah mulai ancur2an walau tetap kelar, keluarga jadi ribut trus, pertunangannya batal, dll. Dunia seperti menghukum perjalanan hidup kami masing2. Sampai tiba saatnya kami menyadari kesalahan kami & mulai saling memaafkan serta bisa menerima keadaan dengan ikhlas.

Sekarang hubungan kami jauh lebih baik dari sebelumnya, sy & dia emang lebih cocok jadi saudara. Kami jadi lebih kuat & lebih bisa berpikir positif dalam jalani hidup ke depan. Yg jelas pengalaman sex kami tak akan pernah terlupakan walau sudah beranak cucu nanti. Krn kami lakukan semuanya dengan cinta yg terselip diantara gundukan nafsu. Itu yg membuat semuanya jadi berkesan samapi kapanpun. Itu saja…….

Incoming search terms: