Suatu Hari di Singapura
Waktu itu saya hendak menyusul tante Inot dalam rangka kumpul-kumpul acara keluarga yang kebetulan tempatnya di Singapura. Kejadiannya ketika saya berkenalan dengan seorang wanita muda yang duduk disebelahku di pesawat dalam perjalanan menuju Singapura. Mbak Santi katanya namanya usianya sekitar 33 tahun tujuannya katanya sekedar ingin shopping tapi entah kenapa dianya menawarkan untuk shopping bareng. Gak ada teman shopping katanya. Tiba di Singapura dia menawarkanku untuk menginap di InterContinental Singapore katanya tempatnya cozy banget oke deh saya check in di deluxe room sama juga dengan mbak Santi pun bersebelahan kamar. Setelah selesai semuanya, kami berencana ke Plaza Singapura dengan menggunakan MRT (turun di stasiun Dhoby Ghout). Tujuan pertama adalah mencari Snoopy’s Place, restoran bertemakan Peanuts. Tapi setelah mencari-cari dan bertanya-tanya, ternyata resto itu sudah tutup setahun yang lalu. Yaahh….
Di lantai 6 Plaza Singapura ada Yamaha Music School. Mereka juga menjual alat musik dan buku-buku musik. Aku membeli buku piano Cole Porter. Setelah itu kita ke toko buku Times, niatnya mencari buku marketing mix keluaran Oxford, tapi tidak ada.
Sambil menunggu Deli, kita masuk Carrefour. Deli adalah guide saya hari itu, eh salah… maksudnya temanku di Citibank yang kebetulan bekerja di Singapore. Di Carrefour saya belanja travel bag karena salah satu koper kuncinya patah, terus beli converter untuk colokan kaki 3 supaya bisa nge-charge HP. Mahal juga nih… colokan gitu doang harganya S$6.Setelah ketemu Deli, kita makan siang di resto Thailand di daerah City Hall. UntukmenujuCity Hall kita naik bis. Asik juga… belum pernah naik bis di Singapore sih. Tinggal pakai EZLink aja, kartu yang sama dengan yang kita pakai untuk naik MRT.
Resto Thailand langganannya si Deli namanya Magic Wok Restaurant. Kita memesan nasi nanas, udang cereal, cah kailan + daging, dan sup tom yam. Sayangnya aku lupa gak ngambil gambar makanan kita, karena dah keburu laper. Makanannya cukup unik, enak dan lezat.
Meja tempat kita makan agak-agak mungil, piringnya jadi desak-desakan deh… Yang lucu… resto itu sempat memutar lagu Selingkuhnya-nya Kangen Band, jadi lupa kalo lagi gak di Indonesia.DariCity Hall kita kembali ke Orchard dengan naik MRT dan turun di stasiun Sommerset. Tujuan pertama di Orchard adalah toko buku musik yang ada di Meridien. Banyak banget orang di sepanjang jalan yang kita lalui. Menurut Deli, kalau weekend apalagi peak season seperti itu, kemungkinan untuk ketemu teman jauh lebih besar.
Ternyata toko buku musik yang dimaksud oleh Deli adalah Music Essentials, toko yang sama dengan yang aku lihat di Specialists’ Shopping Centre 5 tahun lalu, tempat membeli partitur Encore!. Music Essentials yang di Meridien jauh lebih besar, koleksinya juga jauh lebih banyak. Di situ kita beli buku piano Gershwin dan partitur piano untuk 6 tangan-1 piano (biar bisa dimainkan bareng-bareng ).Dari Music Essentials, kita ke Hereen Shopping Centre. Di situ ada HMV, toko CD yang konon kabarnya paling lengkap dan paling besar di Singapore (masa’ sih?). Yang jelas sih, pacarku Yessy sangat merekomendasikan. Ternyata… emang gede sih… ada 3 lantai. Lantai pertama berisi DVD dan CD-CD lagu yang lagu ngetop, lantai kedua berisi CD-CD Pop dan Rock, lantai ketiga yang unik, isinya lagu Asia, Jazz, dan lagu Klasik.
Pas kita mau keluar dari Hereen, HUJAN LEBAT!!! Wah… gimana dunk? Kata Deli memang akhir-akhir ini di Singapore sering hujan. Setelah terjebak beberapa lama, akhirnya kita ngafe dulu sambil menunggu hujan reda. Café Spinelli itu terletak di halamannya Hereen, tapi dinaungi canopy transparan, jadi gak kena hujan. Asik juga, kesannya kayak duduk di tengah hujan, sambil ngeliatin orang lain lalu lalang kehujanan. Hehe… tapi kalo sampai tiba-tiba hujannya jadi lebat banget dan disertai angin, kayaknya kita bakalan basah juga tuh…
Setelah hujan agak reda, kita pindah ke Takashimaya. Tujuannya adalah cari Kinokuniya. Kata Deli toko buku Kinokuniya itu terbesar di Asia Tenggara. Bukunya emang paling lengkap, buku marketing yang dicari ada di dalam list mereka, tapi stocknya habis. Akhirnya beli Kotler saja, lebih murah dari di Gramedia, karena ada discount.
Dari Kinokuniya kita pindah ke Giordano. Giordano di luar Indonesia (Singapore, China, Hongkong) harganya lebih murah dibandingkan dengan yang di Indonesia. Pembelinya… banyak orang Indonesia.
Dari Takashimaya kita nyebrang ke Wisma Atria… Wuah… bener-bener deh… lautan manusia! Di terowongan pejalan kakinya aja macet bok. Serasa ngantre di dufan.
Dari Wisma Atria kita langsung ke Borders di Wheelock. Borders juga toko buku yang lumayan gede. Tapi lagi-lagi dia gak punya koleksi buku marketing yang dicari. Interiornya dibuat sedemikian rupa jadi terasa cozy, rasanya betah gitu loh untuk berlama-lama di situ. Beda dengan Kinokuniya yang kesannya dingin. Di Borders ini kita ketemuan sama Selly, anak Citibank 97, temannya Deli. Lumayan lama juga kita di Borders.
Setelah itu kita keluar dan berpisah sama Selly dan Deli. Mereka mau ke Clarke Quay, sedangkan saya mau ke Hyatt untuk ketemu tante Inot.
Duile… nih hotel… pengamanannya melebihi paspampres-nya Indonesia. Perasaan pengamanan SBY ke Aula Barat dulu, pengamanannya gak segitunya deh. Kalo gak punya Guest Card atau undangan, kita sama sekali gak boleh masuk lobi. Alhasil tante Inot harus keluar sampai ke teras hotel untuk menemui kita.
Dari hotel Hyatt kita ke LuckyPlaza untuk belanja pernak-pernik oleh-oleh, sekalian makan malam. Setelah itu naik MRT dari stasiun Orchard sampai Douby Ghout, terus masuk Carrefour lagi untuk beli Eeyore dan permen coklat.
Duh, mulai pegel nih… kayaknya jetlag yang menumpuk dari pagi mulai terasa efeknya. Untung nggak ikutan Deli dan Selly ke Clarke Quay. Dari Carrefour kita naik MRT lagi sampai ke FarrerPark. Sampai di hotel kira-kira jam 10 malam.
Setelah itu saya masuk kamar dan siap-siap mau tidur, persiapan untuk perjalanan besok. Gak terasa… tau-tau sudah jam 10 malam gitu. Mau tidur gak bisa, pengennya sih ngobrol-ngobrol ama mbak Santi aja deh dan akupun bangkit berdiri untuk menuju kamarnya mbak Santi disebelah kamarku.
Sesampainya di kamar mbak Santi aku ketuk pintu kamarnya pelan-pelan. Tok tok tok mbak Santi……mbak mbak…. Tok tok tok
Siapa?
Aku Billy…
Terdengar bunyi pintu dibuka ceklek….. masuk Bil…
Lagi ngapain mbak? Kulihat kamar mbak Santi rapi
Lagi nonto HBO. Belum tidur toh?
Belum..ujarku sambil rebahan di sofa kamar
Mbak besok ke karoke yuk
Dimana? Tanya mbak Santi sambil minum jus mix fruits
Di KBOX daerah Orchard gimana? mau?
Boleh deh. Jawab mbak Santi menghampiriku dan duduk disebelahku.
Rencananya berapa hari di Singapore mbak?
Belum tau mungkin 1 mingguan.
Udah pernah ke Kuala Lumpur belum?
Belum mang kenapa? Tanya mbak Santi tak sadar bau wangi tubuhnya tercium olehku.
Ada minat ke sana?
Pake apa?
Gimana kalau Bis aja
Bis apa? Tanya mbak Santi serius
Sambil kujawab kulihat mbak Santi memakai pakaian tidur yang minim sehingga pahanya yang putih mulus jelas terlihat, tapi diperhatikan seperti itu mbak Santi kelihatan cuek aja.
Bis First Coach mbak jawabku, dari Novena Square, #02-33 238 Thomson Road, Singapore ke Kuala Lumpur Bulan Restu Sdn Bhd corner of Lengkok Abdullah & Jalan Kemuja off Jalan Bangsar, harga tiket: Daily S$30.00 (Singapore to KL) RM60.00 (Singapore to KL)
Yang laen ada Bill?
Ada nih mbak bis Aeroline Coach Service (Double Decker) dari Singapore Grand Copthorne Water Front Hotel ke Kuala Lumpur Corus Hotel, Jalan Ampang harga tiket S$47.00 waktu perjalanan kira-kira 5 jam.
yang laen?
Bis Nice ++ Bus Services (ada individual TV screensnya)
Dari Singapore(Copthorne Orchid hotel, 214 Dunearn Road) ke Old Railway Station Kuala Lumpur biaya tiket S$55.00
Mmm kayaknya enakan pake bis Nice aja deh Bill.
Sip lah, nanti kita cari waktu yang longgar aja deh. Oh ya Mbak Santi sebenarnya selain shoping tujuan mbak ke Singapura itu apa aja?
Sebenarnya sih aku juga mau jenguk papaku yang lagi sakit.
Dimana?
Rumah sakit St Mary.
Kalau denger rumah sakit St Mary jadi inget temenku ada yang pernah stress test disana.

Sambil menunjukan gambar ke mbak Santi aku sedikit menjelaskan ceritanya begini mbak gambar ini telah dipergunakan untuk mempelajari tingkat stress seseorang di Rumah Sakit St. Mary. Perhatikan baik2 kedua lumba2 yang meloncat dari dalam air, kedua lumba2 tersebut sangat identik. Katanya Para peneliti berkesimpulan bahwa orang2 yang stress berat akan MELIHAT perbedaan kedua lumba2 tersebut. Semakin jelas perbedaan yang tampak dari kedua lumba2 yang terlihat menandakan semakin stress orang tersebut.
Jadi, bila mbak melihat semakin jelas perbedaan kedua lumba2 tersebut, katanya disarankan, sebaiknya ambil segera tas, segera pulang, dan istirahat.
Ini beneran? Soalnya saya liatnya satu lumba2 satu sapi..tanya mbak Santi terlihat khawatir.
waaa stress berat tu mbak, bole pulang doonk…hehe gurauku sambil mencubit lengannya yang putih mulus.
kalau aku ngeliatnya yg satu kuda2 yg satu lumba2
mana yg bener nih? bingung jadinya..
Billy, Beneran kan satu lumba2 satu sapi?
waduu gimana jawab nya … jadi ga enak nih…..aku liat satu kuda satu lumba2..
yang bener apa nih?
Katanya yg bener dua2nya lumba2 mbak.
Oh begitu. Terlihat wajah mbak Santi kebingungan.
Ngomong2 mbak besok kita ke japanese buffet restaurant yg lumayan, enaknya di mana ya?
Mau cari yang halal juga nih Bill? kalau iya, denger2 ramen tan sekarang udah halal.
kalau gak, japanese resto yg di goodwood park hotel tuh di Suntec lantai 3, deket Toys R Us, ada restoran buffet Jepang yang lumayan enak. Dia lokasinya di paling ujung dari jejeran restoran yang ada restoran Turki itu juga… tapi ngga inget apa nama restorannya… tapi ngga ada sertifikat halalnya, jadi musti selektif pas lagi pilih-pilih makanannya…
Oh itu nama restorannya Kui Shin Bo. dan setahu saya itu Halal ya mbak. Udah cobain Sushi Don mbak? yg samping hotel rendezvous, deket dhoby gout, jalan ke arah hotel tsb, nah sampingnya. Halal & murah meriah juga. Alamat tepatnya liat map aza yach.
Serius halal ? sophia court. Kobe beef (wagyu), yg paling enak di whole japan, itu sapinya minum beer campur sake plus dipijetin segala. Itu kalo mau dibilang halal minumnya beer, dibilang haram tapi 100% sapi. Paling enak sih ke jepang aja kalo mau makan japanesse, karena based on emergengy condition, jadi bebas mau makan apa aja, hehe.. asal bukan babi (buta, jap.) beres. Kagak usah cari sertifikat segala. Mana jauh lebih manteb rasanya..he – he Soale seingatku ada sertifikasi nya, regardless opini temans ttg halal gimana lo yah. Harganya $1.90 yang paling murah, trus amex credit card disc 15% (kalo ndak sala lagi).
wah.. dah atau gampangnya aja dah.. kita ke sushi tei paragon ajah deh mbak.
ini ada lagi Bill, referensi nama restorannya “Kedai Ibu”, lokasinya di #$01-18 Tanjong Pagar Complex di 7 Keppel Road, itu loh gedung yang ada kantor Work Permit Division nya. Kalau yang suka ngurusin work permit buat pembantunya disini pasti tau.
Saya sendiri blum pernah coba maem di Kedai Ibu yang ngetoph ituh.
kalau mau nyobain besok?
ada juga nih Bill yang jual sate asli indonesia : 1 porsi $ 4 = bumbu kacang asli total 10 tusuk daging ayam halal, plus lontong, plus acar timun plus bawang merah plus bawang goreng.
Kalo bisa pesen dulu , jadi tinggal diambil. enak de …
Lokasi : 4 pebble lane , Singapore 437553 Behind CITY PLAZA, paya lebar.
MRT : Paya lebar , bisa ketemuan asal tentukan berapa porsi minimal 3 porsi
sebenernya lebih enak makan ditempat , karna langsung di panggang pake panggangan sate areng gitu lho.
Tersedia juga Baso sapi asli Halal (ada certificate) Baso sapi kuah lengkap dengan kikil dan daging tetelan, $ 4 / porsi buat cewe kecil boleh $ 3
Ntar nelp pesen sate & bakso buat makan malem hari Jumat.
Eh mbak atau kita makan makanan khas singapore ajah gimana? Yang halal dan cocok/masuk ke lidah kita2 org indo gitu?
makan stingray aja di laupasat, tuh di stall nya di belakangnya stall sate no 9, enak! ama cili crab nya juga not bad kalau mau halal dan enak ..
REX (nama lengkapnya lupa) – di prinsep st. nasi ayamnya enak .. chilli crab nya enak … char kway w/ mayonnaisenya enak!! – katong laksa – chili crab / crab bee-hoon – stingray atau kalau mau kita ke monggolian BBQ aja di park mall. lt 3.. no pork no lard.
Rex Mc Kenzie di Prinsep Street sbelah Dhoby Ghaut, Nasgor ikan bilisnya emang yahud. Udang serealnya juga patut dicoba. Sapo tahunya oke.
ada juga di deket Mesjid Kembangan Bill, persis samping Lor Marzuki. Ada Restoran Masakan Laut Chai Chee [bukan Kampong Chai Chee]. Kalo enggak ya ke Banquet aja yg bertebaran di mana2 atau Fork n Spoon di Toa Payoh Central samping HDB Hub.
Wisma food court?
Wah tempatnya bagus tuh. concept kaya SOGO terus nasi briyaninya kaya nasi kuning terus karna juga maybe target market orang indo, rasanya di sesuaikan gitu lho (apa perasaaan gue ya? )
Kalau kita mau main ke di seputaran Upper Bukit Timah, bisa coba Al-Ameen dan Al-Azhar, seberangnya Beauty World Centre. Makanannya mungkin lebih cocok untuk kita, terutama masakan Thai-nya. Sup tomyam nya yang benar-benar pedap… pedas dan sedap…
atau ke ke Banquet FoodCourt, ada di jurong point, raffles city pradiz center
atau kalau mau coba ke banquet aja, yg di Clifford Centre (MRT Raffles Place)
paling gede kayaknya, dan lumayan variasi makanannya (gak cuman nasi ‘padang’, nasi lemak & Prata
) tapi jangan pas jam makan siang kantor, penuhnya gile
LauPa Sat satenya halal2, kalo sea food ada satu stall di sebelah pojok kiri yg no pork no lard, dari raffles MRT sekitar 10 menit jalan kaki
Mbak saya mau apply dependant pass, ditolak ama company dengan seribu satu alasan. What next? bisa ndak kita apply dependant pass (dan berhasil), tanpa restu dari tempat saya bekerja?
Maksudnya mau apply DP untuk istri dan anak?
Sebenarnya mau kujawab untuk pacarku Yessi tapi aku biarkan aja mbak Santi menduga bahwa saya udah berkeluarga.
Kenapa company menolak? Apply DP untuk dependants memang harus lewat company. Mustinya dinegosiasikan sebelum nerima kerjaan, bahwa company mau ngurusin DP untuk istri dan anak.
apply PR juga. seharusnya company mau sponsor Dependant’s Pass (DP) buat family.
Karena kamu mau apply Dependan’t Pass, artinya kamu under Employment Pass (EP) kan? Nah kalau bener kamu under EP, seandainya kamu ingin berusaha memperoleh ijin tinggal buat spouse, alternatif yang nanti bisa kamu usahakan lagi adalah : Coba usahakan negosiasi lagi ke company untuk apply DP ke MOM, Diskusikan ke company bahwa semua biaya untuk apply DP biar kamu yang tanggung. – Kasih reason yang kuat, dan baik-baikin boss & HRD-nya.
Coba telp ke MOM tentang masalah kamu (telp xxxxxx), apakah bisa apply DP tanpa sponsor company. Mereka pasti tau jawaban pastinya.
Kalau kamu Employment Pass Q1 or di atasnya: Ke ICA, kamu coba sponsor visit pass buat ijin tinggal spouse. Kalau diapprove, spouse dapet visit pass dapet 6 bulan.
Ke ICA, spouse kamu coba apply visit pass buat cari kerja. Minta ijin tinggal buat cari kerja. Konsekwensi: spouse harus cari kerja. Kalau diapprove nanti spouse kamu dapet visit pass buat cari kerja selama 6 bulan (bisa di-extend).
Ke ICA, spouse kamu coba apply student pass buat sekolah. Ini untuk minta ijin tinggal buat sekolah. Konsekwensi: spouse harus sekolah. Untuk dapet student pass, spouse harus disponsori oleh sekolah yang dituju dan minta bantuan satu sponsor PR dari teman kamu.
Kalau kamu Employment Pass Q2 / S Pass: Minta bantuan ke teman kamu yang PR, lalu pinjam kartu PRnya, lalu: Ke ICA, dengan PR teman kamu, cobalah sponsor visit pass buat ijin tinggal spouse kamu. Kalau diapprove, spouse dapet visit pass dapet 3 bulan (untuk pertama kali). Biasanya tidak bisa di-extend lagi (tergantung officer), dan harus balik indo dulu. Untuk sponsorin kedua kali dan seterusnya, biasanya hanya bisa dikasih 2 s/d 4 minggu saja. Kalau kamu punya anak & memang ingin bersekolah di singapore: Sekolahkan anak di singapore pake StudentPass. Lalu anak kamu apply DP buat mama-nya (spouse kamu).
Kalian berdua coba apply PR, atau kamu dulu yang coba apply PR. Coba cek arrangement yang terbaik bagaimana.
Kalau spouse kamu masih punya visit-pass: Spouse mungkin bisa coba usahakan cari kerja, kalau dapet biar nanti dia bisa apply EmploymentPass sendiri.
Kalau visit-pass-nya spouse sudah habis: Bolak balik sing-johor-sing-indo-sing-batam-sing-johor-sing-indo-… dan seterusnya…
Ke ICA, coba usahakan terus diperpanjang sebelum keluar dari singapore, kalau nggak boleh baru pulang indo.
Kamu coba cari kerja baru / pindah kerja. Jangan lupa waktu negosiasi awal bilang kalo kamu perlu spouse untuk disponsor ijin tinggalnya. Biar nanti di company baru mau sponsor DP buat spouse kamu.
Kalau alternatif di atas sudah dicoba semua, saya juga nggak tau gimana lagi.
Dulu suami saya juga pernah. ngajuin DP buat saya sama anak, tapi kantonya nggak approve. trus coba2 apply PR buat satu keluarga langsung, nggak via kantor, eh malah di approve. nggak sampai 3 bulan apply dapet panggilan. coba dech cara kita.
emang bisa yah kalo ada EP trus apply PR tanpa sponsor dari kantor… tanyaku sambil menatap wajah mbak Santi yang terlihat lebih muda dari umurnya (hmm rupanya mungki mbak Santi ikut perawatan wajah pikirku)
biasanya harus kerja berapa lama dulu baru bisa apply PR.. bisa langsung, selama perusahaan mau ngisi halaman yg buat perusahaan itu, tapi ngeliat kasus ngelamar DP aja gak mau bantuin, kayaknya highly doubtfull tapi coba2 aja, siapa tau dikasih.
iya deh thanks mbak! Akhirnya kami kembali menonton TV dan lama-lama waktu sudah menuju pukul 11 malam secara tidak sadar mbak Santi sudah tertidur lelap dibahuku.
Incoming search terms:
- cerita ngentot ramean (5)
- tante minum peju (2)
- Ngentot tante madura (2)
- cerita mom masturbasi (1)
- kumpulan cerita dewasa tante minum peju (1)
- mom beuty cerita sex (1)
- Ngesek ramean (1)
- ngewe di singapur (1)
- www cerita sex hot di singapura (1)
- Www ceritasexsianghari com (1)
No related posts.







