Cerita Cewek Mandi Sambil Masturbasi
Hari ini aku libur, jadi bangunnya agak siang dari biasanya, apa lagi semalam aku tidur hampir dini hari karena asyik membuka mail box dan membalas email-email yang masuk. Ada seorang pembaca yang gentleman mengirimkan email padaku, isinya biasa-biasa saja dan sopan. Awalnya seperti email-email lain yang kubalas, selalu kucantumkan persyaratan yang kuinginkan bila mereka ingin melanjutkan berkenalan dan mengobrol denganku.Pembaca yang satu ini lain daripada yang lain karena tanpa banyak komentar, pada email berikutnya langsung dia memberikan persyaratan yang kuminta. Aku pun berbagi foto dan berkirim email dengannya. Terus terang simpatik sekali dia, hanya saja aku belum memiliki foto dan data lengkapnya. Tapi aneh! Aku kok tiba-tiba jadi penasaran dengannya, semoga orangnya sesuai dengan keinginanku. Pada emailnya yang terakhir dia menanyakan cara mengobati ikan yang perutnya buncit. Ha.. ha.. ha.., kan tidak semua dokter hewan bisa mengobati ikan. Kembali ke ceritaku, pagi ini ternyata kondisi rumahku kosong, kedua orang tua dan adikku entah pergi kemana. Hal ini biasa terjadi, mereka tidak mau mengganggu tidurku dan pergi mengunci rumah dari luar. Kami di rumah memang masing-masing memiliki kunci rumah sendiri-sendiri. Setelah membaca koran pagi sambil minum secangkir kopi, aku teruskan membaca koran di toilet kamar mandiku. Aku bermaksud buang hajat (Maaf! Aku berusaha menyampaikan apa yang kualami dengan apa adanya) sambil membaca koran. Pintu kamarku sengaja kubiarkan terbuka begitu saja, toh tidak ada orang lain di rumahku.
Kulepas kembali singlet yang baru kukenakan tadi sebelum keluar dari kamar, kulempar begitu saja, demikian pula dengan celana pendek longgar yang agak lebar di bagian bawahnya yang kupakai saat tidur. Kini aku sudah telanjang bulat tanpa sehelai pun benang yang menutupi tubuhku. Sejak kecil aku memang tidak suka dan tidak pernah menggunakan BH sehingga sampai saat ini di usiaku yang ke 28 aku tetap tidak memiliki satu pun BH untuk menutupi buah dadaku yang sintal dan ranum ini.
Aku terbiasa tidur bertelanjang dada dan seringkali bugil sambil memakai selimut tipis saja. Kalau semalam aku tidur hanya mengenakan celana pendek yang bentuknya seperti yang kuceritakan tadi, selain bentuknya yang mini, bahannya terbuat dari kain sutera tipis tembus pandang dengan karet elastis yang melingkar di pinggangku, sehingga bayangan bulu kemaluanku jelas dapat terlihat dari luar, karena di dalamnya aku sudah tanpa menggunakan apa-apa lagi untuk menutupi auratku, toh semua model CD-ku juga sexy dan mini sekali sehingga tidak ada fungsinya saat kupakai tidur, jadi sekalian saja tidak kupakai.
Selesai hajatku, kuletakkan koran yang kubaca tadi dan aku pun mandi. Kondisi kamar mandi dalam kamarku pun kubiarkan tetap terbuka sejak tadi hingga jika dari arah ruang tamu ada orang melongok kamarku yang pintunya terbuka pasti dapat melihat tubuh montokku di kamar mandi yang sedang mandi saat ini, namun aku tidak khawatir karena rumahku saat ini sedang kosong dan pintu depan dalam keadaan terkunci hingga aku tidak perlu khawatir ada orang yang tiba-tiba nyelonong masuk.
Kubasahi seluruh tubuhku di bawah shower kamar mandiku, rambutku pun kubasahi karena aku memang ingin keramas. Selesai keramas, kusabuni tubuhku dengan sabun cair, kugosok rata seluruh bagian tubuhku yang ramping dan sexy ini (Bukan GR lho! Karena memang demikianlah diriku). Tinggiku yang 170 centimeter termasuk cukup tinggi untuk ukuran seorang wanita, buah dadaku tidak terlalu besar, ukurannya normal sedang-sedang saja, bentuknya padat, puting susuku dan sekitarnya masih tampak ranum berwarna sedikit merah muda kecoklatan.
Pantatku sintal dan berisi, bagian depannya di bawah pusarku ditumbuhi bulu-bulu kemaluan yang halus, tumbuhnya rata rapi dan tidak terlalu panjang karena menempel di bawah pusarku menyeruak ke atas. Bulu-bulu kemaluanku hanya tumbuh di bagian atas kemaluanku, di sekitar vaginaku tetap bersih dan mulus. Kuusap dan kugosok dengan sabun cair tadi dengan rata, kujongkokkan sedikit tubuhku dan kuangkat sebelah kakiku bergantian dan kukangkangkan di atas bibir bathtub agar memudahkan tanganku menggosok dan membersihkan lipatan selangkanganku.
Tanganku yang satu lagi menggosok tubuhku bagian lain, kuelus-elus buah dadaku dengan lembut hingga terus terang menimbulkan rangsangan tersendiri bagiku. Libidoku tiba-tiba datang dan hasratku jadi memuncak, rasanya aku ingin berlama-lama menyabuni tubuhku, mataku yang lentik pun mulai sayu merem melek merasakan nikmatnya usapan tanganku sendiri hingga tanpa kusadari jariku kumasukkan ke dalam bibirku. Kuhisap telunjukku dan kukulum dengan mulutku yang mungil dan berbibir tipis, ada rasa sabun di lidahku hingga segera kuturunkan lagi jari-jariku ke bagian buah dadaku.
Kali ini bukan lagi belaian yang kulakukan, tapi aku sudah mulai melakukan remasan ke buah dadaku. Kupilin-pilin puting susuku dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjukku. Nikmat sekali rasanya, terlebih saat tanganku yang satu lagi tetap mengelus-elus selangkanganku. Saat jari-jariku mengenai bibir-bibir vaginaku, aku pun merasakan darah yang mengalir di tubuhku seakan mengalir lebih cepat daripada biasanya.
Aku sudah horny sekali, liang vaginaku sudah dibanjiri oleh lendir yang keluar dari dalam rahimku. Dapat kurasakan ada cairan lain di bibir vaginaku. Lalu jari-jariku kuarahkan ke klitorisku. Kutempelkan dan kugesek-gesek klitorisku dengan jariku sendiri hingga aku pun tak kuasa membendung gejolak dan hasratku yang semakin menggebu. Badanku meliuk bagaikan penari erotis yang biasa kulihat di BF, kedua kakiku pun tak kuasa lagi menopang tubuhku. Aku langsung terduduk di bagian atas bathtub, kukangkangkan pahaku dengan meletakkan kedua telapak kakiku di samping kiri dan kanan bibir bathtub.
Jari tengah dan telunjuk tangan kiriku kupakai untuk menyibak bibir vaginaku sambil menggesek-geseknya. Sementara jari tengah dan telunjuk tangan kananku aktif menggosok-gosok klitorisku, sekujur tubuhku masih dipenuhi oleh sabun cair yang kini sudah mulai berbaur dengan keringat dinginku yang mulai mengalir keluar, udara AC yang masuk dari kamar tidurku seakan tidak mampu menembus ke kamar mandiku.
Kualihkan jari tangan kananku ke arah lipatan vaginaku. Ujung jariku mengarah ke pintu masuk liang kenikmatanku, kusorongkan sedikit masuk ke dalam. Awalnya memang sedikit agak sulit masuk namun karena aku memang sudah benar-benar horny sehingga liang vaginaku juga sudah benar-benar basah oleh lendir yang licin hingga berikutnya jari-jariku dengan mudahnya menyeruak masuk ke dalam liang vaginaku. Kini jari tangan kiriku sudah tidak perlu lagi menyingkap bibir kemaluanku lagi hingga kualihkan tugasnya untuk menggesek-gesek klitorisku.
Kukocokkan jari tangan kananku keluar masuk liang vaginaku. Jari-jariku menyentuh dan menggesek-gesek dinding vaginaku bagian dalam, ujung-ujung jariku menyentuh benjolan sebesar ibu jari yang ada dan tumbuh di dalam liang vaginaku dan menghadap keluar. Kuangkat sedikit benjolan tadi dari bawah dengan jariku dan kugesekkan bagian bawahnya, punggung dan kepalaku jadi tersandar di dinding kamar mandi, seakan hendak pingsan rasanya.
Aku sudah benar-banar mencapai puncaknya untuk menuju klimaks saat ada sesuatu yang rasanya akan meledak keluar dari dalam rahimku, ini pertanda aku akan segera mencapai orgasme. Gesekan jari tangan kiri di klitorisku makin kupercepat lagi, demikian pula kocokan jari tangan kanan dalam vaginaku pun makin kupercepat pula. Untuk menyongsong orgasmeku yang segera tiba, pantatku bergetar hebat, kurasakan kedutan bibir vaginaku yang tiba-tiba mengencang menjepit jari-jariku yang masih berada di dalam liang senggamaku.
Bersamaan dengan itu aku merasakan sesekali ada semburan dari dalam yang keluar membasahi dinding vaginaku. Aku serasa sedang kencing namun yang mengalir keluar lebih kental berlendir, itulah cairan cintaku yang mengalir deras. Setelah diam sejenak meresapi apa yang baru saja terjadi, aku meneruskan mandi. Kubilas tubuhku dengan air melalui shower, di selangkanganku masih terasa cairan cintaku merembes keluar dari dalam liang vaginaku, mengalir turun melewati kedua belah pahaku.
Selesai mandi, kukeringkan badanku dengan handuk dan kukenakan kimono tipis bermotif kembang-kembang. Bentuk kimonoku ini cukup pendek ukurannya. Ujung bawahnya kurang lebih hanya sejengkal saja dari pangkal pahaku, kalau aku membungkuk pasti belahan pantatku akan tersembul keluar, demikian pula bila aku duduk saat mengenakan kimono ini pasti onggokan daging di pangkal pahaku juga akan mudah terlihat, karena memang kimono yang kukenakan ini bukan untuk digunakan di luar, fungsinya hanya bisa digunakan di kamar setelah selesai mandi agar tidak kedinginan saja. Aku keluar menuju lemari es mengambil air dingin. Aku merasakan haus sekali setelah melakukan aktifitas tadi. Selesai minum tiba-tiba ada orang yang menekan bel. Kulongok keluar ternyata ada satpam yang mengantar tagihan iuran RT. “Sebentar ya Pak”, seruku.
Kuambil uang di dompetku dan aku keluar menuju pintu pagar. Sambil kusodorkan uang, kuterima bukti pembayaran yang kuterima dari satpam tadi. Waktunya hanya sebentar saja namun cukup membuat satpam tadi terbengong-bengong heran menatap penampilanku. Rupanya tanpa kusadari, aku tadi keluar mengenakan kimono mini tadi. Bahan kainnya tipis sehingga saat kupakai menempel dengan ketat di kulitku yang memang belum kering betul saat kuhanduki tadi, apa lagi bagian depannya hanya ditutupkan begitu saja dan diikat dengan ikat pinggang tali yang terbuat dari bahan kain yang sama, dan ikatanku tadi juga asal-asalan saja sehingga bagian dadaku terbelah agak lebar, sehingga dari samping tepian buah dadaku yang putih mulus dapat terlihat dengan jelas secara hampir keseluruhan, hanya puting susuku saja yang tertutup.
Bagian bawahku rupanya juga tidak tertutup dengan rapi, selain ukurannya sudah pendek ke atas (mini), belahannya juga tidah rapat, kecuali di bagian yang terjepit oleh ikat pinggang kain tadi, sehingga rupanya saat aku berjalan melangkah keluar tadi belahan kimonoku bagian bawah tersingkap bergantian di kedua sisinya mengikuti irama langkahku. Berarti bagian ujung pangkal pahaku yang ditumbuhi bulu-bulu kemaluanku dapat terlihat dengan jelas oleh satpam tadi, pantas saja matanya melotot dan dia sempat terbengong-bengong saat melihatku keluar tadi. Persetan deh, pikirku, sudah telanjur mau apa lagi, ya mungkin itu rejeki satpam itu tadi.
Cerita Panas Terbaru:
Cerita masturbasi, cerita cewek masturbasi, cerita cewek, Cerita masturbasi cewek, cerita cewek mandi, cerita dewasa masturbasi, Cerita panas masturbasi, cewek masturbasi, Cerita gadis masturbasi, CERITA CEWEK MASTRUBASI
Cerita Seks Berhubungan:
Incoming search terms:
Categories: Uncategorized Tags: cerita, cewek, Mandi, Masturbasi, Sambil
Anak ABG SMA yang Nakal
Namaku adalah Andi (bukan nama yang sebenarnya), dan aku kuliah di salah satu universitas swasta di Bandung. Aku berasal dari luar daerah dan aku tinggal di kost. Aku pun termasuk orang yang berada, serta sangat menjalankan keagamaan yang kuat. Apalagi untuk mencoba narkoba atau segala macam, tidak deh. Kejadian ini bermula pada waktu kira-kira 4 bulan yang lalu. Tepatnya hari itu hari Selasa kira-kira jam 14:12, aku sendiri bingung hari itu beda sekali, karena hari itu terlihat mendung tapi tidak hujan-hujan. Teman satu
kostan-ku mengatakan kepadaku bahwa nanti temanya anak SMU akan datang ke kost ini, kebetulan temanku itu anak sekolahan juga dan hanya dia yang anak SMU di kost tersebut.
Setelah lama menunggu akhirnya orang yang ditunggu datang juga, kemudian temanku langsung mengajaknya ke tempat kamarku yang berada di lantai atas. Akhirnya aku dikenali sama perempuan tersebut, sebut saja namanya Ria. Lama-lama kami ngobrol akhirnya baru aku sadari bahwahari menjelang sore. Kami bertiga bersama dengan temanku nonton TV yang ada di kamarku. Lama-lama kemudian temanku pamitan mau pergi ke tempat temannya, katanya sih ada tugas.
Akhirnya singkat cerita kami berdua di tinggal berdua dengan Ria. Aku memang tergolong cowok yang keren, Tinggi 175 cm, dengan berat badan 62 kg, rambut gelombang tampang yang benar-benar cute, kata teman-teman sih. Ria hanya menatapku tanpa berkedip, akhirnya dia memberanikan diri untuk menggelitikku dan aku tidak tahu darimana dia mengetahui kelemahanku yang sangatvital itu kontan saja aku langsung kaget dan balik membalas serangan Ria yang terus menerus menggelitikiku. Lama kami bercanda-canda dan sambil tertawa, dan kemudian diam sejenak seperti ada yang lewat kami saling berpandang, kemudian tanpa kusadari Ria mencium bibirku dan aku hanya diam kaget bercampur bingung.
Akhirnya dilepaskannya lagi ciumannya yang ada di bibirku,
aku pun heran kenapa sih nih anak? pikirku dalam hati. Ria
pun kembali tidur-tiduran di kasur dan sambil menatapku
dengan mata yang uih… entah aku tidak tahu mata itu
seolah-olah ingin menerkamku. Akhirnya dia melumat kembali
bibirku dan kali ini kubalas lumatan bibirnya dengan
hisapan-hisapan kecil di bibir bawah dan atasnya. Lama
kami berciuman dan terus tanpa kusadari pintu kamar belum
tertutup, Ria pun memintaku agar menutup pintu kamarku,
entah angin apa aku hanya nurut saja tanpa banyak protes
untuk membantah kata-katanya.
Setelah aku menutup pintu kamar kost-ku Ria langsung
memelukku dari belakang dan mencumbuku habis-habisan.
Kemudian kurebahkan Ria di kasur dan kami saling berciuman
mesra, aku memberanikan diri untuk menyentuh buah dadanya
Ria yang kira-kira berukuran berapa ya…? 34 kali, aku
tidak tahu jelas tapi sepertinya begitu deh, karena baru
kali ini aku menuruni BH cewek. Dia mengenakan tengtop dan
memakai sweater kecil berwarna hitam. Aku menurunkan
tengtop-nya tanpa membuka kutangnya. Kulihat buah dada
tersebut… uih sepertinya empuk benar, biasanya aku
paling-paling lihat di BF dan sekarang itu benar-benar
terjadi di depan mataku saat ini.
Tanpa pikir panjang, kusedot saja buah dada Ria yang kanan dan yang kirinya aku pelintir-pelintir seperti mencari gelombang radio. Ria hanya mendesah, “Aaahhh… aaahhh… uuhhh…”Aku tidak menghiraukan gelagat Ria yang sepertinya benar-benar sedang bernafsu tinggi. Kemudian aku pun kepingin membuka tali BH tengtop-nya. Kusuruh Ria untuk jongkok dan kemudian baru aku melihat ke belakang Ria, untuk mencari resliting kutangnya. Akhirnya ketemu juga dan gundukan payudara tersebut lebih mencuat lagi karena Ria yang baru duduk di bangku SMU kelas 2 dengan paras yang aduhai sehingga pergumulan ini bisa terjadi. Dengan rakusnya kembali kulumat dada Ria yang tampak kembali mengeras, perlahan-lahan ciumanku pun turun ke bawah ke perut Ria dan aku melihat celana hitam Ria yang belum terbuka dan dia hanya telanjang dada.
Aku memberanikan diri untuk menurunkan celana panjang Ria, dan Ria pun membantu dengan mengangkat kedua pinggulnya. Ria pun tertawa dan berkata, “Hayo tidak bisa dibuka, soalnya Ria mempunyai celana pendek yang berwarna hitam satu lagi…” ejek Ria sambil tersenyum girang.Aku pun dengan cueknya menurunkanya kembali celana tersebut, dan kali ini barulah kelihatan celana dalam yang berwarna cream dan dipinggir-pinggirnya seperti ada motif bunga-bunga, aku pun menurunkanya kembali celana dalam milik Ria dan tampaklah kali ini Ria dalam keadaanbugil tanpa mengenakan apapun. Barulah aku melihat pemandangan yang benar-benar terjadi karena selama ini aku hanya berani berilusi dan nonton tidak pernah berbuat yang sebenarnya.
Aku pandangi dengan seksama kemaluan Ria dengan seksama yang sudah ditumbuhi bebuluan yang kira-kira panjangnya hanya 2 cm tapi sedikit, ingin rasanya mencium dan mengetahui aroma kemaluan Ria. Aku pun mencoba mencium perut Ria dan pusarnya perlahan tapi pasti, ketika hampir mengenai sasaran kemaluannya Ria pun menghindari dan mengatakan, “Jangan dicium memeknya akh.. geliii…” Ria
mengatakan sambil menutup rapat kedua selangkangannya.Yah, mau bagaimana lagi, langsung saja kutindih Ria, kucium-cium sambil tangan kiriku memegang kemaluan Ria dan berusaha memasukkanya ke dalam selangkangan Ria. Eh, Ria berontak iiihhh… ge.. li..” ujar Ria. Tahu-tahu Ria mendorong badanku dan terbaliklah keadaan sekarang, aku yang tadinya berada di atas kini berubah dan berganti aku yang berada di bawah, kuat sekali dorongan perempuan yang berbobot kira-kira 45 kg dengan tinggi 160 cm ini, pikirku dalam hati. “Eh… buka dong bajunya! masak sih Ria doang yang bugil Andinya tidak…?” ujar Ria sambil mencopotkanbaju kaos yang kukenakan dan aku lagi-lagi hanya diam dan menuruti apa yang Ria inginkan.
Setelah membuka baju kaosku, tangan kanan Ria masuk ke dalam celana pendekku dan bibirnya sambil melumat bibirku. Gila pikirku dalam hati, nih cewek kayaknya sdah berpengalaman dan dia lebih berpengalaman dariku.
Perlahan-lahan Ria mulai menurunkan celana pendekku dan muncullah kemaluanku yang besarnya minta ampun (kira-kira 22 cm). Dan Ria berdecak kagum dengan kejantananku, tanpa basa-basi Ria memegangnya dan membimbingnya untuk masuk ke dalam liang senggama miliknya Ria, langsung saja kutepis dan tidak jadi barang tersebut masuk ke lubang kemaluan Ria. “Eh, jangan dong kalau buat yang satu ini, soalnya gue belum pernah ngelakuinnya…” ujarku polos. “Ngapain kita udah bugil gini kalau kita tidak ngapa-ngapain, mendingan tadi kita tidak usah buka pakaian segala,” ujar Ria dengan nada tinggi.
Akhirnya aku diam dan aku hanya menempelkan kemaluanku di
permukaan kemaluan Ria tanpa memasukkanya. “Begini aja
ya…?” ujarku dengan nada polos. Ria hanya mengangguk dan
begitu terasanya kemaluanku bergesek di bibir kemaluan Ria
tanpa dimasukkan ke dalam lubang vaginanya milik Ria, aku
hanya memegang kedua buah pantat Ria yang montok dan
secara sembunyi-sembunyiaku menyentuh bibir kemaluan Ria,
lama kami hanya bergesekan dan tanpa kusadari akhirnya
kemaluanku masuk di dalam kemaluan Ria dan Ria
terus-terusan menggoyang pantatnya naik-turun.Aku kaget
dan bercampur dengan ketakutan yang luar bisa, karena
keperawanan dalam hal ML yang aku jaga selama ini akhirnya
hilang gara-gara anak SMU. Padahal sebelum-sebelumnya
sudah ada yang mau menawari juga dan dia masih perawan
lebih cantik lagi aku tolak dan sekarang hanya dengan anak
SMU perjakaku hilang.
Lama aku berpikir dan sedangkan Ria hanya naik-turun
menggoyangkan pentatnya semenjak aku melamun tadi, mungkin
dia tersenyum puas melihat apa yang baru dia lakukan
terhadapku. Yach, kepalang tanggung sudah masuk, lagi nasi
sudah jadi bubur akhirnya kugenjot juga pantatku
naik-turun secara berlawanan dengan yang dilakukan Ria,
dan bunyilah suara yang memecahkan keheningan, “Cplok..
cplok… cplok…” Ria mendesah kenikmatan karena
kocokanku yang kuat dilubang vaginanya. Lama kami berada
di posisi tersebut, yaitu aku di bawah dan dia di
atas.akhirnya aku mencoba mendesak Ria agar dia mau
mengganti posisi, tapi dorongan tangannya yang kuat
membatalkan niatku, tapi masa sih aku kalah sama cewek,
pikirku. Kudorong ia dengan sekuat tenagaku dan akhirnya
kami berada di posisi duduk dan kemaluanku tetap berdiri
kokoh tanpa dilepas. Ria tanpa diperintah menggerakkan
sendiri pantatnya, dan memang enak yah gituan, pikirku
dalam hati. Tapi sayang tidak perawan.
Akhirnya kudorong lagi Ria agar dia tiduran telentang dan
aku ingin sekali melihat kemaluanku yang besar membelah
selangkangan kemaluan Ria, makanya aku sambil memegang
batang kemaluanku menempelkannya di lubang kemaluan Ria
dan “Bless…” amblaslah semuanya. Kutekan dengan semangat
“45″ tentunya karena nasi sudah hancur. Kepalang tanggung
biarlah kuterima dosa ini, pikirku. Dengan ganasnya dan
cepat kuhentakkan kemaluanku keras-keras di lubang
kemaluan Ria dan kembali bunyi itu menerawang di ruangan
tersebut karena ternyata lubang kemaluan Ria telah banjir
dengan air pelumasnya disana, aku tidak tahu pasti apakah
itu spermanya Ria, apakah hanya pelumasnya saja? dan Ria
berkata,
“Loe.. udah keluar ya…?” ujarnya.
“Sembarangan gue belom keluar dari tadi..?” ujarku dengan
nada ketus.
Karena kupikir dia mengejekku karena mentang-mentang aku
baru pertama kali beginian seenaknya saja dia menyangka
aku keluar duluan. Akhirnya lama aku mencumbui Ria dan aku
ingin segera mencapai puncaknya.
Dengan cepat kukeluarkan kemaluanku dari lubang
kemaluannya dan kukeluarkan spermaku yang ada diperutnya
Ria, karena aku takut kalau aku keluarkan di dalam
vaginanya aku pikir dia akan hamil,kan berabe. Aku baru
sekali gituan sama orang yang yang tidak perawan malah
disuruh tanggung jawab lagi. Gimana kuliahku! Ria
tersenyum dengan puas atas kemenangannya menggodaku untuk
berbuat tidak senonoh terhadapnya. Huu, dasar nasib, dan
semenjak saat itu aku sudah mulai menghilangkan kebiasaaan
burukku yaitu onani, dan aku tidak mau lagi mengulang
perbuatan tersebut karena sebenarnya aku hanya mau
menyerahkannya untuk istriku seorang. Aku baru berusia 21
tahun saat ini. Aku nantikan keritik dan saran dengan apa
yang terjadi denganku saat inidan itu membuatku shock
Cerita Panas Terbaru:
abg nakal, cerita panas smu, cerita panas anak abg, anak abg, cerita abg nakal, cerita panas anak sekolah, cerita nakal, Cerita panas anak SMA, cerita panas sma, cerita anak abg
Cerita Seks Berhubungan:
Incoming search terms:
- cerita hot anak sma (433)
- cerita panas anak abg (261)
- cerita sex anak abg (102)
- Cerita panas anak sma (83)
- cerita hot anak smu (73)
- cerita anak abg (66)
- cerita anak sma hot (53)
- CERITA HOT ANAK KULIAH (51)
- cerita seks anak abg (42)
- cerita panas gadis smu (33)
Categories: Uncategorized Tags: Anak, Nakal, YANG
Cerita Mita Ngocok Kontol Gue
Masa SMA merupakan masa yang paling menyenangkan. Dimana penjajakan dari anak culun menjadi pemuda dengan proses pembelajaran baik dari diri sendiri, maupun dari luar. Saya sendiri masuk di sekolah yang cukup bonafit dan terkenal dengan lulusan yang masuk ke universitas negeri, swasta terbaik, bahkan sampai ke luar negeri. Aktif di dalam organisasi dan menyukai ilmu sains membuat saya cukup banyak teman di sekolah, baik itu teman cowok atau cewek.
Cukup banyak saya disibukkan dengan kegiatan yang cukup banyak, tugas sekolah yang tak habis2nya dan juga ujian yang sangat menyita waktu. Saya sangat ambisius untuk meraih goal saya untuk bisa menjadi siswa teladan dan bisa mendapat beasiswa kuliah. Tapi 1 hal yang membuat saya iri dengan teman2 yang lain. Mereka santai saja, tidak ada goal, dan mereka punya pacar. Pacar lah yang tidak saya punya. Sibuk mikirin yang lain, jadi gak pernah kepikiran sampai kesitu.
Akhirnya saya memutuskan kalo saya naik kelas 2 dan masuk kelas sains, saya mau punya pacar biar bisa memotivasi belajar saya lebih banyak. Dan memang benar, saya masuk kelas sains dan teman-teman cewek di kelas saya adalah para idola di sekolah.
Kegemaran saya pada matematika dan fisika sangat menonjol di kelas dan selalu menjadi tangan kanan para guru untuk bantu teman2 pada kelas tambahan. Bahkan saya jadi asisten lab di sekolah buat pelajaran fisika kelas 1. Dan itu semua saya lakukan untuk menarik perhatian para wanita di kelas saya.
Ada 1 yang menarik perhatian saya, namanya adalah Mita. Mita sangat cantik dan ayu. Rambutnya yang panjang diikat rapih dan kulitnya putih. Sepertinya dia sangat menjaga kecantikannya dengan perawatan yang rutin. Itu semua terlihat dari alat2 komestik yang dia bawa ke sekolah. Tapi yang saya kagum, dia tidak pernah menor. Terlihat sangat alami, karena semua kosmetiknya hanya untuk perawatan kulitnya saja. Benar-benar luar biasa. Bodinya sangat sintal, pantatnya sangat padat dan kencang (karena saya pernah senggol), dan payudaranya sangat pas sekali untuk seumuran dia.
Saya mulai mendekati dia, dan cukup sering ajak dia ngobrol. Tidak jarang juga saya membantu dia belajar pelajaran di sekolah. Kadang2 saya suka menelepon dia ajak ngobrol, bahkan sampai curhat. Kedekatan kami makin membuat saya bahagia, sampai suatu saat saya mau ajak dia jalan2 keluar. Dan dia dengan spontan menjawab iya.
Saya jemput kerumahnya. Karena kita mau wisata ke daerah pegunungan dan kalau sempat mau ke pedesaan. Dia membawa segala perlengkapannya, dari jauh kelihatan paras wajah cantiknya yang sangat mempesona. Dalam perjalanan, kami juga bersenda gurau sambil tertawa dengan iringan musik membuat suasana menjadi hangat.
Mita-cewek-sma-Ngisep-Kontol
Ketika kami sampai di tempat wisata, kami berjalan2. Dia juga tidak lupa untuk mengabadikan foto2 dengan kamera SLRnya. Setelah cukup lelah berjalan2, kami duduk di kafe dengan pemandangan yang sangat luar biasa indahnya. Kami pilih kursi untuk berdua dan makan siang disana. Setelah selesai, kami pesan ice cream sebagai penutup dan setelah itu ngobrol untuk menikmati pemandangan yang ada. Saya tembak dia untuk jadi pacar saya dan setelah ngomong bla.. bla.. bla.. akhirnya dia mau jadi pacar saya. Wah senangnya hatiku, Mita akhirnya jadi pacar saya. Kami bergandengan tangan ke mobil dengan hati yang berbunga2.
Setelah 2 bulan kami berpacaran, saya belum pernah mencium dia. Sampai kepada hari valentine, saya bikin dia surprise dan dia sangat senang akan semua itu. Pada waktu di mobil, dia bilang terima kasih dan saya disuruh pejamkan mata. Disitulah saya dicium bibir dengan bibirnya yang sangat lembut. Tidak sampai FK, karena kami masih newbie untuk hal2 begitu.
Mulai dari situ, kami cukup sering berciuman malah hampir tiap hari sehabis pulang sekolah. Sebulan kemudian, kami beranikan untuk memakai lidah dalam berciuman. Aneh rasanya pertama kali, tetapi hari-hari selanjutnya, sangatlah menyenangkan sekali. Bahkan bisa sampai berjam-jam kami cipokan, tapi rangsangan akan FK ini cukup besar kadang2 sampai kemaluan saya tegak dan Mita pun merapatkan kakinya pertanda kalo dia terangsang.
Penjelajahan seksualitas kami pun berlanjut karena perasaan ingin tahu saya yang makin meninggi. Apa rasanya megang tetek? Gimana kalau kontol dikocokin cewek sendiri? Apa sih rasanya hubungan badan itu?
Tiba saatnya libur sekolah, dan prestasi kami berdua cukup luar biasa. Walaupun kami bukan rank 1 dan 2, tapi kami masuk 5 besar di kelas. Kami berdua sangat senang dan orangtua kami pun bangga akan hal itu. Karena disamping itu, 5 besar dari tiap kelas akan menjadi perwakilan untuk olimpiade sains dan dibagi-bagi berdasarkan minat. Mita dan saya mendapatkan masing-masing kimia dan fisika.
Sewaktu liburan, orang tua Mita keluar negeri untuk mengunjungi kakaknya yang ada di Eropa. Daripada keluar duit jalan-jalan, mendingan ngapel di rumah Mita aja, begitu saya pikir. Kami berpacaran di rumahnya, dan yang ada cuman pembantunya yang sudah sangat tua. Pada saat tidur siang, kami tidur berdua di kamarnya dan kepalanya ditaruh di dadaku. Tapi saya tidak tidur saat itu, melainkan hanya menciumi rambutnya yang sangat harum. Dan pahanya yang putih itu disilangi ke pahaku, jadi bisa kugesek kelaminku ke pahanya yg membuat kontol saya menegang.
Akhirnya dia terbangun juga dari tidurnya, dan saya mencium bibirnya yang lembut itu dan akhirnya kami bercipokan cukup lama. Dadanya bisa kurasakan, masih kencang dan berisi, karena dia berada di atasku posisinya. Kami bermain lidah, bahkan kadang2 sampai ludah kami belepotan, tapi kami hanya tertawa saja dengan apa yang kami lakukan itu.
Pada saat hot2nya kami bercumbu, tanganku mencoba untuk ‘nakal’ dengan meraba pantatnya yang sangat berisi itu dan sekali-sekali mengelus pahanya yang mulus. Itu semua membuat ciuman kami tambah hot dan sangat liar. Lalu tangan mulai naik sedikit2 hingga ke daerah dada. Saya raba tanpa memberi tekanan dan membuat Mita terkejut. “Geli tau!” katanya manja. “Harusnya kan sayang bilang2 dulu mau megang tetek aku”, “Iya Mit, dadamu sangat merangsang. Boleh kan aku pegang2?” jawabku. Lalu dia menggelengkan kepala pertanda setuju.Lalu kami melanjutkan petualangan cipokan yang membahana.
Waktu pun sudah malam dan aku pun pamit pulang. Tapi aku sudah berjanji kalo aku bakal balik lagi besok pagi. Pagi2nya saya datang dan Mbok langsung mempersilahkan masuk tanpa bertanya banyak. Terlihat Mita masih tidur, lalu saya bangunkan dia dengan pelukan dari belakang dengan tangan melingkari perutnya. Lalu saya mencium tengkuk dibawah kupingnya dan Mita kegelian dan terbangun. Dia tersenyum dan menyambut, “Met pagi sayangku!” lalu aku cium bibirnya dan kami lanjutkan dengan cipokan. Pada saat tangan saya menyentuh dadanya, ternyata dia tidak menggunakan BH. Saya kaget dan Mita hanya tersenyum. “Kaget yah aku gak pake BH, jadi kamu bisa pegang tetekku langsung”. “Iya Mit, aku kaget banget, tapi lembut banget Mit. Aku boleh lihat gak. Buka bajumu yah?”. Lalu Mita membuka bajunya dan terpampanglah dua bukit kembar menggantung yang ranum sekali. Ternyata yang kenyal yang selama ini aku cuman lihat di film2 itu sangat indah bentuknya. Kulit putih Mita membuat putingnya menjadi begitu bercahaya karena warna merah muda yang terpancar. Dan yang paling saya kagumi, pentil Mita itu bentuknya puffy. Jadi lebih mancung. “Heh, jangan ngelamun, udah dibukain berarti harus dimainiin, bukan didiemin” kata Mita dengan kedipan nakalnya. Dengan cepat saya lahap bibirnya dan tangan saya mulai meraba dan meramas teteknya. Lalu ciuman saya turun ke dadanya dan pentilnya yang pink dan mancung itu. Kulihat Mita kegelian disitu. Cukup lama saya bermain2 di sekitar dadanya, saya jilati, kadang2 lidah saya melingkari putingnya lalu melahap seluruhnya untuk masuk kedalam mulutku. Dan lama2 pentilnya mengeras dan dia menjadi tambah geli dengan erangan2 erotis pertanda kenikmatan.
Tangan Mita mulai nakal dan meraih kemaluanku. Disitu dengan cekatan dia membuka celana jeansku dan juga celana dalamku. “Ihh, udah bangun yah ‘adek’nya.” Lalu tangannya memegang dan setruman 1000V menjalar di badanku. “Keras yah, aku mainin yah yang?”. “Iya Mit, enak banget. Nikmat. Kocokin yah mpe spermanya muncrat.” Mita dengan cekatan melakukan ‘pekerjaan tangannya’ dengan lihai. Lalu surprisenya, dia memasukkan kontolku yg 15cm itu ke dalam mulutnya yang imut. Saya makin menggila dan merasa sangat nikmat. Dia percepat untuk menghisap dan lidahnya menggesek2 dinding kontolku. Aku mengerang dan bilang kalau aku mau keluar.”Mit….. Aku mau… keluar.. ntar lagi Mit”. Tepat pada saat spermaku muncrat pertama kali, dia stop gerakannya, dan hanya memberi tekanan dari lidahnya. Dan itu luar biasa nikmatnya. Crettt..Crett…. ntah berapa kali aku muncrat, dan Mita tidak menelannya. Tapi membuangnya ke tissue.
“Enak gak? Mita ngocoknya bener gak? Itu yg Mita pelajarin dari film2″ katanya. “Enak Mit. Lain kali lagi yah. Tapi aku juga bisa bikin kamu jadi enak seperti yang aku rasakan kok. Mau?”. Mita mengangguk dan aku raih pantatnya dan membuka celananya. Disitu terlihat celana dalamnya yang berwarna pink, dan bulu2nya yang hitam mulai terlihat. Kubuka celana dalamnya dan terpampanglah memek Mita, wanita cantik idamanku di kelas. Bulunya halus, dan rapi, cukup lebat untuk menutupi bentuk memeknya. Aku buka selangkangannya, dan memek merekah berwarna merah muda dengan lapisan2 memek yang begitu jelas. Aku jilati, dan terlihat dia menggelinjang. Sangat harum sekali memeknya itu, dan aku jilati dengan penuh nafsu. Klitorisnya mengeras dan dia menggelinjang kegelian. Semakin aku konsentrasikan ke bagian itu, makin Mita mengerang, dan akhirnya dia terdiam terkujur lemas. Dia bilang, “Enak banget yang. Aku suka kamu gituin. Aku senang. Tapi lemas”. Kami lalu tertidur berpelukan dengan telanjang.
Ketika kami terbangun, kami lalu mandi bersama. Sambil bercanda2 sebagai mana layaknya orang pacaran, lalu kami saling mengelus vital masing2. Pada saat menyabun, Mita dengan sengaja memainkan kontolku dan aku juga memainkan teteknya dan pentil puffynya itu dan juga memeknya yg mungil itu. Ketika mengeringkan badan, kami langsung ke tempat tidur dan melakukan ritual2 yg sudah kami pelajari. Cipokan, netek, dan oral. Kami melakukan posisi 69 pada saat itu dengan posisik diatas. Jadi seperti berhubungan seks dan lagi2 aku muncrat di mulut Nita.
Saya pernah bertanya apakah aku boleh memasukkan kontolku ke memeknya. Dengan bijak dia menolak kalau itu satu2nya mahkota wanitanya buat suami di suatu hari nanti. Lalu kami melanjutkan hubungan kami, dan juga perbuatan mesum kami itu. Kadang2 kami selingin dengan saling memijat, tapi Mita juga pernah mandi kucingkan saya dengan ciuman dan tekanan payudaranya. Sangat luar biasa. Kami melanjutkan hubungan sampai akhir SMA. Dia melanjutkan ke luar negeri untuk ambil kedokteran, sedangkan saya di dalam negeri saja. Kami berpisah baik2 dan masih email2an sampai sekarang.
Cerita Panas Terbaru:
kontol, ngocok, cerita kontol, ngocok kontol, cerita ngocok, cerita ngocok kontol, Cerita 17, cerita 17 tahun, cerita panas kontol, Cerita dewasa ngocok
No related posts.
Incoming search terms:
- cerita ngocok (1611)
- ngocok kontol (954)
- Cerita ngocok kontol (535)
- Cerita dewasa ngocok (71)
- cerita kontol (60)
- cerita ngocok penis (38)
- ceritangocok (29)
- Ngocokkontol (21)
- kontol ngocok (20)
- www cerita ngocok com (20)
Categories: Uncategorized Tags: cerita, Kontol, Mita, Ngocok
cerita dewasa waktu kecil
cerita dewasa waktu kecil ini dimulai pada suatu hari berikut cerita dewasanya: Ohhh kamu ya Wir tante kira siapa siapa mari silahkan masuk. Tapi mulya ga ada. Barusan aja berangkat ke Surabaya ama Bapaknya” Sambut seorang wanita ketika membuka pintu rumahnya. Pagi itu setelah olah raga pagi. Iseng saja aku mampir ke rumah mulya, salah seorang temanku yang rumahnya juga tidak terlalu jauh dari rumahku. Hitung-hitung cari teman karena subuh tadi kedua orang tuaku juga ada acara ke Jakarta, seminggu malah. Acara kmulyar katanya. “Oo, mulya emang liburan di Surabaya ya tante?” tanyaku basa basi. Padahal kemarinnya juga aku tahu kalo temanku tu mau ke Surabaya menghabiskan liburan semesteran di sana. “Iya. Lho mulya nggak bilang ta?” jawab wanita itu. Aku hanya tersenyum. “Iya tante, aku cuman mau ngopy game di komputernya mulya, kalo boleh.” Jawabku mencari alasan. “Ooo, gitu ta.. itu lho kamu langsung aja ya, aku nggak tau” ujar wanita itu yang tidak lain adalah bu teguh, ibu salah seorang teman sekolahku. Aku segera masuk ke dalam rumah itu. Aku memang sudah hafal betul dengan rumah itu. Maklum aku sering bermain di sana. Segera aku menghidupkan komputer yang ada di ruang tengah. “Ta tinggal ke dapur ya” ujar bu teguh sambil berlalu. Kupandangi wanita itu berjalan sampai menghilang di balik pintu. Entah kenapa di usia yang masih sangat dini itu aku sudah menyukai lawan jenisku. Aku juga nggak tahu kenapa dadaku selalu berdegup kencang dan darahku seakan mengalir lebih cepat bila melihat wanita cantik. Dan yang lebih aneh lagi, kemaluanku sering kali menegang. Aku lebih suka dengan wanita yang usianya jauh di atasku bahkan tidak jarang ibu-ibu, mungkin karena tubuhnya sudah terbentuk lain dengan teman sebayaku. Nah, bu teguh ini termasuk salah satu favoritku. Wajahnya lumayan cantik. Kulitnya tidak putih tapi body nya amohay. Tidak langsing sih tapi juga tidak gemuk. Tapi yang menjadi perhatian adalah buah dada nya yang montok alias besar.
“Permisi” terdengar suara wanita dari pintu depan yang membangunkanku dari lamunan. Tak lama kemudian bu teguh keluar dan menemui temannya di ruang tamu. Tampaknya mereka bertengkar. Tamu yang ku ketahui namanya bu Sri terlihat marah-marah ke bu teguh. Aku sendiri berusaha tidak mendengarkan sambil sibuk mengutak-atik komputer. Tak lama kemudian bu Sri terlihat pulang tetapi masih dengan marah-marah. Bu teguh hanya terus meminta maaf kepadanya. Merasa nggak enak aku ingin segera pamit. Setelah mengantar bi Sri keluar, bu teguh duduk di sofa tengah sambil menghela nafas panjang. Tanpa kuminta, wanita itu menceritakan kalau ia terbelit hutang pada bu Sri untuk membeli perhiasan. Awalnya sih cuman 400ribu, tapi sekarang malah jadi sejuta lebih, gerutunya. “Mungkin, pak teguh harus tau. Tapi dia pasti marah besar” gumam bu teguh. “Eh, maaf ya, malah cerita ke kamu Wir.. sudah game nya?” sik ya ta buatin minum. Aku hanya diam melihatnya berlalu. Kasihan juga wanita ini. Salahnya juga membeli barang ke rentenir. Tapi aku meraa sangat iba kepadanya, aku ingin sekali membantunya.tapi gimana caranya? Kulihat secarik kartu nama di atas sofa. Di sana tertera nama Bu Sriyatun, yang pasti wanita itu tadi. Lengkap dengan alamat dan nomor teleponya. Tak lama kemudian wanita itu muncul membawa segelas the hangat.
Setelah minum teh, aku segera pamit. Entah kesambet darimana, aku akhirnya menuju alamat bu Sri yang sebelumnya mampir ke ATM untuk mengambil uang. Aku mengaku keponakan bu teguh dan segera membayar semua hutangnya pada bu Sri itu. Jumlahnya lumayan, total Rp. 1.400.000,-. Untung aja uangku cukup. Setelah itu aku langsung pulang, kuitansi pembayaran kata bu Sri akan dikirim ke rumah bu teguh.Sore sekitar pukul setengah empat, aku terbangun oleh suara telepon rumah yang berdering. “Halo, bu Edy ada?” tanya suara itu. Aku menjelaskan kalau orang tua ku sedang ke Jakarta. “Dari siapa? Tanyaku balik. “Ini Wira ya? Ini bu teguh, mama mu nggak ada ya?” tanya lagi. Aku juga heran kenapa wanita itu yang notabene juga terhitung tetangga langsung menutup teleponnya.
Beberapa saat kemudian bel rumah yang berbunyi. Ternyata bu teguh yang datang. “Kamu sendirian di rumah? Tanya wanita itu langsung masuk tanpa kusuruh. “Iya, papa mama ke jakarta, kebetulan bi Inah juga mudik” jawabku sambil duduk. “Eh, kamu ta tadi yang ke bu Sri? Tanya wanita itu sembari duduk di sebelahku. Aku mengangguk menahan kaget karena dia langsung duduk di sampingku. “Trus kalo mamamu tau” tanyanya. Aku menjelaskan padanya kalo mamaku juga nggak tau kalo aku punya tabungan itu, jadi aman. Wanita itu sangat berterima kasih padaku dan berjanji kalo punya uang, ia akan membayarnya. Kemudian ia pamit pulang. “Eh, ntar malem kamu nginep di rumah aja wir” ujar bu teguh sebelum keluar dari pintu. “Di rumah juga sepi, pak teguh baru pulang dua hari lagi. Gimana?” tanyanya. Aku bingung mau menjawab. “Gini wis, nek iya nanti kamu telp aku dulu ya!” ujarnya. “Enak-enak, kalo nginep dirumah” ujarnya kemudian pulang.
Waktu baru menunjukkan jam 7 malam, aku cukup merinding di rumah sendirian. Akhirnya ku pertimbangkan ide untuk tidur di rumah bu teguh walaupun sebenarnya aku malu. “Halo” Eh, maaf bu, ini Wir, eee… anu bu.. saya” ujarku terputus-putus. Wanita itu menyambut baik. Malahan ia menyuruhku untuk lewat pintu samping belakang soalnya pintu ama pagar depan rumahnya sudah terlanjur dia kunci. Setelah kukunci semua pintu, aku melangkah menuju rumah wanita itu. Dengan ragu kuketuk pintu yang ada di samping belakang rumah itu. “Kamu wir??” terdengar suara dari balik pintu sebelum pintu itu terbuka. Aku segera masuk ke rumah tersebut. Ternyata ia sudah menyiapkan makan malam untukku. “Maem yang banyak ya, aku mau melanjutkan nata lemari” ujarnya sembari menuju masuk kamarnya. Setelah menghabiskan makanku aku segera menuju ruang tengah dan menyalakan TV. Tak lama kemudian bu teguh muncul dan duduk di sebelahku. “Akhirnya selesai juga” gumamnya seraya mengusap keringat di kepalanya. “Wuh, sumuk pol! Ganti baju dulu ae” ujarnya sendiri lalu melangkah masuk ke kamarnya.
Beberapa saat kemudian ia muncul dengan mengenakan daster tanpa lengan berwarna merah marun dan kembali duduk di sofa panjang tempat aku duduk. Ia lalu mengikat rambutnya yang sebahu dengan karet. Tanpa sengaja aku melihat gerak gerik wanita itu. “Heh, liatin apa!” hardik bu teguh yang mengagetkanku. “Eh, anu.. eh.. ketiaknya bu teguh kok banyak bulunya” jawabku seadanya. “He, iya. Belum dicukur he.. ya iya lah.. nanti kamu juga gitu, kalo udah dewasa” jelasnya. Aku hanya mengangguk. “Eh kamu udah sunat wir?” tanyanya. Aku menggeleng. “Iya nanti, kalo kamu udah sunat, trus kamu mimpi basah, itu berarti kamu dah gede” ujarnya. “Mimpi basah??” gumamku. Beberapa bulan terakhir ini sebenarnya ada kejadian aneh pada diriku. Aku sepertinya mengompol tapi yang kukeluarkan bukanlah air kencing seperti biasanya, tapi sesuatu yang lengket dan berbau aneh. Warnanya putih seperti bubur kanji. Karena takut, aku tidak menceritakannya pada orang lain.
“Iya mimpi basah wir, kayak ngompol tapi bukan ngompol, emang kamu pernah ta? Tanyanya sembari menoleh kepadaku. Aku menggeleng. “Nggak pernah bu” jawabku berbohong. “Iya pun ga papa wir, itu normal kok. Semua laki-laki akan gitu, tapi iya sih kamu kan belum sunat” ujarnya.”kalo bukan pipis, apa yang keluar? Tanyaku pelan memberanikan diri karena aku juga penasaran. Wanita itu tersenyum. “Yang keluar air mani wir. Nah, air mani itu mengandung sperma” jelasnya. “Air mani??” gumamku. “Iya air mani, eh kamu dah pernah paling..kok nanya-nanya” tanyanya balik. “Enggak kok bu, nggak” jawabku cepat. “G usah bohong..” ga papa kok, ga usah malu” timpalnya. “Sebenarnya iya sih, tapi saya takut” jawabku pelan dengan kepala tertunduk. “Nggak perlu takut wir, iu wajar kok. Tu berarti kamu dah dewasa wir” katanya sambil tangannya mencubit hidungku ringan. “Dewasa??” gumamku pelan. “Iya dewasa wir” timpal bu teguh. Kemudian wanita itu memandangiku dan sesaat kemudian terlihat senyuman tersungging di bibirnya. Aku tidak mengerti apa maksudnya. Kemudian ia duduk tepat di sebelahku bahkan berdempetan denganku.
Bu teguh lalu memegang tanganku dan dibelainya. “Makasih ya wir, kamu baik sekali ama aku” gumamnya. Wanita itu mengingatkanku tentang pembayaran hutangnya tadi siang. Entah apa yang kurasakan saat itu. Yang jelas sentuhan tangannya membuat darah di tubuhku mengalir lebih cepat dan seakan-akan mengumpul di kemaluanku yang langsung menegang. Nafsuku semakin menggelora apalagi ketika wanita itu mencium tanganku dan mengelus-eluskannya ke pipinya yang terasa lembut. Hasratku semakin menjadi-jadi seakan tak peduli kalau wanita itu adalah ibu dari temanku. Entah setan mana yang merasukiku, spontan saja aku mencium pipi kiri wanita itu. Wanita itu terhenyak dan langsung menoleh ke arahku dengan pandangan yang tajam. Melihat reaksinya aku langsung takut dan merasa sangat bersalah. “Ma.. ma..af bu” gumamku pelan sambil menundukkan wajahku. Kemudian bu teguh menyentuh daguku dan mengangkatnya seakan ia ingin aku melihatnya. Kulihat wajah wanita itu tersenyum yang sangat melegakan hatiku sebagai tanda kalau ia tidak marah dengan perbuatan nekadku tadi. “Eh yang kanan belum wir” ujarnya sambil seperti menyodorkan pipi kanannya. Aku hanya diam karena takut. “Lho kok malah takut?? Tadi kamu malah curi-curi ngesun, sekarang dikasih malah ga mau?!” ujarnya lagi. “Hayo mau apa nggak, ntar malah aku nggak mau lho??” tanyanya setengah menggoda. “Mau, aku spontan menjawab dan langsung mencium pipi kanan wanita itu. “Nah gitu dong..itu namanya dah gede! kamu suka wir??” Tanya bu teguh. Aku mengangguk pasti. Tanganku segera membetulkan posisi kontolku yang langsung berdiri mengeras setelah tadi mengecil ketika takut kalau-kalau wanita itu marah padaku. Kedua mata bu teguh menangkap basah gerakan tanganku. “eeee… kontolmu berdiri ya???” Tanya wanita itu sambil mencubit hidungku. Aku menggeleng berbohong tapi wanita itu sepertinya tidak percaya, terlihat dari senyumannya. “Kamu dah sering onani ya?” tanya bu teguh kemudian. “onani???” apaan tuh?? Pikirku. Aku hanya menggeleng. “Ah masak… nggak usah bohong deh…” kejar wanita itu sambil mencubitku. Kini perutku yang jadi sasaran. “Onani itu apa bu? Tanyaku balik. “Trus kalo kontolmu berdiri kayak gitu kamu ngapain?” lanjutnya. Aku hanya menggelengkan kepalaku menjawab pertanyaan wanita itu. Sejenak ia terdiam.
“wir, aku punya sesuatu buat kamu tapi kamu harus janji tidak menceritakannya pada siapapun juga. Bisa wir??” tanya bu teguh sambil menatapku yang tidak mengerti apa maksud perkataannya. “Janji ya wir???!” ujarnya lagi. Aku hanya mengangguk tanpa mengerti maksudnya. Lalu wanita itu berdiri tepat di depanku. Dengan sigap ia melepas daster yang dikenakannya. Aku terkejut sekali melihat pemandangan yang baru pertama kali itu kulihat dalam hidupku. Wanita itu berdiri di depanku dengan hanya mengenakan BH dan CD saja. Belum aku menenangkan diri, wanita itu kemudian melepas BH yang dipakainya dan tersembulah buah dada wanita itu yang lumayan besar meski sudah agak turun. Tidak hanya itu, wanita itu lalu melorotkan celana dalam yang dipakainya sehingga ia benar-benar telanjang bulat di hadapanku. Pandanganku tertuju pada bagian bawah perutnya yang ditumbuhi bulu yang lumayan banyak. Sesaat wanita itu sibuk merapikan rmbutnya dan mengikatnya dengan karet.Lalu bu teguh menghampiriku dan mengulurkan tangannya seakan menyuruhku untuk berdiri. Ia langsung berusaha melepas celana pendek yang aku pakai.
Anehnya aku hanya diam saja waktu ia melorotkan celanaku sehingga kemaluanku yang waktu itu tidak begitu besar langsung tersembul keluar, berdiri tegak lengkap dengan kulupnya. Maklum kala itu aku masih belum sunat. Tanpa banyak bicara wanita itu lalu menarik kulup t*t*tku sehingga bagian dalam kepalanya yang berwarna kemerahan tersembul keluar. Aku seperti terhipnotis ketika bu teguh langsung menjilati lat pipisku yang sangat keras itu. Terasa sangat geli dan enak. Nafasku mulai memburu. Apalagi ketika ketika mulut wanita itu mengulum kepala kontolku dan memainkannya dengan lidahnya. Aku sangat menikmati permainannya. Beberapa saat kemudian wanita itu bangkit. “ayo gentian” gumamnya kemudian duduk di sofa. Kedua kakinya dibuka sehingga pangkal pahanya terlihat jelas. Itu pertama kalinya aku melihat bagian paling sensitive dari seorang wanita yang usianya jauh di atasku. “Ayo dong wir, jangan diliatin aja” perintah wanita itu. Aku langsung mendekatkan wajahku kea rah nagian kewanitaannya dan menciumnya. Baunya khas sekali dan sangat merangsang.
Bentiknya juga indah sekali seperti lipatan-lipatan daging. Aku semakin bernafsu menjilatinya. Kurasakan semakin lama memek wanita itu semakin basah oleh lender. Nafas wanita itu mulai ngos-ngosan. Mulutnya mendasis dan meracau seperti orang kepedesan. Sesekali tangannya mengusap-usap kepalaku. Entah insting dari mana, aku ingin sekali memasukkan kontolku ke dalam lubang itu. Aku lalu berdiri dan mengarahkan kontolku ke memeknya. “Iya wir, ayo masukin” gumam wanita itu sambil meraih batang kemaluanku dan dirahkannya dengan tepat. “dorong wir” gumamnya. Dan dengan sekali dorong , “bleshh” batang kemaluanku terbenam dalam liang memek bu teguh. Aku rasakan kemaluanku bagai dihimpit sesuatu yang hangat, basah dan berdenyut. Sensasi yang luar biasa. Sadar dengan aku yang masih belum tau apa-apa. Wanita itu mulai menggoyangkan pinggulnya yang terasa semakin nikmat. Aku makin mengerti. Pelan aku mengimbangi gerakannya dengan menggoyangkan pinggulku maju mundur yang makin lama semakin cepat. “Iya wir gitu… sssttsss… ayo dre… ohhh” mulut bu teguh semakin meracau. Ia kemudian hanya diam seperti menikmati kontolku yang mengocok-ngocok kemaluannya.
Gerakanku makin cepat. Tapi belum 1 menit aku merasa ingin pipis. Kucoba kutahan tetapi aku tak kuasa. Takut akan kenapa-kenapa segera kutarik keluar t*t*tku ketika semuanya seperti mengumpul di kepala kontolku. Secara reflek ku pegang kemaluanku sendiri dan tidak mengarahkannya ke wanita itu. akhirnya…ooooohhhhh “cret… cret… crettt… crettt…” kontolku menyemburkan cairan banyak sekali diiringi dengan kenikmatan tiada tara. Aku sampai merem melek karenanya. Wanita itu bangkit dan meraih kontolku dan mengocoknya. “enak wir??” Tanya wanita itu dengan suara parau. Aku mengangguk sambil menikmati sisa-sisa kenikmatanku. Tubuhku terasa lemas sekali. Seluruh tenagaku seperti habis terkuras. “Kok dikeluarkan di luar sih? Di dalem kan enak” gumam bu teguh lagi. Ia lalu menjelaskan bahwa yang kualami tadi adalah klimaks, dan yang ku keluarkan adalah air mani yang di dalamnya terkandung spermaku. Kulihat air maniku berceceran banyak sekali di lantai dan sofa rumah itu. Putih kental seperti yang kukeluarkan pada waktu mimpi basah.
“Tante juga enak??” tanyaku akhirnya bersuara. “iya enak tapi aku belum keluar kamu dah keluar dulu, ga jadi deh” jawab wanita itu. “eh habis ini lagi ya?! Aku juga pengen kluar” ajaknya sambil membersihkan cairan spermaku dengan dasternya. Kemudian ia mengajakku ke dalam kamar. Kami melakukannya lagi. Ia juga mengajariku berbagai macam gaya bercinta dan cara menahan klimaksku. Hamper 1 jam aku dan wanita itu saling memacu birahi dalam permainan yang penuh kenikmatan. Tak peduli keringat dan tenaga yang keluar, yang penting nikmat. Di permainan yang kedua aku juga beberapa kali berhasil membuat wanita itu mencapai puncak kenikmatannya. Sampai akhirnya kemaluanku memuntahkan air maniku untuk kedua kalinya. Tapi kali ini di dalam lubang memek wanita itu yang rasanya jauh lebih enak daripada yang pertama tadi. Lalu kami berdua tidur kelelahan.hehehe cerita dewasa waktu kecil ini akan berlanjut ke cerita dewasa setelah dewasa part 2 jadi selalu setia di blog cerita dewasa ini
Incoming search terms:
Categories: Uncategorized Tags: cerita, dewasa, kecil, waktu
Cerita Dewasa Kawin Paksa
Cerita Dewasa kali ini menceritakan kisah seks kerana kawin paksa, seorang remaja putri yang terpaksa menuruti permintaan orang tuanya! dia menikah dengan sahabatnya sejak kecil namun bukan sahabat deket tapi mereka bermusuhan dari kecil, berikut cerita dewasannya yang berawal dari pertikaian kecil silahkan simak cerita berikut ini :
“Wee Jangan ngikutin aku terus kenapa sih!!!”
“Ge eR banget lho jadi cewek, orang mobilku parkir didepan sana”
Sejenak aku terlibat perang mulut di halaman parkir suatu Mall dengan seorang wanita muda yang sebenarnya sudah jadi temanku sejak kecil. Bahkan ayah kami teman akrab. Cuma dari dulu aku dan dia kerjanya beranteeeem mulu. Trus selalu bersaing di hampir semua bidang. Sama2 stubborn. Ga ada yang mau ngalah. Oh iya, cewe yang kumaksud namanya Hana. Umurnya 22 tahun, sama denganku dan juga bekerja di perusahaan yang sama denganku.
Orangnya Cantik, manis, dan kulitnya juga putih bersih. Dulu aku ngeledek dia dengan julukan “Papan gilesan”, abis bodinya datar banget. Tapi semenjak SMA, aku ga bisa lagi ngejulukin dia kayak gitu lagi. Soalnya bodinya jadi montok sana sini. Bahkan kalo ngeliat sekilas aja, rasanya bedilku langsung naik. Padahal kalo dulu, pengen ngeliatpun nggak.Tapi biarpun gitu, sebenarnya aku sudah lama juga memendam rasa cinta ke Hana. Tapi dasar apes, aku telat beberapa langkah. Dia sekarang pacaran sama Yota, yang notabene adalah musuh gengku waktu SMA dulu. Kayaknya poin yang bikin aku kalah saing adalah, Yota itu ortunya tajir abis. Biarpun ortuku juga lumayan tajir, tapi tetap aja ga setajir ortunya Yota. Dan kelihatannyanya, Hana juga ga ada nyimpan perasaan apa2 buatku. Tapi tetap aja aku ga bisa ngilangin rasa cintaku ke dia.
Tapi suatu hari, ada peristiwa yang benar2 merubah hidupku dan Hana. Ayahnya Hana tiba2 jatuh sakit, dan lumayan parah. Sudah dibawa berobat sana-sini, tetap aja kondisinya tak membaik. Kabarnya karena komplikasi. Dan akhirnya sampai pada suatu saat Om Santo (ayah Hana) seperti sudah berada di ujung nyawanya. Seluruh keluarganya larut dalam haru. Hana, ibunya, dan adik2nya. Bahkan keluargaku yang ikut menjengukpun juga. Aku hanya bisa terdiam dan turut sedih melihat kondisi om Santo. Soalnya orangnya sudah begitu baik padaku bahkan sejak aku kecil dulu.
Om Santo (OS) : Papa udah ga kuat lagi, Ma…!
Tante Santo (TS) : Papa jangan ngomong gitu, dong Pa…Mama juga ga kuat jadinya.
OS : Tapi bener2 sakit rasanya, Ma…kayaknya waktu Papa udah ga lama.
Hana : Papa jangan ngomong gitu, dong. Hana belum siap pisah dari Papa.
OS : Ah, Hana. Manusia pasti akan mati, toh. Tapi paling tidak, kamu mau, kan mengikuti satu aja permintaan Papa. Jadi kalo papa pergi pun sedikit ringan jadinya.
Hana : Apa permintaan Papa? Hana pasti turutin, kok.
OS : Janji?
Hana : Janji, Pa!
OS : Menikahlah dengan Joshua (aku…)!
Hana kaget buka kepalang. Apalagi aku!. Bahkan sepertinya semua orang di ruangan itu ikut kaget.
Hana : Tapi, pa! Hana, kan…
OS : uups…kamu, kan udah janji bakal nurutin semua keinginan Papa. Papa sudah dari dulu ingin menjadikan Joshua sebagai menantu Papa. Orang yang bakat gantiin papa ngurusin kamu. Kamu mau, kan, Josh!
Josh : Eeemm…anu…Kalo memang itu keinginan terbesar Om, aku pasti nurutin, kok Om!
OS : hoo…bagus lah…
Kulihat Hana hanya tertunduk sambil menangis. Aku bisa paham kalau dia tidak menginginkan hal ini. Tapi mau bagaimana lagi. Ini permintaan terakhir Papanya. Kemudian Om Santo tertidur karena lelah. Kami semua disuruh perawat untuk keluar ruangan agar Om Santo bisa lebih santai. Di luar, keluargaku dan keluarga Hana tampak merundingkan hal tadi. Sementara terjadi perbincangan antara aku dan Hana.
Hana : Josh! Aku sama sekali ga mau nikah sama kamu! Ini cuma karena Permintaan terakhir papaku aja! Jadi jangan harap aku bakal jadi cinta sama kamu
Josh : Hoi hoi…emangnya aku mau nikah sama kamu!! Aku mau juga karena Om Santo yang minta!
Hana : Oke!! jadi kalo gitu setelah 4 bulan Nikah, Aku bakal Minta cerai sama kamu! Kalo perlu langsung talak tiga!
Josh : (Kaget…) Terserah!!!
Sebenarnya aku langsung uring-uringan mendengar permintaan Hana. Padahal kesempatan hanya satu kali ini. Aku bisa bersatu dengan orang yang kucinta. Aku harus segera menyusun rencana agar Hana tidak lepas dariku.Suasana jadi sedikit kacau. Aku dan keluargaku sibuk mempersiapkan segala keperluan pernikahan. Sedangkan Hana bertengkar dengan Pacarnya. Tapi setelah dia menjelaskan rencananya, keadaan mereka kembali mereda.
Pernikahanpun dilakukan didepan Om Santo yang kondisinya semakin memburuk, dengan harapan, hal ini akan membuat kondisinya membaik. Selama akad nikah dan resepsi, Hana sama sekali tidak tersenyum. Padahal aku sudah menyuruhnya senyum, soalnya takut ga enak diliat tamu, tapi dia ga peduli. Anehnya, setelah pernikahan kami, kondisi Om Santo naik drastis. Sekarang bahkan sudah bisa duduk dan memberi restu kepada kami.Tiba malam pertama, Malam yang kutunggu-tunggu berikut cerita dewasa malam pertama kami.
Hana : Iiiiihh…Apaan sih nempel-nempel…sana!!!
Josh : yeee…kamu yang apaan! kita ini kan suami istri…Jadi kalo malam pertama gini ya lakukan yang selayaknya suami istri lakukan.
Hana : Ih!! Ga sudi!! Eh, ingat ya…kita ini cuma nikah pura2. Toh ga lama aku bakal cerein kamu!
Aku tidak mendengarkan ucapannya. Aku tetap memaksanya melayaniku, tapi dia juga bersikeras menolak. Akhirnya aku kesal lalu pergi keluar kamar. Aku hanya duduk di balkon sambil merokok. Hal ini sudah berlangsung selama seminggu. Om Santo sudah pulang ke rumah. Tapi kali ini dia menginap dirumahku, biarpun hanya bisa berada ditempat tidur saja. Karena menganggap Om Santo lebih berpengalaman, akupun minta Advise om Santo. Aku menceritakan semua keluhanku. Dan Om Santo yang sekarang kupanggil Papa juga memberiku berbagai saran yang sebenarnya sudah kulaksanakan tapi tetap tak berhasil.
Josh : Pa…kalo aku sedikit kasar sama Hana gimana?
OS : eh, jangan! Ga boleh kasar sama Istri!
Josh : Bukan gitu Pa. Maksudnya kalo aku sedikit lebih maksa dengan sedikit kenekatan gimana?
OS : Tapi kamu ga sampe ngelukain istri kamu, kan?!
Josh : Ya ga lah Pa!
OS : Oke…terserah kamu lah, Nak…Yang penting nantinya dia bisa dekat sama kamu.
Josh : Oke, Pa…Makasih.
Malam ini aku sengaja tidak mendekati Hana sama sekali. Esok malamnya aku kembali memintanya melayaniku. Dan lagi2 dia menolak. Aku tersenyum sinis. Segera kukunci pintu kamar, dan aku kembali mendekati Hana. Kali ini aku membekap dan menahan tubuhnya erat2. Lalu Aku ambil selendang yang kutaroh di sakuku dan kugunakan untuk mengikat tangannya ke besi kepala tempat tidur.
Josh : Hokeee…Sekarang kamu ga bisa apa2, kan?!
Hana : Josh! Kamu mau apa?! Lepasin aku!! Ato aku bakal teriak!!!
Josh : Teriak?! haha…mau teriak apa?! “Aku Diperkosa!” gitu? Semua orang sekitar sini juga tau kalo kita suami istri…!!
Hana : Pokoknya lepasin aku!! Aku ga sudi kalo harus ngelayani kamu!
Josh : Kamu bilang ga mau pun sekarang kamu ga bisa apa2! Terima aja!!!
Aku mulai menindih tubuhnya dan mencoba mencium bibirnya. Hana terus menghindar. Aku menggenggam kepalanya agar tidak bergerak dan mencium bibirnya. Aku melumat bibirnya dengan penuh Napsu! Ciumanku turun ke leher. Hana mulai sedikit mendesah.”nggghh…Josh, jangan…plis josh!…ngghh”. Sementara mulutku bermain di lehernya, tanganku mulai bermain di dadanya. Aku meremas2 dadanya dengan kedua tanganku. Desahan Hana makin menjadi-jadi. Kemudian dengan sedikit kasar aku merobek piyamanya. Ternyata Hana tidak memakai Bra. Dada Bulat padat nan indah itu kini terpampang di depan mukaku. Aku mulai memainkan putingnya yang merah muda itu dengan jariku. Dan kadang sedikit ku pilin. Lalu aku mulai menjilati dan menciumi daerah sekitar putingnya. Trus aku menjilati putingnya dan menghisapnya seperti bayi.
“aaaaahhhh…mmmmmhh…jangan, josh! pliiiss…mmmhh…”. Hana terus berusaha menyuruhku berhenti meskipun desahannya semakin kuat dan semakin menaikkan napsuku. Aku berpindah dari dada yang kiri ke dada yang kanan. Sementara itu tangan kananku mulai merogoh ke dalam celananya. Hana berusaha menahan dengan menjepit-jepitkan pahanya. Tapi itu justru membuatku lebih bersemangat lagi. Vaginanya terasa basah dan hangat.”Ah…kamu ini…nolak2 tapi basah juga!”, kataku kepadanya. Hana hanya diam dan mulai meneteskan air mata. Kutarik tanganku keluar dari celananya. Akupun menarik celananya ke bawah dan melemparnya entah kemana. Dan ternyata, hana juga tidak pakai celana dalam. Sehingga Vaginanya yang mulai menyembul terlihat jelas.
Hana Lalu menutupinya dengan mengapit kedua pahanya. Aku tersenyum kepadanya lalu membuka kakinya kembali. Aku mulai menjilati bagian belakang lututnya. Hana tampak menikmati. Lalu jilatanku terus turun ke Paha dan Sampai ke Vaginanya. Aku memainkan Klitorisnya dengan Hidungku. Lalu menjilatinya. Tubuh Hana mulai kejang. Desahannya tertahan dan dia sedikit menaik-naikkan pinggulnya. Aku semakin bersemangat melihatnya. Tak hanya menjilati, aku bahkan menghisap-hisap Vaginanya.Dan setelah puas dengan vaginanya, Aku segera bangkit dan membuka baju kaosku. Hana sedikit kaget melihat bodiku. Memang, sih aku rajin fitness juga dengan teman satu gengku. Akupun menurunkan resleting celanaku, lalu membuka celanaku beserta celana dalamnya. Penisku sudah tegang dan terhunus ke depan. Kali ini Hana lebih kaget lagi. Ia berusaha menarik tubuhnya ke atas, dan menutupi vaginanya dengan kakinya. Aku menyusulnya lalu melebarkan kembali kakinya. Hana Berusaha berontak.
“Josh! Aku bener2 Mohon, Josh! Jangan!! aaaaaaaahhhhhh!!”. Aku terlanjur menusukkan Penisku ke dalam Vaginanya. Vaginanya terasa sangat sempit. Aku merasakan kenikmatan yang sangat besar, sementara Hana terus berteriak. Kulihat kembali ke bawah. Tampak darah merembes keluar. Jelas aja aku kaget. Masa bos preman kayak Yota tak bisa merebut keperawanan Hana. Aku betul2 senang. Aku mulai menggerakkan pinggulku. Hana kembali mendesah. Sedikit demi sedikit aku menaikkan kecepatan pinggulku. “ngaaaaaaaahhh…. aaaaaaaaaahhhh… jooooshh… “. Kali ini Hana hanya mendesah tanpa memintaku untuk berhenti. Perlahan tapi pasti aku mencapai kecepatan maksimal. Kalo dihitung, Hana sudah 3 kali kubuat orgasme. Olahraga rutin membuat staminaku cukup besar dan tahan lama. Setelah sekitar 45 menit aku terus menggenjot Vaginanya. Hana seperti kehilangan kesadarannya. Akupun akhirnya sampai pada batasku.
Genjotanku semakin kencang, dan akhirnya spermaku menyemprot deras keluar memenuhi Vaginanya, bahkan ada yang merembes keluar. Badanku sedikit lemas dan aku menjatuhkan badanku disamping Hana. Aku melepas ikatannya lalu menciumnya dan berkata, “Hei…kita bakal punya anak…!”. Air matanya semakin keluar lalu ia memalingkan wajahnya dariku dan menangis. Aku hanya bisa terdiam. Yang kulakukan tetap tak mengubah sikapnya. Kemudian aku sedikit menjauh dan kemudian tidur.Esok paginya aku segera siap2 pergi ke kantor. Jatah cuti dua minggu yang diberikan atasanku tidak kuambil penuh karena toh aku tak bisa bersenang-senang. Aku menelfon atasanku dan mengatakan aku akan masuk kerja hari ini. Atasanku sedikit heran. Om Santo yang rencananya akan pulang pagi ini pun menanyakan hal itu.
OS : Gimana, josh…?
Josh : haaah (menghela nafas)…kayaknya ga berhasil, Pa! Dia tetap aja ga keliatan senang…
OS : Ya udah sabar aja…nanti juga mau tak mau dia bakal deket sama kamu. Papa juga dulu sedikit maksa sama mamanya Hana, kok. Dan hasilnya…
Josh : oh..haha…gitu ya Pa. Ya udah, hati2 di jalan, ya, Pa!
Papa dan mamaku mengantar Om santo dan istrinya pulang. Dan aku bersiap pergi ke kantor. Tapi ketika aku melintas di depan kamarku, Hana yang hanya mengenakan piyama tanpa celana berdiri didepan pintu dan terus menatapku.
Josh : hei…yang tadi malam, maaf ya. Aku udah kasar. Tenang aja, aku juga bakal ngurus perceraian itu, kok.
Akupun segera berbalik hendak keluar rumah. Tapi tiba2 Hana memelukku dari belakang. Pelukannya semakin erat dan diapun menangis.
Hana : Seharusnya aku yang minta maaf, Josh! Aku bener2 bodoh! Aku dari kemarin terus berusaha menjauh darimu, padahal aku ini Istrimu. Aku tau kamu betul2 cinta sama aku. Tapi aku terus mengharap orang yang belum tentu cintanya kayak kamu…maaf, ya Josh…Aku ga mau kamu ceraikan…Aku mau jadi istri yang baik buat kamu. Dan aku terdiam dan betul2 senang mendengar kata2nya.
Josh : Hanaa…ga usah kayak gitu banget. Aku maafin kamu, kok. Oke, aku ga bakal cerein kamu. Tapi gimana dengan Yota?
Hana : Itu bisa kuurus, kok…
Josh : oke deh…Akupun mencium bibirnya dan sejenak kami larut dalam ciuman itu.
Hana : Eh, udah mau ngantor? Bukannya masih ada 5 hari lagi?
Josh : ah, rencananya sih emang pengen ngantor hari ini.
Hana : Aku bikinin teh dulu, ya…
Josh : Oh…boleh2…
Aku betul2 senang. Hana sudah mulai berusaha jadi istri sepenuhnya. Aku hanya memperhatikan Hana meracik teh untukku dari meja makan. Melihat bodinya yang hanya berbalut piyama tipis tanpa bawahan dari belakang membuat napsuku tiba2 naik. Setelah selesai meracik tehnya, Hana tak segera menghantarkannya padaku, ia hanya memegang cangkir berisi teh hangat itu dan tersenyum menggodaku dari meja dapur itu. Aku jadi makin ga tahan.Hana lalu meletakkan tehnya kembali ke meja dapur, lalu ia naik dan duduk di atas meja dapur dengan posisi kaki menyilang. Ia menumpu satu tangannya ke belakang dan tangan satunya mulai membuka kancing piyamanya satu persatu dari atas sambil senyum2 menggodaku. UAAAAAARRRHHH!!! Aku udah ga tahaaaaaaaaaaann!!! Akupun segera menyambar Hana! dan kayaknya hari ini musti bolos ngantor. Sisa cuti 5 hari ini akan kuminta kembali kepada bosku dan harus kugunakan sebaik-baiknya! horeeee…dan cerita dewasa diperkosa kawin paksa ini akan berlanjut ke cerita dewasa diperkosa part 2 nantikan terus update terbaru mengenai cerita cerita terbaru hanya di blog cerita dewasa ini!
Incoming search terms:
Categories: Uncategorized Tags: cerita, dewasa, Kawin, Paksa
Maria
Maria. Itu namaku. Kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan ketika aku berusia 11 tahun. Saat itu, aku benar-benar sendirian. Rasa takut dan kesepian menyerang hati dan pikiranku. Yang paling menyedihkan adalah, aku sama sekali tidak pernah dikenalkan ataupun berjumpa dengan kerabat ayah maupun ibu. Aku tidak pernah bertanya. Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Kami bertiga sangat bahagia.
Aku tidak ingat, bagaimana aku bisa sampai di panti asuhan itu. Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku. Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Enam bulan pun berlalu.
Pada suatu hari yang cerah, mendadak kami dibangunkan oleh Bunda Risa, salah satu pengurus di tempat kami.
“Ayo bangun, cepat mandi, pakai pakaian terbaik kalian, setelah itu kalian harus berkumpul di aula. Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa”, katanya sambil tersenyum hangat.
Dan aku pun bertanya, “Bunda, tamu istimewanya siapa sih? Artis ya?”
“Mungkin ya..”, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil.
“Karena dia adalah putra tunggal dari pemilik yayasan ini..”
Tak kusangka, pertemuanku dengan Erik Torian bisa mengubah hidupku, seluruhnya. Saat dia melewati barisan anak-anak yang lain, dia tiba-tiba berhenti tepat di depanku. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Dengan posisi membungkuk, dia mengamati wajahku dengan teliti. Temannya yang ikut bersamanya pun ikut memperhatikan diriku.
“Ada apa Torian? Apa kau kenal dengan anak ini?”, tanyanya.
“Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa.
“Sempurna” katanya dingin.
“Seperti boneka..”
Aku yakin sekali dia bergumam ["..boneka yang aku idam-idamkan"]
Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.
Sehari setelah kunjungan itu, Erik bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku.
“Halo.. Maria” Erik melemparkan senyum yang berbeda dari kemarin.
“Mulai saat ini, aku-lah yang akan merawat dan mengurus Maria. Kamu tidak harus memanggil aku ‘ayah’ atau sebutan lainnya, panggil saja aku Erik.”
Sambil mengalihkan pandangannya ke temannya, dia melanjutkan,”Nah.., ini adalah temanku, namanya Tomi.”
Akupun menyunggingkan senyuman ke arah Tomi yang membalasku dengan senyuman hangat.
Aku sama sekali tidak percaya bahwa ternyata Erik tinggal sendirian di rumah megah seperti ini dan masih berusia 24 tahun saat itu. Diam-diam, aku kagum dengan penampilan Erik dan Tomi yang sangat menarik. Berada di tengah-tengah mereka saja sudah sangat membuatku special. Erik sangatlah baik padaku. Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku. Dia sangat memanjakan aku. Tapi, dia juga bersikap disiplin. Aku tidak diperbolehkan untuk keluar rumah selain ke sekolah tanpa dirinya.
Empat bulan berlalu, rasa sayangku terhadap Erik mulai bertambah. Hari itu, aku mulai merasa bosan di rumah dan Erik belum pulang dari kantor. Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. Tepat jam 10.30 malam, aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi.
“Erik sudah pulang!!”, pikirku senang.
Aku pun berlari keluar kamar untuk menyambutnya. Tapi, di depan kamar Erik aku berhenti. Pintunya terbuka sedikit. Dan aku bisa tahu apa yang terjadi di dalam sana. Erik bersama seorang wanita yang sangat cantik, berambut panjang, kulitnya pun sempurna. Aku hanya bisa terdiam terpaku. Aku melihat Erik mulai menciumi bibir wanita itu dengan penuh nafsu. Tangannya meraba-raba dan meremas payudara wanita itu.
“Ohh..Erik”
Pelan-pelan, tangan Erik menyingkap rok wanita itu dan menari-nari di sekitar pinggul dan pahanya. Tak lama, Erik sudah habis melucuti pakaian wanita itu. Erik merebahkan wanita itu ke tempat tidur dan menindihnya, tangan Erik bermain-main dengan tubuh wanita itu, menciuminya dengan membabi buta, menciumi leher, menciumi payudara wanita itu sambil meremas-remasnya.
“Ohh..Eriik..” Aku mendengar desahan wanita itu.
Aku melihatnya. Aku tidak percaya bahwa aku menyaksikan itu semua. Tapi, aku tidak bergerak sedikit pun. Aku tidak bisa.
Erik pun membuka resleting celananya dan mengeluarkan ‘senjata’nya, kedua kaki wanita itu dipegang dengan tangan Erik dan Erik segera menancapkan ‘senjata’nya ke liang wanita yang sudah basah itu dengan sangat kasar. Wanita itu mengerang dengan keras. Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata. Hatiku terasa sakit dan ngilu. Tapi, aku tetap tidak bisa beranjak dari sana. Aku tetap melihat perbuatan Erik tanpa berkedip sambil berlinang air mata.
Erik masih melanjutkan permainannya bersama wanita cantik itu, dia menggerakkan pinggulnya maju dan mundur dengan sangat cepat. Teriakan kepuasan dari wanita itu pun membahana di seluruh ruangan. Sepuluh menit setelah itu, Erik terlihat kejang sesaat sambil mengerang tertahan. Erik pun menghela napas dan beristirahat sejenak, masih dalam rangkulan wanita itu. Permainan berakhir.
Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Erik dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Aku tidak mau bergerak juga, seolah-olah aku sengaja ingin ditemukan oleh Erik. Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. Dia membuka pintu dan melihat diriku mematung sambil menangis di sana. Dia memperhatikanku sejenak dan senyuman misterius itu hadir lagi.
Dia pun membungkukkan tubuhnya,
“Hey, tukang ngintip cilik. Aku nggak marah kok. Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Tapi, tidak saat ini. Ayo, aku temani kamu sampai kamu tertidur. Kalau kamu capek, besok bolos saja.”
Erik pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. Dan semalaman dia tidur sambil memelukku dengan hangat.
“Aku..aku..sayang Erik”
“Erik adalah milikku..hanya milikku seorang”
Pikiranku berputar-putar memikirkan hal itu. Tak lama, aku pun tertidur lelap.
Hari ini adalah ulang tahunku yang ke-14. Aku senang sekali, karena Erik telah mempersiapkan sebuah pesta ulang tahun untukku di sebuah hotel bintang 5. Ballroom hotel itu sangat indah, Erik mempersiapkannya secara spesial. Aku pun mengenakan gaun berwarna putih yang baru dibelikan Erik. Kata Erik, aku sangat cantik dengan baju itu, “Kamu cocok sekali dengan warna putih, sangat matching dengan warna kulitmu.. Dan lagi, sekarang.. kamu semakin cantik.”
Teman-teman perempuanku juga berdecak kagum melihat penampilanku saat itu.
“Kamu cantik ya Maria? Beruntung sekali kamu punya ayah angkat seperti Erik..”
Kata Sara, teman baikku sambil tertawa meledek. Sara melirik ke arah Erik yang sedang duduk di meja pojok bersama Tomi.
“Hey Maria, Erik itu ganteng banget ya? Temennya juga..” ujar Sara sambil tertawa kecil.
Aku pun hanya bisa tertawa, aku pun menetujuinya. Akhir-akhir ini, kami memang jadi sering membicarakan soal cowok. Mungkin karena puber. Tak lama, Aryo temanku yang sepertinya suka denganku datang, sambil menyerahkan hadiah, dia mencium kedua pipiku. Tanpa sadar pipiku bersemu merah.
Setelah pesta usai, Erik mengajakku istirahat di kamar hotel. Aku lumayan capek, tapi aku senang. Dan setiba di kamar, aku memeluk Erik sambil mengucapkan terima kasih.
“Terima kasih Erik..aku sayang sekali sama Erik..”
Erik pun membalas pelukanku sejenak dan kemudian melepasnya, dan dia memegang kedua lenganku sambil memandangku dengan serius. Aku pun merasa heran dan sedikit takut.
“..Erik? Kenapa? Marah yaa? Aku..melakukan kesalahan apa?”
Tanpa banyak bicara, Erik menggeretku ke tempat tidur, mencopot dasinya dan menggunakannya untuk mengikat kedua tanganku dengan kencang. Aku memekik dan mulai menangis.
“Eriik!! Sakit!! Kenapa??!!”
Dia melihatku dengan pandangan marah. Kemudian berteriak,
“Kenapa??!! Kenapa katamu?! Kamu itu perempuan apa??!! Masih kecil sudah kenal laki-laki!! Sudah kuputuskan! Kamu harus di hukum atas perbuatanmu barusan dan perbuatanmu 2 tahun yang lalu!!”
Deg. Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu.
“Erik marah..”, pikirku.
Aku pun merasa ketakutan. Aku takut dibenci. Aku tidak mau kehilangan lagi orang yang kusayangi.
Tiba-tiba, Erik menarik gaunku dengan sangat kasar sehingga menjadi robek. Aku berteriak.
“Ini akibatnya kalau jadi perempuan genit!!”
Erik menariknya lagi untuk kedua kalinya, pakaian dalamku semakin terlihat. Celana dalamku juga akan dilepasnya.
“Erriik!! Jangaan!!”, aku berteriak ketakutan.
Terlambat, aku sudah telanjang total. Hanya sisa-sisa gaunku-lah yang masih menyembunyikan bagian-bagian tubuhku sedikit. Erik melihatku dengan penuh nafsu. Nafasnya terdengar berat penuh dengan kemarahan dan birahi. Dia pun menahan tanganku yang terikat dan mendekatkan bibirnya ke bibirku.
“Aku harus menjadi orang pertama yang..”
Erik tidak menyelesaikan kata-katanya dan mulai melumat bibirku dengan sedikit kasar.
“Hmmphh..”
Untuk pertama kalinya aku merasakan ada getaran yang aneh pada tubuhku. Sensasi yang tidak pernah kurasakan sebelumnya.
Erik terus berlanjut menciumku, aku bisa merasakan lidahnya memijat lidahku. Aku pun mengikuti permainannya, sedikit takut, sedikit ingin tahu. Erik mulai meremas-remas payudaraku yang belum tumbuh seutuhnya.
“Ahh..”
Aku mulai menikmati getaran aneh pada diriku.
“Panas..badanku terasa panas..Erik..” pikirku dalam hati.
Erik melanjutkan ciumannya ke leher dan menggigitnya sedikit, remasan tangannya di payudaraku makin kuat.
“Ahh..!!” nafasku makin memburu.
Tiba-tiba Erik berhenti dan melihatku sambil tersenyum misterius.
“Hmm..kamu menyukainya bukan? Ya kan, setan cilik?”
Mukaku bersemu merah, tapi terlalu takut untuk berbicara, tubuhku bergetar hebat. Erik melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Aku terlalu malu untuk memandang wajahnya.
“Aku rasa, kamu sudah siap untuk permainan selanjutnya..”
Erik tertawa kecil, sedikit kemarahan masih tersisa pada dirinya. Erik kembali menciumiku, kali ini dia meremas payudaraku sambil menghisapnya.
“Hhh..!!”
“Tidak apa-apa..kalau Erik..tidak apa-apa.” pikirku.
Aku memejamkan mataku erat-erat ketika Erik mulai memasukkan ‘senjata’nya ke dalam diriku.
“Emm..” aku tidak berani bilang kalau aku merasa sakit.
Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar.
“Aaahh..!!”
Aku menjerit dan mulai menangis lagi. ‘Senjata’nya sudah memasuki diriku seutuhnya dan sakit yang kurasakan itu sedikit aneh, ada kenikmatan di dalamnya. Aku mulai sedikit meronta sambil berteriak. Tapi Erik menahanku dengan kuat. Erik menciumi diriku yang bergetar hebat dengan sedikit paksa. Bosan dengan posisinya, Erik membalikkan posisi tubuhku menjadi telungkup.
“Erriik..!! tidaak!!” aku sangat malu melakukan posisi itu.
Tetapi Erik tidak peduli dan melanjutkan kembali permainannya. Setiap kali tubuh Erik menghentak, aku menjerit sekeras-kerasnya. Erik melakukan gerakan menghentak itu secara teratur, dan tiba-tiba aku merasakan getaran yang sangat hebat dalam diriku, aku merasakan ‘liang’ku
menyempit karena otot-otot di tubuhku menjadi tegang. Aku pun berteriak lebih keras dari sebelumnya.
“Ohh..Maria.”
Aku merasakan tangan Erik meremas pinggulku dengan kuat. Tubuh Erik mengejang, dan cairan deras pun mengalir dari ‘liang’ku. Aku mendesah panjang. Tubuhku masih bergetar. Erik masih menindihku dan mulai menciumi punggungku.
“Hhhmm.. pilihanku memang selalu tepat”, gumamnya.
Aku memilih untuk diam. Erik bergeser ke sampingku. Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Tersenyum Erik mengecup kepalaku sambil mengelusnya.
“Maria, kamu adalah milikku seorang.. tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”
Erik memeluk tubuhku yang kecil dengan erat.
“Ya Erik..aku adalah milikmu. Aku akan melakukan apa saja yang kau perintahkan, asal kau tidak membenciku.” Aku masih terisak.
“Anak bodoh.. Aku tidak akan pernah membencimu Maria..”
Pelukan Erik semakin erat. Mukaku terasa panas. Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Erik.
“Terima kasih..Erik.”
Incoming search terms:
- ngentot boneka (19)
- Cerita sex dengan boneka (14)
Categories: Uncategorized Tags: Maria
Doraemon X Mesin Penambah Umur Ngentot Bagian 1
Doraemon X: Mesin Penambah Umur – 1
Serial kartun Doraemon sudah tak asing bagi anak-anak, remaja mapun orang dewasa sekalipun. Dalam serial kartun yang rutin muncul dalam layar televisi itu diceritakan tentang masalah keseharian yang dialami anak bernama Nobita dan selalu dibantu oleh Doraemon seekor kucing cerdas dari abad mendatang yang memiliki kantung ajaib dan berisi berbagai mesin aneh yang dapat memecahkan masalah Nobita. Dalam serial cerita saya, Doraemon X adalah cerita mirip aslinya tapi khusus untuk dewasa karena mengandung unsur sex.
*****
Pada suatu siang, Nobita pulang sekolah dengan wajah kusut dan perasaan kesal. Sesampai dikamarnya, Nobita melemparkan tas sekolah yang ia bawa tanpa melihat arahnya. Tanpa sengaja tas itu mengenai Doraemon yang lagi asyik tiduran diatas lantai. “Aduh.. Nobita ada apa sih pulang-pulang kok marah-marah gitu?”, tanya Doraemon sambil mengusap-usap kepalanya.
“Oh, maaf-maaf Doraemon, aku nggak sengaja!”, sahut Nobita dan meninggalkan Doraemon.
Sekesal-kesalnya Nobita tapi untuk urusan perut lapar, ia tak pernah tidak memperhatikannya.
Dengan perut kenyang Nobita kembali kekamarnya.
Bertemu muka dengan Nobita yang sedang murung, Doraemon kembali bertanya, “Ada apa kok murung terus? Apa ulanganmu jelek lagi? Apa dimarahi gurumu lagi?”.
“Kalau urusan ulangan jelek dan dimarahi guru itu biasa, ini lain”, jawab Nobita.
“Lalu ada apa?”, tanya Doraemon lagi.
“Ini soal uang. Teman-teman sepakat urunan 1000 yen per anak untuk tamasya ke pantai padahal tabunganku udah habis. Gimana dong, Doraemon?”, tanya Nobita.
“Ya nggak usah ikut!”, jawab Doraemon santai.
“Uhh.. malu dong sama teman-teman!”, kata Nobita dengan wajah melas.
“Eh, Doraemon punya nggak mesin untuk menghasilkan uang?”, tanya Nobita.
“Nggak ada mesin seperti itu, yang ada mesin-mesin untuk membantu orang memperoleh uang”, ujar Doraemon.
“Apa itu?”, tanya Nobita penasaran.
“Contohnya ini, Mesin Penambah Umur”, ucap Doraemon sambil mengeluarkan sebuah mesin dari dalam kantong ajaibnya.
“Bagaimana caranya dapat uang dengan mesin itu?”, tanya Nobita tak yakin.
“Dengan mesin ini umurmu bisa bertambah dan dengan bertambahnya umurmu kamu dapat memperoleh pekerjaan orang dewasa”, kata Doraemon.
“Bekerja? Malas ahh..”, ucap Nobita.
“Dasar kamu pemalas, mana bisa dapat uang kalau tanpa bekerja?”, tanya Doraemon dengan kesal.
Tapi Nobita tak menanggapi lagi ucapan Doraemon karena sudah tertidur tak tertarik dengan usulan Doraemon.
Malam hari setelah Nobita menyelesaikan tugas-tugas sekolah, dilihatnya mesin penambah umur yang diperlihatkan Doraemon siang tadi tergeletak di pojok kamar. Ia menjadi penasaran untuk mencoba mesin itu. Ia kepingin tahu wajahnya pada waktu dewasa nanti. Tak tahu cara mengoperasikan alat itu, dicarinya Doraemon. Doraemon yang sedang asyik menonton acara “Goyang Inul”, dari televisi ditarik paksa oleh Nobita kekamarnya.
“Ada apa sih gangguin aja?”, tanya Doraemon kesal.
“Ini gimana cara pakainya?”, tanya Nobita dengan menunjukkan mesin itu.
Setelah menerangkan caranya pada Nobita, Doraemon kembali keruang tengah menyelesaikan acara kesayangannya.
Khawatir diketahui orang tuanya, Nobita mengunci pintu kamar sebelum mencoba alat itu. Setelah memasang beberapa kabel ke keningnya, ia memutar saklarnya pada angka “15 tahun”. Lantas dipencetnya kenop yang ada di alat itu. Jleb.. sekarang Nobita sudah berubah menjadi pemuda berusia sekitar 25 tahunan. Segera ia lepas semua kabel dari keningnya, lalu mendekat pada cermin yang terletak didekat jendela.
“Wah, alat Doraemon hebat! Aku jadi pemuda ganteng..”, kagum Nobita pada dirinya sendiri.
Tak puas hanya melihat wajahnya saja, Nobita lalu melepas semua pakaiannya hingga telanjang.
Terus mengagumi dirinya sendiri Nobita tak sadar bahwa tetangganya yang baru saja pindah disamping rumahnya, melihatnya telanjang dari jendela kamar Nobita yang ada dilantai atas. Nyonya Michiko, tetangga Nobita adalah wanita berumur 29 tahun, istri seorang karyawan swasta dan telah 4 tahun menikah tapi belum dikaruniai anak. Melihat ada seorang pemuda dikamar Nobita, nyonya Michiko sedikit heran karena ia tahu bahwa Nobita anak tunggal. Keheranan nyonya Michiko terganti dengan rasa penasaran pada pemuda yang saat ini dilihatnya lagi telanjang.
Beberapa menit sudah berlalu tapi Nobita masih tetap belum puas memandangi dirinya sendiri dari cermin dimukanya. Secara tak sadar tangannya yang lagi mengusap lembut tubuhnya sendiri melewati daerah kemaluannya. Rangsangan ringan yang tak disengaja pada pemuda seusia Nobita saat ini membuat burungnya yang menggantung berubah mengeras dan berdiri. Tentu saja hal ini membuat Nobita agak kaget. Dipegangnya burung itu sehingga ukurannya makin lama makin besar dan semakin keras. Tegak berdiri pada ukuran maksimalnya, Nobita merasakan keenakan ketika mengusap burungnya. Usapan tangan dan sedikit remasan pada burungnya membuatnya lupa diri.
Muka Ny. Michiko menjadi merah melihat dengan jelas kejadian itu melalui jendela kamarnya. Merasa malu karena mengintip pemuda telanjang tapi segan menghindarinya karena desakan nafsunya juga sudah tinggi. Tak terasa tangannya sudah masuk berada dibalik kimononya, mengusap-usap permukaan celana dalamnya hingga agak basah. Tapi tak lama kemudian ia terpaksa harus menyudahinya karena kedatangan suaminya dari pulang kerja.
Nobita yang masih heran dan bingung dengan apa yang terjadi dengan dirinya tadi bergegas mengenakan kembali pakaiannya dan merubah kembali tubuhnya kebentuk semula ketika mendengar teriakan Doraemon mengajaknya makan malam bersama. Setelah membuka pintu kamar, ia segera keruang makan untuk bergabung dengan keluarganya dan Doraemon.
Dilihatnya Doraemon sudah melahap makanannya sambil berkata pada Nobita, “Cepat Nobita.., sebelum kuhabiskan semuanya! Nonton goyang Inul bikin perutku ikut lapar”.
Nobita yang khawatir nggak kebagian makanan, segera ikut bergabung.
Malamnya ketika Doraemon dan Nobita akan beranjak tidur, Nobita menyempatkan diri menghirup udara malam yang segar melalui jendela kamarnya yang terbuka. Tiba-tiba Nobita memanggil Doraemon yang lagi siap-siap berangkat tidur.
“Sini Doraemon.. ayo cepat sini!”, perintah Nobita.
“Ada apa sih?”, tanya Doraemon menuju ke jendela.
Tanpa komentar lagi keduanya langsung memelototi sebuah pemandangan yang menghebohkan.
Keduanya melihat tuan dan nyonya Michiko sedang asyik melakukan adegan panas.
“Apa sih yang mereka lakukan?”, tanya Nobita.
“Ssst.. ini lebih asyik dari goyang Inul!”, kata Doraemon sambil menarik Nobita menjauh dari jendela.
“Uhh.. Doraemon ada apa sih main tarik aja!”, ujar Nobita.
“Jangan ramai nanti mereka tahu kalau diintip. Pake ini aja, Mesin Teleskop Penembus Dinding! Cepat pasang yang ini ke jendela, kita tonton dari layar ini”, kata Doraemon sambil mengeluarkan sebuah alat dari kantong ajaibnya dan memberi arahan pada Nobita.
Ternyata yang dikatakan Doraemon benar. Dari layar kecil yang terhubung dengan kamera kecil terarah kerumah tetangga Nobita, mereka berdua dapat lebih jelas melihat apa yang dilakukan oleh tuan dan nyonya Michiko.
Terlihat Ny. Michiko dengan buasnya menunggangi suaminya sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya. Dengan bermandikan keringat tuan dan Ny. Michiko terus menggerakkan semua bagian tubuhnya hingga keduanya lemas terlentang diatas ranjang.
“Hehehe.. asyiik!”, ucap Doraemon.
“Apanya yang asyik?”, tanya Nobita tak mengerti samasekali.
“Nobita kamu masih kecil jadi ya belum mengerti soal begituan”, jawab Nobita.
“Soal begituan apaan?”, kejar Nobita.
“Huh, kalau kuterangkan aku yang capek, ini pake aja, aku mau tidur”, jawab Doraemon sambil menyerahkan sebuah alat mirip helm yang baru dikeluarkan dari kantong ajaibnya.
“Apa ini?”, tanya Nobita lagi.
“Itu adalah Mesin Kamasutra, udah pakai aja dikepalamu nanti kamu tahu sendiri, aku mau mimpi ngebor Inul”, jawab Doraemon lalu tidur.
Setelah naik keatas ranjangnya, Nobita mengenakan alat tersebut. Sebuah bayangan seakan-akan muncul didepan matanya. Bayangan-bayangan itu menerangkan perihal soal sex dan semua yang ditanyakan dalam pikiran Nobita dapat terjawab dengan jelas. Satu jam berselang dan Nobita mulai merasa ngantuk tapi ia masih enggan untuk mengakhiri penjelajahan dalam dunia sex yang baru saja dimasukinya. Merasa cukup iapun kemudian tertidur dengan masih memakai Mesin Kamasutra dikepalanya.
Dalam tidurnya, Nobita bermimpi bertemu dengan Shizuka, teman sekelasnya. Dalam mimpi itu Nobita dan Shizuka sama-sama telanjang dan sedang mandi dipantai yang sepi. Mereka berdua saling mendekatkan tubuh dan berciuman mesra sampai sebuah ombak yang datang menjatuhkan mereka berdua. Dengan saling berdekapan mereka terseret ombak hingga kepinggir pantai berpasir. Diatas pasir putih itu Nobita menindih Shizuka sambil terus bercumbu. Burung Nobita yang telah berdiri mengeras menancap pada liang kewanitaan Shizuka yang masih gadis. Berdua mereka membuat irama seiring desiran angin pantai. Saling menatap keduanya melepas hasrat yang telah sampai puncaknya.
Sementara itu Doraemon juga bermimpi melihat langsung Inul lagi menari dan berjoget didepannya diiringi alunan melodi dangdut. Dalam mimpi itu, Doraemon juga lagi bersiap-siap untuk memasukkan burungnya kedalam liang kewanitaan seorang wanita cantik yang telah berbaring terlentang dilantai tempatnya berdiri. Wanita itu memiliki wajah persis seperti Ny. Michiko tetangga Nobita.
“Ayo.. Doraemon cepat masukin!”, pinta wanita itu.
Entah dengan alat apa batang kemaluan Doraemon bisa menjadi mirip mata bor yang besar. Lalu dengan memencet sebuah tombol ditangannya batang kemaluan Doraemon bisa berputar layaknya mesin bor, ngiing.. itulah bunyinya. Pelan tapi pasti Doraemon memasukkan batang kemaluannya yang terus berputar kedalam liang kewanitaan wanita cantik itu. Ngiing.. keluar masuk batang kemaluan Doraemon mengebor liang kenikmatan wanita itu.
“Aaah.. terus Doraemon.. aahh.. sshh.. ohh.. bormu enak!”, teriak wanita itu keenakan sambil bergelinjang gelinjang liar.
Ke bagian 2
Cerita Panas Terbaru:
cerita x, doraemon ngentot, doraemon sek, cerita fanfic 17 tahun, cerita panas doraemon, cerita dewasa doraemon, vidio dora emon sex, cerita ngentot liar, cerita sex fan fiction, cerita seks doraemon
Cerita Seks Berhubungan:








