Pesta Seks Anak SMP Jakarta
Namaku Sonny, dulu sewaktu masih SMP ada beberapa teman wanita yang naksir denganku, maklumlah waktu itu aku bintang kelas di SMP tersebut, di antara perempuan-perempuan tersebut adalah Rere, Vinvin (nama samaran) yang ada hubungannya dengan ceritaku ini. Aku sekarang sudah bekerja di suatu perusahaan swasta di Jakarta yang kebetulan aku termasuk eksekutif muda. Nah, bulan mei 99 kemarin, aku ada meeting di Surabaya dan kebetulan hari itu ulang tahun Rere (Rere termasuk wanita yang lumayan tingginya 170, branya 36 dan bodinya itu tuch yang semok alias seksi montok). Sehabis meeting, aku iseng menelepon Rere dan dia mengundangku datang ke rumahnya. Kemudian aku langsung saja cabut ke rumah Rere, eh nggak tahunya di situ ramai juga teman-temennya yang datang, termasuk Vinvin. Acara pesta tersebut berlangsung sampai jam 9 malam. Di pesta tersebut Rere cerita kepadaku kalau minggu depan dia mau menikah terus Vinvin minggu depannya lagi, lalu Rere cerita masa-masa dia naksir aku terus sampai sekarang dia masih kangen berat. Maklumlah sudah 2 tahunan nggak jumpa. Kebetulan waktu itu komputer dia lagi ngadat. Nah kesempatan buatku untuk tinggal lebih lama. Langsung saja kucoba membetulkan PC-nya. Sementara di rumahnya tinggal Vinvin saja yang belum pulang dan orang tuanya juga nggak ada.
Pas sedang asyik mengutak-atik PC-nya, dia menungguku di sampingku dengan sekali-sekali melirikku, aku sendiri masih hati-hati mau menembak dia. Eh nggak tahunya si Vinvin main serobot saja. Dari belakang Vinvin langsung memelukku dan meng-kiss pipiku (Vinvin nggak beda jauh sama Rere, bedanya mata Rere kebiru-biruan sedikit dan lebih hitam dari Vinvin). Punggungku terasa ada benda kental yang bikin aku naik. Habis itu Vinvin membisikan kalau dia masih kepingin denganku, terus aku responin juga kalau aku kangen juga, terus kulumat saja bibirnya yang mungil kemerah-merahan itu. Vinvin langsung balas dengan penuh nafsu dan tetap memelukku dari belakang tapi tangannya sudah langsung menggerayangi penisku, dalam hati ini anak kepingin di embat nich. Aku lihat Rere disampingku bengong saja dan cemberut merasa kalah duluan. Terus Rere pergi sebentar, aku masa bodoh saja, kutarik si Vinvin ke pangkuanku dan bibirnya masih kulumat habis. Gila! nafsunya besar sekali! Setelah itu kualihkan dari bibir, kukecup terus ke bawah sambil tanganku meraba buah dadanya yang besar dan kenyal. Pas kukecup di belahan buah dadanya, Vinvin berteriak, Sstt aahh dan semakin kencang remasan tangannya yang sudah masuk ke CD-ku, kubuka saja bajunya terus branya sekalian. Kelihatan buah dadanya menggantung siap diremas habis. Dengan gemasnya kulumat habis buah dadanya sampai dia menggelinjang keenakan dan suara yang sstt sstt aahh… Setelah itu tanganku pindah ke CD-nya yang sudah basah, langsung saja kulepas roknya. Dia pun kelihatan bugil tapi masih pakai CD.
Cewek Anak SMP Cantik
Terus Rere datang dengan membisikanku bahwa kalau mau meneruskan di dalam kamarnya saja. Tanpa pikir lama-lama, langsung saja kugendong Vinvin sambil buah dadanya terus kuhisap ke dalam kamar Rere. Terus aku telentangi Vinvin di tempat tidur Rere, aku lihat Vinvin sudah pasrah menantang, langsung saja kubuka CD-nya, ehh ternyata bulu Vinvin rapi dan kecil-kecil, langsung saja kulepas celanaku sama CD-ku sampai aku bugil ria. Terdengar teriakan Rere kaget melihat penisku sepanjang 22 cm dan gede banget katanya sambil ngeloyor pergi meninggalkanku dan Vinvin. Aku tidak peduli lagi sama dia, langsung saja penisku aku arahkan ke vagina Vinvin, uhh seret banget, dan kulihat Vinvin menggigit bibirnya dan berteriak, Aakkhh eegghh… Kepalanya menggeleng ke kiri dan ke kanan sambil tangannya meremas seprei. Rupanya dia masih Virgin sehingga seret sekali memasukannya. Baru kepalanya saja Vinvin sudah teriak. Aku tahan sebentar, terus tiba-tiba langsung saja kusodok lebih keras, Vinvin langsung saja teriak kencang sekali. Masa bodoh, aku teruskan saja sodokanku sampai mentok. Rasanya nikmat banget, penisku seperti diremas-remas dan hangat-hangat basah.
Sambil menarik napas, kulihat kalau Vinvin sudah agak tenang lagi, tapi rupanya dia meringis menahan sakit, kebesaran barangkali yach? Setelah itu aku tarik penisku pelan-pelan dan kelihatan sekali vagina Vinvin ikut ketarik terus kepalanya geleng-geleng ke kiri dan ke kanan sama matanya terpejam-pejam keenakan sambil teriak, Sstt aahh sshh egghh… Sampai penisku tinggal kepalanya saja, langsung saja aku sodok lagi ke vaginanya sekeras-kerasnya, Bleesshh… Vinvin berteriak, aahh.. Kira-kira 5 menitan vagina Vinvin terasa seret. Setelah itu vaginanya baru terasa licin hingga semakin nikmat buat disodok, semakin lama sodokanku semakin kupercepat sampai Vinvin kelihatan cuma bisa menahan saja. Rupanya Vinvin kurang agresif. Terus kusuruh Vinvin menggerakan pantatnya ke kiri dan ke kanan sambil mengikuti gerakanku. Baru beberapa menit Vinvin sudah teriak nggak karuan, rupanya dia mau orgasme. Makin kupercepat gerakanku, akhirnya Vinvin berteriak kencang sekali sembari memelukku kencang-kencang, lama sekali Vinvin memelukku sampai akhirnya dia telentang lagi kecapaian tapi penisku masih menancap di vaginanya. Sekilas kulihat kalau Rere melihatku sambil menggigit jarinya, terus Rere mendekati kami berdua kemudian bertanya Bagaimana tadi? Aku senyum saja sambil penisku masih kutancapkan di vagina Vinvin, terus Rere duduk di tepi ranjang dan ngobrol kepadaku. Aku iseng, kupegang tangan Rere terus aku remas-remas. Tapi dia tetap diam saja. Setelah itu kutarik dia lalu kucium bibirnya yang ranum dan tubuhnya kutelentangi di atas perut Vinvin tapi penisku masih tetap menancap di vagina Vinvin, tidak ketinggalan kuremas-remas buah dada Rere sambil matanya terpejam menikmati lumatan bibirku dan remasan tanganku.
Sementara si Vinvin mencabut penisku lalu pergi ke kamar kecil dan jalannya sempoyongan seperti vaginanya ada yang mengganjal. Terus kubuka saja baju Rere sementara tangannya sudah merangkul tengkukku. Setelah itu kujilati saja buah dadanya sambil sekali-kali kuhisap sampai dia menggelinjang kegelian. Terus kuraba CD-nya. Rupanya sudah basah, nggak ambil peduli langsung saja kulepas seluruh celananya sampai Rere benar-benar bugil. Terus aku suruh Rere pegang penisku sampai muka dia kelihatan kemerahan. Rupanya dia belum pernah merasakan begituan. Setelah itu aku perbaiki posisinya biar nikmat buat menyodok vaginanya. Kemudian Rere bertanya kalau dia mau diapakan. Aku suruh Rere pegang penisku lalu kugesek kevaginanya. Dia tercengang mendengar kataku, tapi dia tetap melakukan juga. Sambil matanya terpejam, Rere mulai menggesek penisku kevaginanya, pas menyentuh vaginanya, dia kelihatan nyegir sambil mendesah-desah, Aahh…, sementara aku sibuk meremas-remas sambil menjilati buah dadanya yang semakin lama semakin mengeras dan kelihatan puting buah dadanya semakin munjung keatas.
Pelan-pelan kudorong pantatku sampai penisku menempel lebih kencang di mulut vaginanya. Rere diam saja malah semakin keras rintihannya, eh nggak tahunya Vinvin tiba-tiba saja mendorong pantatku sekeras-kerasnya secara langsung penisku kedorong masuk kedalam vagina Rere sedangkan Rere menjerit keras, aakkh sakit Sonny, apa-apaan kamu, sambil badan Rere menggeliat-geliat kesakitan sementara tangannya menahan pinggulku. Sedangkan Vinvin bilang ke Rere kalau sakitnya hanya sebentar saja, terus Vinvin malah mendorong lebih keras lagi sambil menarik tangan Rere biar tidak menahan gerakan pinggulku. Rere kelihatan menahan sakit sambil menggigit bibirnya. Sampai akhirnya masuk semua penisku. Rere kelihatan mulai mengatur nafasnya yang tersengal-sengal selama menahan tadi. Aku biarkan dulu beberapa menit sambil mencumbu Rere biar dia tambah naik sementara Vinvin yang masih bugil tadi melihat saja di samping tempat tidur sambil tertawa centil. Tidak lama Rere sudah mulai dapat naik lagi, malah semakin menggebu saja. Mulai kutarik penisku pelan-pelan terus kusodok lalu masuk agak kencangan sedikit, seret sekali. Tiba-tiba bell pintu berbunyi lalu Vinvin mengintip lewat jendela kamar lalu pakai bajunya yang panjang sampai lutut terus Vinvin ngeloyor pergi sambil ngomong, Nyantai saja, terusin biar aku yang nemuin, tahu gitu aku teruskan saja kegiatanku yang sempat terhenti, aku lihat Rere masih nyengir sambil kepalanya geleng kekiri dan kekanan terus pinggulnya digerakan pula mengikuti irama gerakanku. Rupanya vaginanya cepat basah dan mampu menelan penisku sampai penuh.
Sementara tanganku sibuk meremas buah dada Rere, aku terus menggenjotnya semakin cepat sampai dia mendesah-desah lebih keras terus tangannya meraba-raba punggungku lalu tiba-tiba kakinya dilipat ke atas pantatku sambil memelukku dan berteriak aagghh, kencang sekali hingga gerakanku tertahan dan terasa ada cairan hangat keluar dari vaginanya hingga menambah rasa nikmat. Rupanya dia orgasme beruntun, setelah pelukan dia mulai kendor. Aku teruskan lagi genjotanku pelan-pelan sambil mulai mencumbu dia biar naik lagi. Tidak lama dia sudah naik lagi terus aku ambil posisi lebih tegak sambil tanganku pegang pinggulnya dan tangannya memuntir-muntir putingku sambil tersenyum manis. Makin lama gerakanku semakin kupercepat sodokanku, waktu kudorong ke vaginanya aku keras-kerasi lalu kulihat Rere sudah mulai memejamkan matanya dan kepalanya geleng-geleng ke kiri dan ke kanan mengikuti irama genjotanku. Aku sendiri rupanya sudah mau orgasme, maka aku genjot lebih kencang lagi sampai vaginanya bunyi kencang banget, nggak lama aku mau keluar kutarik penisku biar ejakulasi di luar. Dia malah menahan pantatku biar nggak ditarik ke luar langsung saja kudorong lagi sembari kupeluk dia erat-erat sambil teriak, Aargghh.. eegghh.., kemudian Rere juga teriak lama sekali, aku ejakulasi di dalam vagina Rere sampai Rere gelagapan nggak bisa napas, kira-kira semenitan aku dekap Rere erat-erat sampai aku kehabisan tenaga, terus kucabut penisku dan kelihatan maniku sampai keluar dari vaginanya bareng darah perawannya yang sobek karena kerasnya serobotan penisku dibantu dorongan Vinvin yang keras dan tiba-tiba tadi.
Sementara itu Vinvin kedengarannya ngobrol sama seorang cewek, rupanya teman Rere itu ketinggalan dompet terus kebetulan Vinvin juga kenal sama dia, nggak lama kemudian Vinvin masuk ke kamar terus menanyakan aku, Mau kenalan nggak sama temanku? aku jawab, Masa aku bugil begini mau dikenalin, Cuek saja, lagian tadi aku sama dia sudah ngintip lu waktu sama Rere tadi, aku bengong saja terus Vinvin membisikan sesuatu ke Rere terus Rere mengangguk sambil tertawa cekikikan terus Rere membisikan kepadaku supaya aku nanti menurut saja, katanya asyik sich. Lalu Vinvin dan Rere yang cuma pakai selimut menemui temannya tadi terus diajak masuk sebentar ke kamar Rere sambil matanya ditutup pakai T-shirt Vinvin. Setelah itu Vinvin kasih isyarat ke aku biar diam saja sambil menuntun Christ (nama temannya tadi) supaya rebahan dulu di tempat tidur. Tentu saja Christ bertanya kalau ada apa ini. Lalu Vinvin bilang kalau entar pasti nikmat dan nikmati saja. Christ mengangguk saja lalu Vinvin menyuruh Rere pegang tangan Christ yang diangkat di atas kepalanya dan Vinvin meraba-raba sekujur badan Christ di dalam bajunya, tentu saja Christ teriak kegelian sampai akhirnya mendesah-desah keasyikan lalu Vinvin pindah posisi dari duduk di atas paha Christ beralih ke samping sambil kasih kode ke aku biar aku duduk menggantikan dia sambil tangan Vinvin dimasukan ke dalam bra punya Christ, aku menurut saja sambil mulai mengikuti Vinvin meraba-raba tubuh seksi Christ, sementara Christ kaget dan mulai meronta-ronta nggak mau diteruskan, aku yang sudah tanggung begitu langsung saja turun lalu menarik kaki Christ supaya posisi pantatnya pas di sudut tempat tidur kelihatan Rere mengikuti dan tetap memegang tangan Christ yang sudah mulai meronta dan berteriak-teriak Jangan, lalu Vinvin menutup mulut Christ dan melumat bibirnya sembari kasih kode ke aku biar diteruskan saja, langsung kubuka ritsluiting celananya dan kelihatan pahanya yang putih dan bentuk kakinya yang seksi membuat aku cepat naik, waktu aku mau peloroti CD-nya.
Christ malah meronta-ronta sambil kakinya menendang-nendang hingga aku kesulitan. Aku jepit kakinya dengan pahaku lalu CD-nya aku tarik paksa sampai di bawah lututnya terus aku berdiri sedikit buat melepas CD-nya tadi habis itu aku kangkangi pahanya sembari aku arahkan penisku yang sudah tegang berat ke vagina Christ yang ada di sudut tempat tidur itu. Setelah kepala penisku menyentuh mulut vaginanya, aku pegangi pinggulnya biar Christ agak diam nggak meronta-ronta supaya aku bisa menyodok dengan mantap, gerakan pinggul Christ sudah dapat aku tahan lalu aku cepat-cepat menyodok penisku sekeras-kerasnya ke vaginanya, sesaat kelihatan gerakan Christ yang berontak tertahan selama aku dorong masuk penisku tadi sampai mentok, seret banget dan masih agak licin, aku lihat Vinvin masih melumat bibir Christ sementara Rere melihat penisku yang sudah menancap 3/4 saja di vagina Christ tadi, setelah aku diamkan beberapa saat, aku tarik lagi penisku lalu kudorong masuk lagi sementara Christ kembali meronta-ronta menambah nikmatnya goyangan liarnya, lama-lama Christ mulai melemah rontanya dan mulai kedengaran desahan Christ, nggak tahunya Vinvin sudah nggak melumat bibirnya tadi. Mendengar desahan dan rintihannya itu bikin aku semakin ganas, tanganku mulai meraba ke atas dibalik T-shirtnya sampai menyentuh buah dadanya yang masih terbungkus bra. Lalu aku singkap bajunya ke atas terus Vinvin membantu membukakan bra Christ tadi sementara Rere sudah melepaskan pegangan tangannya dan Rere mengambil guling lalu memeluk guling itu sambil menggigit bibirnya sambil terus melihatku yang lagi ngerjain Christ dengan ganas, lalu Vinvin ke kamar mandi sementara aku semakin percepat gerakanku yang semakin keras sambil kuremas-remas dan kujilati puting buah dadanya yang sudah merah merona serta desahan dan rintihan Christ yang menambah nafsuku.
Rupanya rontaan Christ yang liar membuatku semakin cepat keluar, baru 5 menitan aku sudah nggak tahan lagi, aku dorong keras-keras sambil kupeluk Christ sekencang-kencangnya sampai Christ nggak bisa nafas tapi masih tetap menggoyang pinggulnya, aku ejakulasi 30 detik lamanya kemudian Christ gantian mendekapku sambil menggigit telingaku sembari melenguh menahan kenikmatan yang baru dia rasakan, sementara penisku yang masih di dalam vagina Christ terasa hangat karena cairan yang keluar dari vaginanya tadi. Christ orgasme sampai 15 detik lalu aku terkulai lemas di samping tubuh Christ lalu Vinvin kembali ke tempat tidur lagi dan kami berempat pun terdiam tanpa ada yang berbicara sampai tertidur semuanya.
Cerita Panas Terbaru:
cerita seks anak SMP, cerita panas anak smp, cerita panas anak abg, sex jakarta 17, cerita panas smp, cerita anak smp, cerita dewasa smp, Cerita seks smp, cerita dewasa anak smp, cerita smp
Cerita Seks Berhubungan:
- Pesta Seks Murid baru Anak SMU
- Ngentot Dengan Cewek Cirebon Cerita Seks Anak Kost Dokter
- Kisah Nyata Pesta Seks Anak Inde Kost
Incoming search terms:
Categories: Uncategorized Tags: Anak, Jakarta, Pesta, seks
cerita dewasa waktu kecil
cerita dewasa waktu kecil ini dimulai pada suatu hari berikut cerita dewasanya: Ohhh kamu ya Wir tante kira siapa siapa mari silahkan masuk. Tapi mulya ga ada. Barusan aja berangkat ke Surabaya ama Bapaknya” Sambut seorang wanita ketika membuka pintu rumahnya. Pagi itu setelah olah raga pagi. Iseng saja aku mampir ke rumah mulya, salah seorang temanku yang rumahnya juga tidak terlalu jauh dari rumahku. Hitung-hitung cari teman karena subuh tadi kedua orang tuaku juga ada acara ke Jakarta, seminggu malah. Acara kmulyar katanya. “Oo, mulya emang liburan di Surabaya ya tante?” tanyaku basa basi. Padahal kemarinnya juga aku tahu kalo temanku tu mau ke Surabaya menghabiskan liburan semesteran di sana. “Iya. Lho mulya nggak bilang ta?” jawab wanita itu. Aku hanya tersenyum. “Iya tante, aku cuman mau ngopy game di komputernya mulya, kalo boleh.” Jawabku mencari alasan. “Ooo, gitu ta.. itu lho kamu langsung aja ya, aku nggak tau” ujar wanita itu yang tidak lain adalah bu teguh, ibu salah seorang teman sekolahku. Aku segera masuk ke dalam rumah itu. Aku memang sudah hafal betul dengan rumah itu. Maklum aku sering bermain di sana. Segera aku menghidupkan komputer yang ada di ruang tengah. “Ta tinggal ke dapur ya” ujar bu teguh sambil berlalu. Kupandangi wanita itu berjalan sampai menghilang di balik pintu. Entah kenapa di usia yang masih sangat dini itu aku sudah menyukai lawan jenisku. Aku juga nggak tahu kenapa dadaku selalu berdegup kencang dan darahku seakan mengalir lebih cepat bila melihat wanita cantik. Dan yang lebih aneh lagi, kemaluanku sering kali menegang. Aku lebih suka dengan wanita yang usianya jauh di atasku bahkan tidak jarang ibu-ibu, mungkin karena tubuhnya sudah terbentuk lain dengan teman sebayaku. Nah, bu teguh ini termasuk salah satu favoritku. Wajahnya lumayan cantik. Kulitnya tidak putih tapi body nya amohay. Tidak langsing sih tapi juga tidak gemuk. Tapi yang menjadi perhatian adalah buah dada nya yang montok alias besar.
“Permisi” terdengar suara wanita dari pintu depan yang membangunkanku dari lamunan. Tak lama kemudian bu teguh keluar dan menemui temannya di ruang tamu. Tampaknya mereka bertengkar. Tamu yang ku ketahui namanya bu Sri terlihat marah-marah ke bu teguh. Aku sendiri berusaha tidak mendengarkan sambil sibuk mengutak-atik komputer. Tak lama kemudian bu Sri terlihat pulang tetapi masih dengan marah-marah. Bu teguh hanya terus meminta maaf kepadanya. Merasa nggak enak aku ingin segera pamit. Setelah mengantar bi Sri keluar, bu teguh duduk di sofa tengah sambil menghela nafas panjang. Tanpa kuminta, wanita itu menceritakan kalau ia terbelit hutang pada bu Sri untuk membeli perhiasan. Awalnya sih cuman 400ribu, tapi sekarang malah jadi sejuta lebih, gerutunya. “Mungkin, pak teguh harus tau. Tapi dia pasti marah besar” gumam bu teguh. “Eh, maaf ya, malah cerita ke kamu Wir.. sudah game nya?” sik ya ta buatin minum. Aku hanya diam melihatnya berlalu. Kasihan juga wanita ini. Salahnya juga membeli barang ke rentenir. Tapi aku meraa sangat iba kepadanya, aku ingin sekali membantunya.tapi gimana caranya? Kulihat secarik kartu nama di atas sofa. Di sana tertera nama Bu Sriyatun, yang pasti wanita itu tadi. Lengkap dengan alamat dan nomor teleponya. Tak lama kemudian wanita itu muncul membawa segelas the hangat.
Setelah minum teh, aku segera pamit. Entah kesambet darimana, aku akhirnya menuju alamat bu Sri yang sebelumnya mampir ke ATM untuk mengambil uang. Aku mengaku keponakan bu teguh dan segera membayar semua hutangnya pada bu Sri itu. Jumlahnya lumayan, total Rp. 1.400.000,-. Untung aja uangku cukup. Setelah itu aku langsung pulang, kuitansi pembayaran kata bu Sri akan dikirim ke rumah bu teguh.Sore sekitar pukul setengah empat, aku terbangun oleh suara telepon rumah yang berdering. “Halo, bu Edy ada?” tanya suara itu. Aku menjelaskan kalau orang tua ku sedang ke Jakarta. “Dari siapa? Tanyaku balik. “Ini Wira ya? Ini bu teguh, mama mu nggak ada ya?” tanya lagi. Aku juga heran kenapa wanita itu yang notabene juga terhitung tetangga langsung menutup teleponnya.
Beberapa saat kemudian bel rumah yang berbunyi. Ternyata bu teguh yang datang. “Kamu sendirian di rumah? Tanya wanita itu langsung masuk tanpa kusuruh. “Iya, papa mama ke jakarta, kebetulan bi Inah juga mudik” jawabku sambil duduk. “Eh, kamu ta tadi yang ke bu Sri? Tanya wanita itu sembari duduk di sebelahku. Aku mengangguk menahan kaget karena dia langsung duduk di sampingku. “Trus kalo mamamu tau” tanyanya. Aku menjelaskan padanya kalo mamaku juga nggak tau kalo aku punya tabungan itu, jadi aman. Wanita itu sangat berterima kasih padaku dan berjanji kalo punya uang, ia akan membayarnya. Kemudian ia pamit pulang. “Eh, ntar malem kamu nginep di rumah aja wir” ujar bu teguh sebelum keluar dari pintu. “Di rumah juga sepi, pak teguh baru pulang dua hari lagi. Gimana?” tanyanya. Aku bingung mau menjawab. “Gini wis, nek iya nanti kamu telp aku dulu ya!” ujarnya. “Enak-enak, kalo nginep dirumah” ujarnya kemudian pulang.
Waktu baru menunjukkan jam 7 malam, aku cukup merinding di rumah sendirian. Akhirnya ku pertimbangkan ide untuk tidur di rumah bu teguh walaupun sebenarnya aku malu. “Halo” Eh, maaf bu, ini Wir, eee… anu bu.. saya” ujarku terputus-putus. Wanita itu menyambut baik. Malahan ia menyuruhku untuk lewat pintu samping belakang soalnya pintu ama pagar depan rumahnya sudah terlanjur dia kunci. Setelah kukunci semua pintu, aku melangkah menuju rumah wanita itu. Dengan ragu kuketuk pintu yang ada di samping belakang rumah itu. “Kamu wir??” terdengar suara dari balik pintu sebelum pintu itu terbuka. Aku segera masuk ke rumah tersebut. Ternyata ia sudah menyiapkan makan malam untukku. “Maem yang banyak ya, aku mau melanjutkan nata lemari” ujarnya sembari menuju masuk kamarnya. Setelah menghabiskan makanku aku segera menuju ruang tengah dan menyalakan TV. Tak lama kemudian bu teguh muncul dan duduk di sebelahku. “Akhirnya selesai juga” gumamnya seraya mengusap keringat di kepalanya. “Wuh, sumuk pol! Ganti baju dulu ae” ujarnya sendiri lalu melangkah masuk ke kamarnya.
Beberapa saat kemudian ia muncul dengan mengenakan daster tanpa lengan berwarna merah marun dan kembali duduk di sofa panjang tempat aku duduk. Ia lalu mengikat rambutnya yang sebahu dengan karet. Tanpa sengaja aku melihat gerak gerik wanita itu. “Heh, liatin apa!” hardik bu teguh yang mengagetkanku. “Eh, anu.. eh.. ketiaknya bu teguh kok banyak bulunya” jawabku seadanya. “He, iya. Belum dicukur he.. ya iya lah.. nanti kamu juga gitu, kalo udah dewasa” jelasnya. Aku hanya mengangguk. “Eh kamu udah sunat wir?” tanyanya. Aku menggeleng. “Iya nanti, kalo kamu udah sunat, trus kamu mimpi basah, itu berarti kamu dah gede” ujarnya. “Mimpi basah??” gumamku. Beberapa bulan terakhir ini sebenarnya ada kejadian aneh pada diriku. Aku sepertinya mengompol tapi yang kukeluarkan bukanlah air kencing seperti biasanya, tapi sesuatu yang lengket dan berbau aneh. Warnanya putih seperti bubur kanji. Karena takut, aku tidak menceritakannya pada orang lain.
“Iya mimpi basah wir, kayak ngompol tapi bukan ngompol, emang kamu pernah ta? Tanyanya sembari menoleh kepadaku. Aku menggeleng. “Nggak pernah bu” jawabku berbohong. “Iya pun ga papa wir, itu normal kok. Semua laki-laki akan gitu, tapi iya sih kamu kan belum sunat” ujarnya.”kalo bukan pipis, apa yang keluar? Tanyaku pelan memberanikan diri karena aku juga penasaran. Wanita itu tersenyum. “Yang keluar air mani wir. Nah, air mani itu mengandung sperma” jelasnya. “Air mani??” gumamku. “Iya air mani, eh kamu dah pernah paling..kok nanya-nanya” tanyanya balik. “Enggak kok bu, nggak” jawabku cepat. “G usah bohong..” ga papa kok, ga usah malu” timpalnya. “Sebenarnya iya sih, tapi saya takut” jawabku pelan dengan kepala tertunduk. “Nggak perlu takut wir, iu wajar kok. Tu berarti kamu dah dewasa wir” katanya sambil tangannya mencubit hidungku ringan. “Dewasa??” gumamku pelan. “Iya dewasa wir” timpal bu teguh. Kemudian wanita itu memandangiku dan sesaat kemudian terlihat senyuman tersungging di bibirnya. Aku tidak mengerti apa maksudnya. Kemudian ia duduk tepat di sebelahku bahkan berdempetan denganku.
Bu teguh lalu memegang tanganku dan dibelainya. “Makasih ya wir, kamu baik sekali ama aku” gumamnya. Wanita itu mengingatkanku tentang pembayaran hutangnya tadi siang. Entah apa yang kurasakan saat itu. Yang jelas sentuhan tangannya membuat darah di tubuhku mengalir lebih cepat dan seakan-akan mengumpul di kemaluanku yang langsung menegang. Nafsuku semakin menggelora apalagi ketika wanita itu mencium tanganku dan mengelus-eluskannya ke pipinya yang terasa lembut. Hasratku semakin menjadi-jadi seakan tak peduli kalau wanita itu adalah ibu dari temanku. Entah setan mana yang merasukiku, spontan saja aku mencium pipi kiri wanita itu. Wanita itu terhenyak dan langsung menoleh ke arahku dengan pandangan yang tajam. Melihat reaksinya aku langsung takut dan merasa sangat bersalah. “Ma.. ma..af bu” gumamku pelan sambil menundukkan wajahku. Kemudian bu teguh menyentuh daguku dan mengangkatnya seakan ia ingin aku melihatnya. Kulihat wajah wanita itu tersenyum yang sangat melegakan hatiku sebagai tanda kalau ia tidak marah dengan perbuatan nekadku tadi. “Eh yang kanan belum wir” ujarnya sambil seperti menyodorkan pipi kanannya. Aku hanya diam karena takut. “Lho kok malah takut?? Tadi kamu malah curi-curi ngesun, sekarang dikasih malah ga mau?!” ujarnya lagi. “Hayo mau apa nggak, ntar malah aku nggak mau lho??” tanyanya setengah menggoda. “Mau, aku spontan menjawab dan langsung mencium pipi kanan wanita itu. “Nah gitu dong..itu namanya dah gede! kamu suka wir??” Tanya bu teguh. Aku mengangguk pasti. Tanganku segera membetulkan posisi kontolku yang langsung berdiri mengeras setelah tadi mengecil ketika takut kalau-kalau wanita itu marah padaku. Kedua mata bu teguh menangkap basah gerakan tanganku. “eeee… kontolmu berdiri ya???” Tanya wanita itu sambil mencubit hidungku. Aku menggeleng berbohong tapi wanita itu sepertinya tidak percaya, terlihat dari senyumannya. “Kamu dah sering onani ya?” tanya bu teguh kemudian. “onani???” apaan tuh?? Pikirku. Aku hanya menggeleng. “Ah masak… nggak usah bohong deh…” kejar wanita itu sambil mencubitku. Kini perutku yang jadi sasaran. “Onani itu apa bu? Tanyaku balik. “Trus kalo kontolmu berdiri kayak gitu kamu ngapain?” lanjutnya. Aku hanya menggelengkan kepalaku menjawab pertanyaan wanita itu. Sejenak ia terdiam.
“wir, aku punya sesuatu buat kamu tapi kamu harus janji tidak menceritakannya pada siapapun juga. Bisa wir??” tanya bu teguh sambil menatapku yang tidak mengerti apa maksud perkataannya. “Janji ya wir???!” ujarnya lagi. Aku hanya mengangguk tanpa mengerti maksudnya. Lalu wanita itu berdiri tepat di depanku. Dengan sigap ia melepas daster yang dikenakannya. Aku terkejut sekali melihat pemandangan yang baru pertama kali itu kulihat dalam hidupku. Wanita itu berdiri di depanku dengan hanya mengenakan BH dan CD saja. Belum aku menenangkan diri, wanita itu kemudian melepas BH yang dipakainya dan tersembulah buah dada wanita itu yang lumayan besar meski sudah agak turun. Tidak hanya itu, wanita itu lalu melorotkan celana dalam yang dipakainya sehingga ia benar-benar telanjang bulat di hadapanku. Pandanganku tertuju pada bagian bawah perutnya yang ditumbuhi bulu yang lumayan banyak. Sesaat wanita itu sibuk merapikan rmbutnya dan mengikatnya dengan karet.Lalu bu teguh menghampiriku dan mengulurkan tangannya seakan menyuruhku untuk berdiri. Ia langsung berusaha melepas celana pendek yang aku pakai.
Anehnya aku hanya diam saja waktu ia melorotkan celanaku sehingga kemaluanku yang waktu itu tidak begitu besar langsung tersembul keluar, berdiri tegak lengkap dengan kulupnya. Maklum kala itu aku masih belum sunat. Tanpa banyak bicara wanita itu lalu menarik kulup t*t*tku sehingga bagian dalam kepalanya yang berwarna kemerahan tersembul keluar. Aku seperti terhipnotis ketika bu teguh langsung menjilati lat pipisku yang sangat keras itu. Terasa sangat geli dan enak. Nafasku mulai memburu. Apalagi ketika ketika mulut wanita itu mengulum kepala kontolku dan memainkannya dengan lidahnya. Aku sangat menikmati permainannya. Beberapa saat kemudian wanita itu bangkit. “ayo gentian” gumamnya kemudian duduk di sofa. Kedua kakinya dibuka sehingga pangkal pahanya terlihat jelas. Itu pertama kalinya aku melihat bagian paling sensitive dari seorang wanita yang usianya jauh di atasku. “Ayo dong wir, jangan diliatin aja” perintah wanita itu. Aku langsung mendekatkan wajahku kea rah nagian kewanitaannya dan menciumnya. Baunya khas sekali dan sangat merangsang.
Bentiknya juga indah sekali seperti lipatan-lipatan daging. Aku semakin bernafsu menjilatinya. Kurasakan semakin lama memek wanita itu semakin basah oleh lender. Nafas wanita itu mulai ngos-ngosan. Mulutnya mendasis dan meracau seperti orang kepedesan. Sesekali tangannya mengusap-usap kepalaku. Entah insting dari mana, aku ingin sekali memasukkan kontolku ke dalam lubang itu. Aku lalu berdiri dan mengarahkan kontolku ke memeknya. “Iya wir, ayo masukin” gumam wanita itu sambil meraih batang kemaluanku dan dirahkannya dengan tepat. “dorong wir” gumamnya. Dan dengan sekali dorong , “bleshh” batang kemaluanku terbenam dalam liang memek bu teguh. Aku rasakan kemaluanku bagai dihimpit sesuatu yang hangat, basah dan berdenyut. Sensasi yang luar biasa. Sadar dengan aku yang masih belum tau apa-apa. Wanita itu mulai menggoyangkan pinggulnya yang terasa semakin nikmat. Aku makin mengerti. Pelan aku mengimbangi gerakannya dengan menggoyangkan pinggulku maju mundur yang makin lama semakin cepat. “Iya wir gitu… sssttsss… ayo dre… ohhh” mulut bu teguh semakin meracau. Ia kemudian hanya diam seperti menikmati kontolku yang mengocok-ngocok kemaluannya.
Gerakanku makin cepat. Tapi belum 1 menit aku merasa ingin pipis. Kucoba kutahan tetapi aku tak kuasa. Takut akan kenapa-kenapa segera kutarik keluar t*t*tku ketika semuanya seperti mengumpul di kepala kontolku. Secara reflek ku pegang kemaluanku sendiri dan tidak mengarahkannya ke wanita itu. akhirnya…ooooohhhhh “cret… cret… crettt… crettt…” kontolku menyemburkan cairan banyak sekali diiringi dengan kenikmatan tiada tara. Aku sampai merem melek karenanya. Wanita itu bangkit dan meraih kontolku dan mengocoknya. “enak wir??” Tanya wanita itu dengan suara parau. Aku mengangguk sambil menikmati sisa-sisa kenikmatanku. Tubuhku terasa lemas sekali. Seluruh tenagaku seperti habis terkuras. “Kok dikeluarkan di luar sih? Di dalem kan enak” gumam bu teguh lagi. Ia lalu menjelaskan bahwa yang kualami tadi adalah klimaks, dan yang ku keluarkan adalah air mani yang di dalamnya terkandung spermaku. Kulihat air maniku berceceran banyak sekali di lantai dan sofa rumah itu. Putih kental seperti yang kukeluarkan pada waktu mimpi basah.
“Tante juga enak??” tanyaku akhirnya bersuara. “iya enak tapi aku belum keluar kamu dah keluar dulu, ga jadi deh” jawab wanita itu. “eh habis ini lagi ya?! Aku juga pengen kluar” ajaknya sambil membersihkan cairan spermaku dengan dasternya. Kemudian ia mengajakku ke dalam kamar. Kami melakukannya lagi. Ia juga mengajariku berbagai macam gaya bercinta dan cara menahan klimaksku. Hamper 1 jam aku dan wanita itu saling memacu birahi dalam permainan yang penuh kenikmatan. Tak peduli keringat dan tenaga yang keluar, yang penting nikmat. Di permainan yang kedua aku juga beberapa kali berhasil membuat wanita itu mencapai puncak kenikmatannya. Sampai akhirnya kemaluanku memuntahkan air maniku untuk kedua kalinya. Tapi kali ini di dalam lubang memek wanita itu yang rasanya jauh lebih enak daripada yang pertama tadi. Lalu kami berdua tidur kelelahan.hehehe cerita dewasa waktu kecil ini akan berlanjut ke cerita dewasa setelah dewasa part 2 jadi selalu setia di blog cerita dewasa ini
Incoming search terms:
- Ngentot bu teguh (6)
- Cerita panas Waktu kecil (5)
- ngentot belum sunat (3)
- ngentot dgn dua wanita ibu tetanggaku dan temanya (3)
- Ibu teguh yang hot (3)
- Mama kaget lihat burungku disunat jadi pingin (3)
- cerita dewasa belum sunat (2)
- cerita bokep minum kencing mamaku nikmat (2)
- cerita sex dg anak yg masih belum sunat dan belum bisa keluar sperma (2)
- Cerita bokep ganti pakaian diruang ganti kaget mama masuk (2)
Categories: Uncategorized Tags: cerita, dewasa, kecil, waktu
Cerita Dewasa Kawin Paksa
Cerita Dewasa kali ini menceritakan kisah seks kerana kawin paksa, seorang remaja putri yang terpaksa menuruti permintaan orang tuanya! dia menikah dengan sahabatnya sejak kecil namun bukan sahabat deket tapi mereka bermusuhan dari kecil, berikut cerita dewasannya yang berawal dari pertikaian kecil silahkan simak cerita berikut ini :
“Wee Jangan ngikutin aku terus kenapa sih!!!”
“Ge eR banget lho jadi cewek, orang mobilku parkir didepan sana”
Sejenak aku terlibat perang mulut di halaman parkir suatu Mall dengan seorang wanita muda yang sebenarnya sudah jadi temanku sejak kecil. Bahkan ayah kami teman akrab. Cuma dari dulu aku dan dia kerjanya beranteeeem mulu. Trus selalu bersaing di hampir semua bidang. Sama2 stubborn. Ga ada yang mau ngalah. Oh iya, cewe yang kumaksud namanya Hana. Umurnya 22 tahun, sama denganku dan juga bekerja di perusahaan yang sama denganku.
Orangnya Cantik, manis, dan kulitnya juga putih bersih. Dulu aku ngeledek dia dengan julukan “Papan gilesan”, abis bodinya datar banget. Tapi semenjak SMA, aku ga bisa lagi ngejulukin dia kayak gitu lagi. Soalnya bodinya jadi montok sana sini. Bahkan kalo ngeliat sekilas aja, rasanya bedilku langsung naik. Padahal kalo dulu, pengen ngeliatpun nggak.Tapi biarpun gitu, sebenarnya aku sudah lama juga memendam rasa cinta ke Hana. Tapi dasar apes, aku telat beberapa langkah. Dia sekarang pacaran sama Yota, yang notabene adalah musuh gengku waktu SMA dulu. Kayaknya poin yang bikin aku kalah saing adalah, Yota itu ortunya tajir abis. Biarpun ortuku juga lumayan tajir, tapi tetap aja ga setajir ortunya Yota. Dan kelihatannyanya, Hana juga ga ada nyimpan perasaan apa2 buatku. Tapi tetap aja aku ga bisa ngilangin rasa cintaku ke dia.
Tapi suatu hari, ada peristiwa yang benar2 merubah hidupku dan Hana. Ayahnya Hana tiba2 jatuh sakit, dan lumayan parah. Sudah dibawa berobat sana-sini, tetap aja kondisinya tak membaik. Kabarnya karena komplikasi. Dan akhirnya sampai pada suatu saat Om Santo (ayah Hana) seperti sudah berada di ujung nyawanya. Seluruh keluarganya larut dalam haru. Hana, ibunya, dan adik2nya. Bahkan keluargaku yang ikut menjengukpun juga. Aku hanya bisa terdiam dan turut sedih melihat kondisi om Santo. Soalnya orangnya sudah begitu baik padaku bahkan sejak aku kecil dulu.
Om Santo (OS) : Papa udah ga kuat lagi, Ma…!
Tante Santo (TS) : Papa jangan ngomong gitu, dong Pa…Mama juga ga kuat jadinya.
OS : Tapi bener2 sakit rasanya, Ma…kayaknya waktu Papa udah ga lama.
Hana : Papa jangan ngomong gitu, dong. Hana belum siap pisah dari Papa.
OS : Ah, Hana. Manusia pasti akan mati, toh. Tapi paling tidak, kamu mau, kan mengikuti satu aja permintaan Papa. Jadi kalo papa pergi pun sedikit ringan jadinya.
Hana : Apa permintaan Papa? Hana pasti turutin, kok.
OS : Janji?
Hana : Janji, Pa!
OS : Menikahlah dengan Joshua (aku…)!
Hana kaget buka kepalang. Apalagi aku!. Bahkan sepertinya semua orang di ruangan itu ikut kaget.
Hana : Tapi, pa! Hana, kan…
OS : uups…kamu, kan udah janji bakal nurutin semua keinginan Papa. Papa sudah dari dulu ingin menjadikan Joshua sebagai menantu Papa. Orang yang bakat gantiin papa ngurusin kamu. Kamu mau, kan, Josh!
Josh : Eeemm…anu…Kalo memang itu keinginan terbesar Om, aku pasti nurutin, kok Om!
OS : hoo…bagus lah…
Kulihat Hana hanya tertunduk sambil menangis. Aku bisa paham kalau dia tidak menginginkan hal ini. Tapi mau bagaimana lagi. Ini permintaan terakhir Papanya. Kemudian Om Santo tertidur karena lelah. Kami semua disuruh perawat untuk keluar ruangan agar Om Santo bisa lebih santai. Di luar, keluargaku dan keluarga Hana tampak merundingkan hal tadi. Sementara terjadi perbincangan antara aku dan Hana.
Hana : Josh! Aku sama sekali ga mau nikah sama kamu! Ini cuma karena Permintaan terakhir papaku aja! Jadi jangan harap aku bakal jadi cinta sama kamu
Josh : Hoi hoi…emangnya aku mau nikah sama kamu!! Aku mau juga karena Om Santo yang minta!
Hana : Oke!! jadi kalo gitu setelah 4 bulan Nikah, Aku bakal Minta cerai sama kamu! Kalo perlu langsung talak tiga!
Josh : (Kaget…) Terserah!!!
Sebenarnya aku langsung uring-uringan mendengar permintaan Hana. Padahal kesempatan hanya satu kali ini. Aku bisa bersatu dengan orang yang kucinta. Aku harus segera menyusun rencana agar Hana tidak lepas dariku.Suasana jadi sedikit kacau. Aku dan keluargaku sibuk mempersiapkan segala keperluan pernikahan. Sedangkan Hana bertengkar dengan Pacarnya. Tapi setelah dia menjelaskan rencananya, keadaan mereka kembali mereda.
Pernikahanpun dilakukan didepan Om Santo yang kondisinya semakin memburuk, dengan harapan, hal ini akan membuat kondisinya membaik. Selama akad nikah dan resepsi, Hana sama sekali tidak tersenyum. Padahal aku sudah menyuruhnya senyum, soalnya takut ga enak diliat tamu, tapi dia ga peduli. Anehnya, setelah pernikahan kami, kondisi Om Santo naik drastis. Sekarang bahkan sudah bisa duduk dan memberi restu kepada kami.Tiba malam pertama, Malam yang kutunggu-tunggu berikut cerita dewasa malam pertama kami.
Hana : Iiiiihh…Apaan sih nempel-nempel…sana!!!
Josh : yeee…kamu yang apaan! kita ini kan suami istri…Jadi kalo malam pertama gini ya lakukan yang selayaknya suami istri lakukan.
Hana : Ih!! Ga sudi!! Eh, ingat ya…kita ini cuma nikah pura2. Toh ga lama aku bakal cerein kamu!
Aku tidak mendengarkan ucapannya. Aku tetap memaksanya melayaniku, tapi dia juga bersikeras menolak. Akhirnya aku kesal lalu pergi keluar kamar. Aku hanya duduk di balkon sambil merokok. Hal ini sudah berlangsung selama seminggu. Om Santo sudah pulang ke rumah. Tapi kali ini dia menginap dirumahku, biarpun hanya bisa berada ditempat tidur saja. Karena menganggap Om Santo lebih berpengalaman, akupun minta Advise om Santo. Aku menceritakan semua keluhanku. Dan Om Santo yang sekarang kupanggil Papa juga memberiku berbagai saran yang sebenarnya sudah kulaksanakan tapi tetap tak berhasil.
Josh : Pa…kalo aku sedikit kasar sama Hana gimana?
OS : eh, jangan! Ga boleh kasar sama Istri!
Josh : Bukan gitu Pa. Maksudnya kalo aku sedikit lebih maksa dengan sedikit kenekatan gimana?
OS : Tapi kamu ga sampe ngelukain istri kamu, kan?!
Josh : Ya ga lah Pa!
OS : Oke…terserah kamu lah, Nak…Yang penting nantinya dia bisa dekat sama kamu.
Josh : Oke, Pa…Makasih.
Malam ini aku sengaja tidak mendekati Hana sama sekali. Esok malamnya aku kembali memintanya melayaniku. Dan lagi2 dia menolak. Aku tersenyum sinis. Segera kukunci pintu kamar, dan aku kembali mendekati Hana. Kali ini aku membekap dan menahan tubuhnya erat2. Lalu Aku ambil selendang yang kutaroh di sakuku dan kugunakan untuk mengikat tangannya ke besi kepala tempat tidur.
Josh : Hokeee…Sekarang kamu ga bisa apa2, kan?!
Hana : Josh! Kamu mau apa?! Lepasin aku!! Ato aku bakal teriak!!!
Josh : Teriak?! haha…mau teriak apa?! “Aku Diperkosa!” gitu? Semua orang sekitar sini juga tau kalo kita suami istri…!!
Hana : Pokoknya lepasin aku!! Aku ga sudi kalo harus ngelayani kamu!
Josh : Kamu bilang ga mau pun sekarang kamu ga bisa apa2! Terima aja!!!
Aku mulai menindih tubuhnya dan mencoba mencium bibirnya. Hana terus menghindar. Aku menggenggam kepalanya agar tidak bergerak dan mencium bibirnya. Aku melumat bibirnya dengan penuh Napsu! Ciumanku turun ke leher. Hana mulai sedikit mendesah.”nggghh…Josh, jangan…plis josh!…ngghh”. Sementara mulutku bermain di lehernya, tanganku mulai bermain di dadanya. Aku meremas2 dadanya dengan kedua tanganku. Desahan Hana makin menjadi-jadi. Kemudian dengan sedikit kasar aku merobek piyamanya. Ternyata Hana tidak memakai Bra. Dada Bulat padat nan indah itu kini terpampang di depan mukaku. Aku mulai memainkan putingnya yang merah muda itu dengan jariku. Dan kadang sedikit ku pilin. Lalu aku mulai menjilati dan menciumi daerah sekitar putingnya. Trus aku menjilati putingnya dan menghisapnya seperti bayi.
“aaaaahhhh…mmmmmhh…jangan, josh! pliiiss…mmmhh…”. Hana terus berusaha menyuruhku berhenti meskipun desahannya semakin kuat dan semakin menaikkan napsuku. Aku berpindah dari dada yang kiri ke dada yang kanan. Sementara itu tangan kananku mulai merogoh ke dalam celananya. Hana berusaha menahan dengan menjepit-jepitkan pahanya. Tapi itu justru membuatku lebih bersemangat lagi. Vaginanya terasa basah dan hangat.”Ah…kamu ini…nolak2 tapi basah juga!”, kataku kepadanya. Hana hanya diam dan mulai meneteskan air mata. Kutarik tanganku keluar dari celananya. Akupun menarik celananya ke bawah dan melemparnya entah kemana. Dan ternyata, hana juga tidak pakai celana dalam. Sehingga Vaginanya yang mulai menyembul terlihat jelas.
Hana Lalu menutupinya dengan mengapit kedua pahanya. Aku tersenyum kepadanya lalu membuka kakinya kembali. Aku mulai menjilati bagian belakang lututnya. Hana tampak menikmati. Lalu jilatanku terus turun ke Paha dan Sampai ke Vaginanya. Aku memainkan Klitorisnya dengan Hidungku. Lalu menjilatinya. Tubuh Hana mulai kejang. Desahannya tertahan dan dia sedikit menaik-naikkan pinggulnya. Aku semakin bersemangat melihatnya. Tak hanya menjilati, aku bahkan menghisap-hisap Vaginanya.Dan setelah puas dengan vaginanya, Aku segera bangkit dan membuka baju kaosku. Hana sedikit kaget melihat bodiku. Memang, sih aku rajin fitness juga dengan teman satu gengku. Akupun menurunkan resleting celanaku, lalu membuka celanaku beserta celana dalamnya. Penisku sudah tegang dan terhunus ke depan. Kali ini Hana lebih kaget lagi. Ia berusaha menarik tubuhnya ke atas, dan menutupi vaginanya dengan kakinya. Aku menyusulnya lalu melebarkan kembali kakinya. Hana Berusaha berontak.
“Josh! Aku bener2 Mohon, Josh! Jangan!! aaaaaaaahhhhhh!!”. Aku terlanjur menusukkan Penisku ke dalam Vaginanya. Vaginanya terasa sangat sempit. Aku merasakan kenikmatan yang sangat besar, sementara Hana terus berteriak. Kulihat kembali ke bawah. Tampak darah merembes keluar. Jelas aja aku kaget. Masa bos preman kayak Yota tak bisa merebut keperawanan Hana. Aku betul2 senang. Aku mulai menggerakkan pinggulku. Hana kembali mendesah. Sedikit demi sedikit aku menaikkan kecepatan pinggulku. “ngaaaaaaaahhh…. aaaaaaaaaahhhh… jooooshh… “. Kali ini Hana hanya mendesah tanpa memintaku untuk berhenti. Perlahan tapi pasti aku mencapai kecepatan maksimal. Kalo dihitung, Hana sudah 3 kali kubuat orgasme. Olahraga rutin membuat staminaku cukup besar dan tahan lama. Setelah sekitar 45 menit aku terus menggenjot Vaginanya. Hana seperti kehilangan kesadarannya. Akupun akhirnya sampai pada batasku.
Genjotanku semakin kencang, dan akhirnya spermaku menyemprot deras keluar memenuhi Vaginanya, bahkan ada yang merembes keluar. Badanku sedikit lemas dan aku menjatuhkan badanku disamping Hana. Aku melepas ikatannya lalu menciumnya dan berkata, “Hei…kita bakal punya anak…!”. Air matanya semakin keluar lalu ia memalingkan wajahnya dariku dan menangis. Aku hanya bisa terdiam. Yang kulakukan tetap tak mengubah sikapnya. Kemudian aku sedikit menjauh dan kemudian tidur.Esok paginya aku segera siap2 pergi ke kantor. Jatah cuti dua minggu yang diberikan atasanku tidak kuambil penuh karena toh aku tak bisa bersenang-senang. Aku menelfon atasanku dan mengatakan aku akan masuk kerja hari ini. Atasanku sedikit heran. Om Santo yang rencananya akan pulang pagi ini pun menanyakan hal itu.
OS : Gimana, josh…?
Josh : haaah (menghela nafas)…kayaknya ga berhasil, Pa! Dia tetap aja ga keliatan senang…
OS : Ya udah sabar aja…nanti juga mau tak mau dia bakal deket sama kamu. Papa juga dulu sedikit maksa sama mamanya Hana, kok. Dan hasilnya…
Josh : oh..haha…gitu ya Pa. Ya udah, hati2 di jalan, ya, Pa!
Papa dan mamaku mengantar Om santo dan istrinya pulang. Dan aku bersiap pergi ke kantor. Tapi ketika aku melintas di depan kamarku, Hana yang hanya mengenakan piyama tanpa celana berdiri didepan pintu dan terus menatapku.
Josh : hei…yang tadi malam, maaf ya. Aku udah kasar. Tenang aja, aku juga bakal ngurus perceraian itu, kok.
Akupun segera berbalik hendak keluar rumah. Tapi tiba2 Hana memelukku dari belakang. Pelukannya semakin erat dan diapun menangis.
Hana : Seharusnya aku yang minta maaf, Josh! Aku bener2 bodoh! Aku dari kemarin terus berusaha menjauh darimu, padahal aku ini Istrimu. Aku tau kamu betul2 cinta sama aku. Tapi aku terus mengharap orang yang belum tentu cintanya kayak kamu…maaf, ya Josh…Aku ga mau kamu ceraikan…Aku mau jadi istri yang baik buat kamu. Dan aku terdiam dan betul2 senang mendengar kata2nya.
Josh : Hanaa…ga usah kayak gitu banget. Aku maafin kamu, kok. Oke, aku ga bakal cerein kamu. Tapi gimana dengan Yota?
Hana : Itu bisa kuurus, kok…
Josh : oke deh…Akupun mencium bibirnya dan sejenak kami larut dalam ciuman itu.
Hana : Eh, udah mau ngantor? Bukannya masih ada 5 hari lagi?
Josh : ah, rencananya sih emang pengen ngantor hari ini.
Hana : Aku bikinin teh dulu, ya…
Josh : Oh…boleh2…
Aku betul2 senang. Hana sudah mulai berusaha jadi istri sepenuhnya. Aku hanya memperhatikan Hana meracik teh untukku dari meja makan. Melihat bodinya yang hanya berbalut piyama tipis tanpa bawahan dari belakang membuat napsuku tiba2 naik. Setelah selesai meracik tehnya, Hana tak segera menghantarkannya padaku, ia hanya memegang cangkir berisi teh hangat itu dan tersenyum menggodaku dari meja dapur itu. Aku jadi makin ga tahan.Hana lalu meletakkan tehnya kembali ke meja dapur, lalu ia naik dan duduk di atas meja dapur dengan posisi kaki menyilang. Ia menumpu satu tangannya ke belakang dan tangan satunya mulai membuka kancing piyamanya satu persatu dari atas sambil senyum2 menggodaku. UAAAAAARRRHHH!!! Aku udah ga tahaaaaaaaaaaann!!! Akupun segera menyambar Hana! dan kayaknya hari ini musti bolos ngantor. Sisa cuti 5 hari ini akan kuminta kembali kepada bosku dan harus kugunakan sebaik-baiknya! horeeee…dan cerita dewasa diperkosa kawin paksa ini akan berlanjut ke cerita dewasa diperkosa part 2 nantikan terus update terbaru mengenai cerita cerita terbaru hanya di blog cerita dewasa ini!
Incoming search terms:
Categories: Uncategorized Tags: cerita, dewasa, Kawin, Paksa
Maria
Maria. Itu namaku. Kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan ketika aku berusia 11 tahun. Saat itu, aku benar-benar sendirian. Rasa takut dan kesepian menyerang hati dan pikiranku. Yang paling menyedihkan adalah, aku sama sekali tidak pernah dikenalkan ataupun berjumpa dengan kerabat ayah maupun ibu. Aku tidak pernah bertanya. Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Kami bertiga sangat bahagia.
Aku tidak ingat, bagaimana aku bisa sampai di panti asuhan itu. Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku. Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Enam bulan pun berlalu.
Pada suatu hari yang cerah, mendadak kami dibangunkan oleh Bunda Risa, salah satu pengurus di tempat kami.
“Ayo bangun, cepat mandi, pakai pakaian terbaik kalian, setelah itu kalian harus berkumpul di aula. Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa”, katanya sambil tersenyum hangat.
Dan aku pun bertanya, “Bunda, tamu istimewanya siapa sih? Artis ya?”
“Mungkin ya..”, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil.
“Karena dia adalah putra tunggal dari pemilik yayasan ini..”
Tak kusangka, pertemuanku dengan Erik Torian bisa mengubah hidupku, seluruhnya. Saat dia melewati barisan anak-anak yang lain, dia tiba-tiba berhenti tepat di depanku. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Dengan posisi membungkuk, dia mengamati wajahku dengan teliti. Temannya yang ikut bersamanya pun ikut memperhatikan diriku.
“Ada apa Torian? Apa kau kenal dengan anak ini?”, tanyanya.
“Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa.
“Sempurna” katanya dingin.
“Seperti boneka..”
Aku yakin sekali dia bergumam ["..boneka yang aku idam-idamkan"]
Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.
Sehari setelah kunjungan itu, Erik bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku.
“Halo.. Maria” Erik melemparkan senyum yang berbeda dari kemarin.
“Mulai saat ini, aku-lah yang akan merawat dan mengurus Maria. Kamu tidak harus memanggil aku ‘ayah’ atau sebutan lainnya, panggil saja aku Erik.”
Sambil mengalihkan pandangannya ke temannya, dia melanjutkan,”Nah.., ini adalah temanku, namanya Tomi.”
Akupun menyunggingkan senyuman ke arah Tomi yang membalasku dengan senyuman hangat.
Aku sama sekali tidak percaya bahwa ternyata Erik tinggal sendirian di rumah megah seperti ini dan masih berusia 24 tahun saat itu. Diam-diam, aku kagum dengan penampilan Erik dan Tomi yang sangat menarik. Berada di tengah-tengah mereka saja sudah sangat membuatku special. Erik sangatlah baik padaku. Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku. Dia sangat memanjakan aku. Tapi, dia juga bersikap disiplin. Aku tidak diperbolehkan untuk keluar rumah selain ke sekolah tanpa dirinya.
Empat bulan berlalu, rasa sayangku terhadap Erik mulai bertambah. Hari itu, aku mulai merasa bosan di rumah dan Erik belum pulang dari kantor. Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. Tepat jam 10.30 malam, aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi.
“Erik sudah pulang!!”, pikirku senang.
Aku pun berlari keluar kamar untuk menyambutnya. Tapi, di depan kamar Erik aku berhenti. Pintunya terbuka sedikit. Dan aku bisa tahu apa yang terjadi di dalam sana. Erik bersama seorang wanita yang sangat cantik, berambut panjang, kulitnya pun sempurna. Aku hanya bisa terdiam terpaku. Aku melihat Erik mulai menciumi bibir wanita itu dengan penuh nafsu. Tangannya meraba-raba dan meremas payudara wanita itu.
“Ohh..Erik”
Pelan-pelan, tangan Erik menyingkap rok wanita itu dan menari-nari di sekitar pinggul dan pahanya. Tak lama, Erik sudah habis melucuti pakaian wanita itu. Erik merebahkan wanita itu ke tempat tidur dan menindihnya, tangan Erik bermain-main dengan tubuh wanita itu, menciuminya dengan membabi buta, menciumi leher, menciumi payudara wanita itu sambil meremas-remasnya.
“Ohh..Eriik..” Aku mendengar desahan wanita itu.
Aku melihatnya. Aku tidak percaya bahwa aku menyaksikan itu semua. Tapi, aku tidak bergerak sedikit pun. Aku tidak bisa.
Erik pun membuka resleting celananya dan mengeluarkan ‘senjata’nya, kedua kaki wanita itu dipegang dengan tangan Erik dan Erik segera menancapkan ‘senjata’nya ke liang wanita yang sudah basah itu dengan sangat kasar. Wanita itu mengerang dengan keras. Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata. Hatiku terasa sakit dan ngilu. Tapi, aku tetap tidak bisa beranjak dari sana. Aku tetap melihat perbuatan Erik tanpa berkedip sambil berlinang air mata.
Erik masih melanjutkan permainannya bersama wanita cantik itu, dia menggerakkan pinggulnya maju dan mundur dengan sangat cepat. Teriakan kepuasan dari wanita itu pun membahana di seluruh ruangan. Sepuluh menit setelah itu, Erik terlihat kejang sesaat sambil mengerang tertahan. Erik pun menghela napas dan beristirahat sejenak, masih dalam rangkulan wanita itu. Permainan berakhir.
Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Erik dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Aku tidak mau bergerak juga, seolah-olah aku sengaja ingin ditemukan oleh Erik. Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. Dia membuka pintu dan melihat diriku mematung sambil menangis di sana. Dia memperhatikanku sejenak dan senyuman misterius itu hadir lagi.
Dia pun membungkukkan tubuhnya,
“Hey, tukang ngintip cilik. Aku nggak marah kok. Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Tapi, tidak saat ini. Ayo, aku temani kamu sampai kamu tertidur. Kalau kamu capek, besok bolos saja.”
Erik pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. Dan semalaman dia tidur sambil memelukku dengan hangat.
“Aku..aku..sayang Erik”
“Erik adalah milikku..hanya milikku seorang”
Pikiranku berputar-putar memikirkan hal itu. Tak lama, aku pun tertidur lelap.
Hari ini adalah ulang tahunku yang ke-14. Aku senang sekali, karena Erik telah mempersiapkan sebuah pesta ulang tahun untukku di sebuah hotel bintang 5. Ballroom hotel itu sangat indah, Erik mempersiapkannya secara spesial. Aku pun mengenakan gaun berwarna putih yang baru dibelikan Erik. Kata Erik, aku sangat cantik dengan baju itu, “Kamu cocok sekali dengan warna putih, sangat matching dengan warna kulitmu.. Dan lagi, sekarang.. kamu semakin cantik.”
Teman-teman perempuanku juga berdecak kagum melihat penampilanku saat itu.
“Kamu cantik ya Maria? Beruntung sekali kamu punya ayah angkat seperti Erik..”
Kata Sara, teman baikku sambil tertawa meledek. Sara melirik ke arah Erik yang sedang duduk di meja pojok bersama Tomi.
“Hey Maria, Erik itu ganteng banget ya? Temennya juga..” ujar Sara sambil tertawa kecil.
Aku pun hanya bisa tertawa, aku pun menetujuinya. Akhir-akhir ini, kami memang jadi sering membicarakan soal cowok. Mungkin karena puber. Tak lama, Aryo temanku yang sepertinya suka denganku datang, sambil menyerahkan hadiah, dia mencium kedua pipiku. Tanpa sadar pipiku bersemu merah.
Setelah pesta usai, Erik mengajakku istirahat di kamar hotel. Aku lumayan capek, tapi aku senang. Dan setiba di kamar, aku memeluk Erik sambil mengucapkan terima kasih.
“Terima kasih Erik..aku sayang sekali sama Erik..”
Erik pun membalas pelukanku sejenak dan kemudian melepasnya, dan dia memegang kedua lenganku sambil memandangku dengan serius. Aku pun merasa heran dan sedikit takut.
“..Erik? Kenapa? Marah yaa? Aku..melakukan kesalahan apa?”
Tanpa banyak bicara, Erik menggeretku ke tempat tidur, mencopot dasinya dan menggunakannya untuk mengikat kedua tanganku dengan kencang. Aku memekik dan mulai menangis.
“Eriik!! Sakit!! Kenapa??!!”
Dia melihatku dengan pandangan marah. Kemudian berteriak,
“Kenapa??!! Kenapa katamu?! Kamu itu perempuan apa??!! Masih kecil sudah kenal laki-laki!! Sudah kuputuskan! Kamu harus di hukum atas perbuatanmu barusan dan perbuatanmu 2 tahun yang lalu!!”
Deg. Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu.
“Erik marah..”, pikirku.
Aku pun merasa ketakutan. Aku takut dibenci. Aku tidak mau kehilangan lagi orang yang kusayangi.
Tiba-tiba, Erik menarik gaunku dengan sangat kasar sehingga menjadi robek. Aku berteriak.
“Ini akibatnya kalau jadi perempuan genit!!”
Erik menariknya lagi untuk kedua kalinya, pakaian dalamku semakin terlihat. Celana dalamku juga akan dilepasnya.
“Erriik!! Jangaan!!”, aku berteriak ketakutan.
Terlambat, aku sudah telanjang total. Hanya sisa-sisa gaunku-lah yang masih menyembunyikan bagian-bagian tubuhku sedikit. Erik melihatku dengan penuh nafsu. Nafasnya terdengar berat penuh dengan kemarahan dan birahi. Dia pun menahan tanganku yang terikat dan mendekatkan bibirnya ke bibirku.
“Aku harus menjadi orang pertama yang..”
Erik tidak menyelesaikan kata-katanya dan mulai melumat bibirku dengan sedikit kasar.
“Hmmphh..”
Untuk pertama kalinya aku merasakan ada getaran yang aneh pada tubuhku. Sensasi yang tidak pernah kurasakan sebelumnya.
Erik terus berlanjut menciumku, aku bisa merasakan lidahnya memijat lidahku. Aku pun mengikuti permainannya, sedikit takut, sedikit ingin tahu. Erik mulai meremas-remas payudaraku yang belum tumbuh seutuhnya.
“Ahh..”
Aku mulai menikmati getaran aneh pada diriku.
“Panas..badanku terasa panas..Erik..” pikirku dalam hati.
Erik melanjutkan ciumannya ke leher dan menggigitnya sedikit, remasan tangannya di payudaraku makin kuat.
“Ahh..!!” nafasku makin memburu.
Tiba-tiba Erik berhenti dan melihatku sambil tersenyum misterius.
“Hmm..kamu menyukainya bukan? Ya kan, setan cilik?”
Mukaku bersemu merah, tapi terlalu takut untuk berbicara, tubuhku bergetar hebat. Erik melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Aku terlalu malu untuk memandang wajahnya.
“Aku rasa, kamu sudah siap untuk permainan selanjutnya..”
Erik tertawa kecil, sedikit kemarahan masih tersisa pada dirinya. Erik kembali menciumiku, kali ini dia meremas payudaraku sambil menghisapnya.
“Hhh..!!”
“Tidak apa-apa..kalau Erik..tidak apa-apa.” pikirku.
Aku memejamkan mataku erat-erat ketika Erik mulai memasukkan ‘senjata’nya ke dalam diriku.
“Emm..” aku tidak berani bilang kalau aku merasa sakit.
Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar.
“Aaahh..!!”
Aku menjerit dan mulai menangis lagi. ‘Senjata’nya sudah memasuki diriku seutuhnya dan sakit yang kurasakan itu sedikit aneh, ada kenikmatan di dalamnya. Aku mulai sedikit meronta sambil berteriak. Tapi Erik menahanku dengan kuat. Erik menciumi diriku yang bergetar hebat dengan sedikit paksa. Bosan dengan posisinya, Erik membalikkan posisi tubuhku menjadi telungkup.
“Erriik..!! tidaak!!” aku sangat malu melakukan posisi itu.
Tetapi Erik tidak peduli dan melanjutkan kembali permainannya. Setiap kali tubuh Erik menghentak, aku menjerit sekeras-kerasnya. Erik melakukan gerakan menghentak itu secara teratur, dan tiba-tiba aku merasakan getaran yang sangat hebat dalam diriku, aku merasakan ‘liang’ku
menyempit karena otot-otot di tubuhku menjadi tegang. Aku pun berteriak lebih keras dari sebelumnya.
“Ohh..Maria.”
Aku merasakan tangan Erik meremas pinggulku dengan kuat. Tubuh Erik mengejang, dan cairan deras pun mengalir dari ‘liang’ku. Aku mendesah panjang. Tubuhku masih bergetar. Erik masih menindihku dan mulai menciumi punggungku.
“Hhhmm.. pilihanku memang selalu tepat”, gumamnya.
Aku memilih untuk diam. Erik bergeser ke sampingku. Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Tersenyum Erik mengecup kepalaku sambil mengelusnya.
“Maria, kamu adalah milikku seorang.. tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”
Erik memeluk tubuhku yang kecil dengan erat.
“Ya Erik..aku adalah milikmu. Aku akan melakukan apa saja yang kau perintahkan, asal kau tidak membenciku.” Aku masih terisak.
“Anak bodoh.. Aku tidak akan pernah membencimu Maria..”
Pelukan Erik semakin erat. Mukaku terasa panas. Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Erik.
“Terima kasih..Erik.”
Incoming search terms:
Categories: Uncategorized Tags: Maria
Doraemon X Mesin Penambah Umur Ngentot Bagian 1
Doraemon X: Mesin Penambah Umur – 1
Serial kartun Doraemon sudah tak asing bagi anak-anak, remaja mapun orang dewasa sekalipun. Dalam serial kartun yang rutin muncul dalam layar televisi itu diceritakan tentang masalah keseharian yang dialami anak bernama Nobita dan selalu dibantu oleh Doraemon seekor kucing cerdas dari abad mendatang yang memiliki kantung ajaib dan berisi berbagai mesin aneh yang dapat memecahkan masalah Nobita. Dalam serial cerita saya, Doraemon X adalah cerita mirip aslinya tapi khusus untuk dewasa karena mengandung unsur sex.
*****
Pada suatu siang, Nobita pulang sekolah dengan wajah kusut dan perasaan kesal. Sesampai dikamarnya, Nobita melemparkan tas sekolah yang ia bawa tanpa melihat arahnya. Tanpa sengaja tas itu mengenai Doraemon yang lagi asyik tiduran diatas lantai. “Aduh.. Nobita ada apa sih pulang-pulang kok marah-marah gitu?”, tanya Doraemon sambil mengusap-usap kepalanya.
“Oh, maaf-maaf Doraemon, aku nggak sengaja!”, sahut Nobita dan meninggalkan Doraemon.
Sekesal-kesalnya Nobita tapi untuk urusan perut lapar, ia tak pernah tidak memperhatikannya.
Dengan perut kenyang Nobita kembali kekamarnya.
Bertemu muka dengan Nobita yang sedang murung, Doraemon kembali bertanya, “Ada apa kok murung terus? Apa ulanganmu jelek lagi? Apa dimarahi gurumu lagi?”.
“Kalau urusan ulangan jelek dan dimarahi guru itu biasa, ini lain”, jawab Nobita.
“Lalu ada apa?”, tanya Doraemon lagi.
“Ini soal uang. Teman-teman sepakat urunan 1000 yen per anak untuk tamasya ke pantai padahal tabunganku udah habis. Gimana dong, Doraemon?”, tanya Nobita.
“Ya nggak usah ikut!”, jawab Doraemon santai.
“Uhh.. malu dong sama teman-teman!”, kata Nobita dengan wajah melas.
“Eh, Doraemon punya nggak mesin untuk menghasilkan uang?”, tanya Nobita.
“Nggak ada mesin seperti itu, yang ada mesin-mesin untuk membantu orang memperoleh uang”, ujar Doraemon.
“Apa itu?”, tanya Nobita penasaran.
“Contohnya ini, Mesin Penambah Umur”, ucap Doraemon sambil mengeluarkan sebuah mesin dari dalam kantong ajaibnya.
“Bagaimana caranya dapat uang dengan mesin itu?”, tanya Nobita tak yakin.
“Dengan mesin ini umurmu bisa bertambah dan dengan bertambahnya umurmu kamu dapat memperoleh pekerjaan orang dewasa”, kata Doraemon.
“Bekerja? Malas ahh..”, ucap Nobita.
“Dasar kamu pemalas, mana bisa dapat uang kalau tanpa bekerja?”, tanya Doraemon dengan kesal.
Tapi Nobita tak menanggapi lagi ucapan Doraemon karena sudah tertidur tak tertarik dengan usulan Doraemon.
Malam hari setelah Nobita menyelesaikan tugas-tugas sekolah, dilihatnya mesin penambah umur yang diperlihatkan Doraemon siang tadi tergeletak di pojok kamar. Ia menjadi penasaran untuk mencoba mesin itu. Ia kepingin tahu wajahnya pada waktu dewasa nanti. Tak tahu cara mengoperasikan alat itu, dicarinya Doraemon. Doraemon yang sedang asyik menonton acara “Goyang Inul”, dari televisi ditarik paksa oleh Nobita kekamarnya.
“Ada apa sih gangguin aja?”, tanya Doraemon kesal.
“Ini gimana cara pakainya?”, tanya Nobita dengan menunjukkan mesin itu.
Setelah menerangkan caranya pada Nobita, Doraemon kembali keruang tengah menyelesaikan acara kesayangannya.
Khawatir diketahui orang tuanya, Nobita mengunci pintu kamar sebelum mencoba alat itu. Setelah memasang beberapa kabel ke keningnya, ia memutar saklarnya pada angka “15 tahun”. Lantas dipencetnya kenop yang ada di alat itu. Jleb.. sekarang Nobita sudah berubah menjadi pemuda berusia sekitar 25 tahunan. Segera ia lepas semua kabel dari keningnya, lalu mendekat pada cermin yang terletak didekat jendela.
“Wah, alat Doraemon hebat! Aku jadi pemuda ganteng..”, kagum Nobita pada dirinya sendiri.
Tak puas hanya melihat wajahnya saja, Nobita lalu melepas semua pakaiannya hingga telanjang.
Terus mengagumi dirinya sendiri Nobita tak sadar bahwa tetangganya yang baru saja pindah disamping rumahnya, melihatnya telanjang dari jendela kamar Nobita yang ada dilantai atas. Nyonya Michiko, tetangga Nobita adalah wanita berumur 29 tahun, istri seorang karyawan swasta dan telah 4 tahun menikah tapi belum dikaruniai anak. Melihat ada seorang pemuda dikamar Nobita, nyonya Michiko sedikit heran karena ia tahu bahwa Nobita anak tunggal. Keheranan nyonya Michiko terganti dengan rasa penasaran pada pemuda yang saat ini dilihatnya lagi telanjang.
Beberapa menit sudah berlalu tapi Nobita masih tetap belum puas memandangi dirinya sendiri dari cermin dimukanya. Secara tak sadar tangannya yang lagi mengusap lembut tubuhnya sendiri melewati daerah kemaluannya. Rangsangan ringan yang tak disengaja pada pemuda seusia Nobita saat ini membuat burungnya yang menggantung berubah mengeras dan berdiri. Tentu saja hal ini membuat Nobita agak kaget. Dipegangnya burung itu sehingga ukurannya makin lama makin besar dan semakin keras. Tegak berdiri pada ukuran maksimalnya, Nobita merasakan keenakan ketika mengusap burungnya. Usapan tangan dan sedikit remasan pada burungnya membuatnya lupa diri.
Muka Ny. Michiko menjadi merah melihat dengan jelas kejadian itu melalui jendela kamarnya. Merasa malu karena mengintip pemuda telanjang tapi segan menghindarinya karena desakan nafsunya juga sudah tinggi. Tak terasa tangannya sudah masuk berada dibalik kimononya, mengusap-usap permukaan celana dalamnya hingga agak basah. Tapi tak lama kemudian ia terpaksa harus menyudahinya karena kedatangan suaminya dari pulang kerja.
Nobita yang masih heran dan bingung dengan apa yang terjadi dengan dirinya tadi bergegas mengenakan kembali pakaiannya dan merubah kembali tubuhnya kebentuk semula ketika mendengar teriakan Doraemon mengajaknya makan malam bersama. Setelah membuka pintu kamar, ia segera keruang makan untuk bergabung dengan keluarganya dan Doraemon.
Dilihatnya Doraemon sudah melahap makanannya sambil berkata pada Nobita, “Cepat Nobita.., sebelum kuhabiskan semuanya! Nonton goyang Inul bikin perutku ikut lapar”.
Nobita yang khawatir nggak kebagian makanan, segera ikut bergabung.
Malamnya ketika Doraemon dan Nobita akan beranjak tidur, Nobita menyempatkan diri menghirup udara malam yang segar melalui jendela kamarnya yang terbuka. Tiba-tiba Nobita memanggil Doraemon yang lagi siap-siap berangkat tidur.
“Sini Doraemon.. ayo cepat sini!”, perintah Nobita.
“Ada apa sih?”, tanya Doraemon menuju ke jendela.
Tanpa komentar lagi keduanya langsung memelototi sebuah pemandangan yang menghebohkan.
Keduanya melihat tuan dan nyonya Michiko sedang asyik melakukan adegan panas.
“Apa sih yang mereka lakukan?”, tanya Nobita.
“Ssst.. ini lebih asyik dari goyang Inul!”, kata Doraemon sambil menarik Nobita menjauh dari jendela.
“Uhh.. Doraemon ada apa sih main tarik aja!”, ujar Nobita.
“Jangan ramai nanti mereka tahu kalau diintip. Pake ini aja, Mesin Teleskop Penembus Dinding! Cepat pasang yang ini ke jendela, kita tonton dari layar ini”, kata Doraemon sambil mengeluarkan sebuah alat dari kantong ajaibnya dan memberi arahan pada Nobita.
Ternyata yang dikatakan Doraemon benar. Dari layar kecil yang terhubung dengan kamera kecil terarah kerumah tetangga Nobita, mereka berdua dapat lebih jelas melihat apa yang dilakukan oleh tuan dan nyonya Michiko.
Terlihat Ny. Michiko dengan buasnya menunggangi suaminya sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya. Dengan bermandikan keringat tuan dan Ny. Michiko terus menggerakkan semua bagian tubuhnya hingga keduanya lemas terlentang diatas ranjang.
“Hehehe.. asyiik!”, ucap Doraemon.
“Apanya yang asyik?”, tanya Nobita tak mengerti samasekali.
“Nobita kamu masih kecil jadi ya belum mengerti soal begituan”, jawab Nobita.
“Soal begituan apaan?”, kejar Nobita.
“Huh, kalau kuterangkan aku yang capek, ini pake aja, aku mau tidur”, jawab Doraemon sambil menyerahkan sebuah alat mirip helm yang baru dikeluarkan dari kantong ajaibnya.
“Apa ini?”, tanya Nobita lagi.
“Itu adalah Mesin Kamasutra, udah pakai aja dikepalamu nanti kamu tahu sendiri, aku mau mimpi ngebor Inul”, jawab Doraemon lalu tidur.
Setelah naik keatas ranjangnya, Nobita mengenakan alat tersebut. Sebuah bayangan seakan-akan muncul didepan matanya. Bayangan-bayangan itu menerangkan perihal soal sex dan semua yang ditanyakan dalam pikiran Nobita dapat terjawab dengan jelas. Satu jam berselang dan Nobita mulai merasa ngantuk tapi ia masih enggan untuk mengakhiri penjelajahan dalam dunia sex yang baru saja dimasukinya. Merasa cukup iapun kemudian tertidur dengan masih memakai Mesin Kamasutra dikepalanya.
Dalam tidurnya, Nobita bermimpi bertemu dengan Shizuka, teman sekelasnya. Dalam mimpi itu Nobita dan Shizuka sama-sama telanjang dan sedang mandi dipantai yang sepi. Mereka berdua saling mendekatkan tubuh dan berciuman mesra sampai sebuah ombak yang datang menjatuhkan mereka berdua. Dengan saling berdekapan mereka terseret ombak hingga kepinggir pantai berpasir. Diatas pasir putih itu Nobita menindih Shizuka sambil terus bercumbu. Burung Nobita yang telah berdiri mengeras menancap pada liang kewanitaan Shizuka yang masih gadis. Berdua mereka membuat irama seiring desiran angin pantai. Saling menatap keduanya melepas hasrat yang telah sampai puncaknya.
Sementara itu Doraemon juga bermimpi melihat langsung Inul lagi menari dan berjoget didepannya diiringi alunan melodi dangdut. Dalam mimpi itu, Doraemon juga lagi bersiap-siap untuk memasukkan burungnya kedalam liang kewanitaan seorang wanita cantik yang telah berbaring terlentang dilantai tempatnya berdiri. Wanita itu memiliki wajah persis seperti Ny. Michiko tetangga Nobita.
“Ayo.. Doraemon cepat masukin!”, pinta wanita itu.
Entah dengan alat apa batang kemaluan Doraemon bisa menjadi mirip mata bor yang besar. Lalu dengan memencet sebuah tombol ditangannya batang kemaluan Doraemon bisa berputar layaknya mesin bor, ngiing.. itulah bunyinya. Pelan tapi pasti Doraemon memasukkan batang kemaluannya yang terus berputar kedalam liang kewanitaan wanita cantik itu. Ngiing.. keluar masuk batang kemaluan Doraemon mengebor liang kenikmatan wanita itu.
“Aaah.. terus Doraemon.. aahh.. sshh.. ohh.. bormu enak!”, teriak wanita itu keenakan sambil bergelinjang gelinjang liar.
Ke bagian 2
Cerita Panas Terbaru:
cerita x, doraemon ngentot, doraemon sek, cerita fanfic 17 tahun, cerita panas doraemon, cerita dewasa doraemon, vidio dora emon sex, cerita ngentot liar, cerita sex fan fiction, cerita seks doraemon
Cerita Seks Berhubungan:
Incoming search terms:
Ngintip Tante Cantik Dari Manado Mandi
Sejak tinggal dirumah nenek, aku bener-bener dimanja soal sex, juga soal duit. Sampai suatu ketika rumah nenek kedatangan tamu dari Manado, namanya Tante Wine. Menurut nenek Tante Wine ini tinggalnya di desa jadi agak kolot gitu. Tapi pas pertama dikenalkan, aku tidak melihat wajah desa dari Tante Wine. Raut muka yang cantik (nggak berbeda jauh dengan nenek Elsa) dengan postur yang semampai lagipula putih bersih membuat orang tidak mengira kalau Tante Wine adalah wanita desa. Satu-satunya yang bisa meyakinkan kalau Tante Wine orang desa adalah logat bahasanya yang bener-bener medok.
Akupun langsung akrab dengan Tante Wine karena orangnya lucu dan suka humor. Bahkan aku sering ngeledek karena dialeknya yang ngampung itu. Wajahnya keliatan agak Indo dengan tinggi kutaksir 162 cm. Pinggangnya langsing, lebih langsing dari nenek Elsa, dan yang bikin pikiran kacau adalah buah dadanya yang lumayan gede. Aku nggak tau persis ukurannya tapi cukup besar untuk menyembul dari balik daster.
Pikiran kotorku mulai bermain dan mengira-ngira. Apakah Tante Wine haus sex seperti kakaknya? Kalau kakaknya mau kenapa adiknya nggak dicoba? Akan merupakan sebuah pengalaman sex yang seru kalo aku bisa menidurinya. Pikiran-pikiran seperti itu berkecamuk dibenak kotorku. Apalagi dengan bisanya aku tidur dengan nenekku, (dan banyak wanita STW) rasanya semua wanita yang umurnya diatas 35 kuanggap akan lebih mudah ditiduri, hanya dengan sedikit pujian dan rayuan.
Dirumah, nenek Elsa sudah beberapa kali wanti-wanti padaku jangan sampe aku perlakukan Tante Wine sama sepertinya, rupanya Elsa cemburu karena ngeliat kemingkinan itu ada. Sampai suatu ketika nenek sedang pergi dengan kakek ke Surabaya selama dua hari. Sehari sebelum berangkat aku sempat melampiaskan nafsuku bersama Elsa di sebuah motel deket rumah, biar aman. Disana sekali lagi nenek Elsa wanti-wanti. Aku mengiyakan, aku bersusaha meyakinkan.
Setelah nenek dan kakek berangkat aku mulai menyusun rencana. Dirumah tinggal aku, Tante Wine dan seorang pembantu. Hari pertama niatku belom berhasil. Bebeapa kali aku menggoda Tante Wine dengan cerita-cerita menjuurus porno tapi Tante nggak bergeming. Saking nggak tahan nafsu ingin menyetubuhi Tante Wine, malamnya aku coba mengintip saat dia mandi. Dibelakang kamar mandi aku meletakkan kursi dan berencana mengintip dari lubang ventilasi.
Hari mulai malam ketika Tante Wine masuk kamar mandi, aku memutar kebelakang dan mulai melihat aktifitas seorang wanita cantik didalam kamar mandi. Perlahan kulihat Tante Wine menanggalkan daster merah jambunya dan menggantungkan di gantungan. Ups! Ternyata Tante Wine tidak memakai apa-apa lagi dibalik daster tadi. Putih mulus yang kuidam0idamkan kini terhampar jelas dibalik lubang fentilasi. Pertama Tante Wine membasuk wajahnya. Sejenak dia bengong dan tiba-tiba tangannya mengelus-elus lehernya, lama. Perlahan tangan itu mulai merambah buah dadanya yang besar. Aku berdebar, lututku gemetaran melihat adegan sensual didalam kamar mandi. Jemari Tante Wine menjeljah setiap jengkal tubuhnya yang indah dan berhenti diselangkangannya. Badan Tante Wine bergetar dan dengan mata mengatup dia sedikit mengerang ohh! Dan tubuhnya kelihatan melemas. Dia orgasme. Begitu cepatkah? Karena Mr. Happy-ku juga sudah menggeliat-geliat, aku menuntaskan nafsuku dibelakang kamar mandi dengan mata masih memandang ke dalam. Nggak sadar aku juga mengerang dan spermaku terbang jauh melayang.
Dalam beberapa detik aku memejamkan mata menahan sensasi kenikmatan. Ketika kubuka mata, wajah cantik Tante Wine sedang mendongak menatapku. Wah ketahuan nih. Belum sempat aku bereaksi ingin kabur, dari dalam kamar mandi Tante Wine memanggilku lirih.
“Andy, nggak baik mengintip,” kata tante Wine.
“Ma ma maafin,” jawabku gagap.
“Nggak apa-apa, dari pada disitu mendingan..,” kata Tante Wine lagi sambil tangannya melambai dan menunjuk arah ke dalam kamar mandi.
Aku paham maksudnya, dia memintaku masuk kedalam. Tanpa hitungan ketiga aku langsung loncat dan berlari memutar kedalam rumah dan sekejab aku sudah stand by di depan pintu kamar mandi. Smataku sedikit melongok sekeliling takut ketahuan pembantu. Hampir bersamaan pintu kamar mandi terbuka dan aku bergegas masuk. Kulihat Tante Wine melilitkan handuk ditubuhnya. Tapi karena handuknya agak kecil maka paha mulusnya jelas terlihat, putih dan sangat menggairahkan.
“Kamu pake ngitip aku segala,” ujar Tante Wine.
“Aku kan nggak enak kalo mau ngomong langsung, bisa-bisa aku di tampar, hahaha,” balasku.
Tante Wine memandangku tajam dan dia kemudian menerkam mulutku. Dengan busanya dia mencumbuku. Bibir, leher, tengkuk dan dadaku nggak lepas dari sapuan lidah dan bibirnya. Melihat aksi ini nggak ada rasa kalo Tante Wine tuh orang desa. Ternyata keahlian nge-sex itu tak memandang desa atau kota ya.
Sekali sentak kutarik handuknya dan wow! Pemandangan indah yang tadi masih jauh dari jangkauan kini bener-bener dekat, bahkat menempel ditubuhku. Dalam posisi masih berdiri kemudian Tante Wine membungkuk dan melahap Mr. happy yang sudah tegak kembali. Lama aku dihisapnya, nikat sekali rasanya. Tante Wine lebih rakus dari nenek Elsa. Atau mungkin disinilah letak ‘kampungan’nya, liar dan buas. Bebrapa detik kemudian setelah puas mengisapku, tante Wine mengambil duduk dibibir bak mandi dan menarik wajahku. Kutau maksudnya. Segera kusibakkan rambut indah diselangkangannya dan bibir merah labia mayora menantangku untuk dijilat. Jilatanku kemudian membuat Tante Wine menggelepar. Erangan demi erangan keluar dari mulut Tante Wine.
“Andi kamu hebat, pantesan si Elsa puas selalu,” cerocos Tante Wine.
“Emangnya Tante Wine tau?” jawabku disela aktifitas menjilat.
“Ya nenekmu itu cerita. Dan sebelum ke Surabaya dia wanti-wanti jangan menggodaku, dia cemburu tuh,” balas Tante Wine.
Ups, rupanya rahasiaku sudah terbongkar. Kuangkat wajahku, lidahku menjalar menyapu setiap jengkal kulit putih mulus Tante Wine.
“Sedari awal aku sudah tau kamu mengintip, tapi kubiarkan saja, bahkan kusengaja aja tadi pura-pura orgasme untuk memancingmu, padahal sih aku belum keluar tadi, heheh kamu tertipu ya, tapi Ndy, sekarang masukin yuk, aku bener-bener nggak tahan mau keluar,” kata Tante Wine lagi.
Aku sedikit malu juga ketahuan mengintip tadi.
Masih dalam posisi jongkok di bibir bak mandi, kuarahkan Mr. happy ke vaginanya. Tante Wine mengerang dan merem melek setiap kuenjot dengan batang kemaluanku yang sudah besar dan memerah. Lama kami bertarung dalam posisi ini, sesekali dia menarik tubuhku biar lebih dalam. Setelah puas dengan sensasi ini kami coba ganti posisi. Kali ini dalam posisi dua-duanya berdiri, kaki kanannya diangkat dan diletakkan diatas toilet. Agak sedikit menyamping kuarahkan Mr. Happy ke vaginanya. Dengan posisi ini kerasa banget gigitan vaginanya ketiga kuenjot keluar masuk. Kami berpelukan dan berciuman sementara Mr. Happy masih tetep aktif keluar masuk.
Puas dengan gaya itu kami coba mengganti posisi. Kali ini doggie style. Sambil membungkuk, tante Wine menopangkan tangan di bak mandi dan dari belakangnya kumasukkan kemaluanku. Uhh terasa nikmatnya karena batang Mr. Happy seakan dijepit dengan daging yang kenyal. Kutepuk tepuk pantatnya yang mulus dan berisi. Tante Wine mendesis-desis seperti kepedesan. Lama kami mengeksplorasi gaya ini.
Dalam beberapa menit kemudian Tante Wine memintaku untuk tiduran di lantai kamar mandi. Walaupun agak enggan, kulakuin juga maunya, tapi aku tidak bener-bener tiduran karena punggungku kusenderkan didinding sementara kakiku selonjoran. Dan dalam posisi begitu aku disergapnya dengan kaki mengangkangi tubuhku. Dan perlahan tangan kanannya memegang Mr. Happy, sedikit dikocoknya dan diarahkan ke vagina yang sudah membengkak. Sedetik kemudian dia sudah naik turun diatas tubuhku. Rupanya Tante Wine sangat menikmati posisi ini. Buktinya matanya terpejam dan desisannya menguat.
Lama kubiarkan dia menikmati gaya ini. Sesekali kucium bibirnya dan kumainkan pentil buah dadanya. Dia mengerang nikmat. Dan sejenak tiba-tiba raut mukanya berubah rona.
Dia meringis, mengerang dan berteriak.
“Ndy, aku mau nyampe nih, oh, oh, oh, ah, ah nikmatnya,” erangnya.
Tangannya meraih tubuhku dan aku dipeluknya erat. Tubuhnya menggeliat-geliat panas sekali.
“Ohh,” ditingkah erangan itu, kemudian tubuhnya melemah dipangkuanku.
Dalam hatiku curang juga nih Tante, masak aku dibiarkan tidak tuntas. Masih dalam posisi lemas, tubuhnya kutelentangkan di lantai kamar mandi tanpa mencabut mr happy dari vaginanya. Dan perlahan mulai kuenjot lagi. Dia mengerang lagi mendapatkan sensasi susulan. Uh tante Wine memang dahsyat, baru sebentar lunglai sekarang sudah galak lagi. Pinggulnya sudah bisa mengikuti alur irama goyanganku. Lama kami menikmati alunan irama seperti itu, kini giliranku mau sampai.
“Tante aku mau keluarin ya”, kataku menahan gejolak, bergetar suaraku.
“Sama-sama ya Ndy, aku mau lagi nih, ayo, yok keluarin, yok, ahh”.
Dibalik erangannya, akupun melolong seperti megap-megap. Sejurus kemudian kami sudah berpelukan lemas dilantai kamar mandi. Persetan dengan lantai ini, bersih atau nggak, emangnya gue pikirin. Kayaknya aku tertidur sejenak dan ketika sadar aku segera mengangkat tubuh Tante Wine dan kamipun mandi bersama.
Selesai mandi, kami bingung gimana harus keluar dari kamar mandi. Takut Bi Ijah tau. Kubiarkan Tante Wine yang keluar duluan, setelah aman aku menyusul kemudian. Namun bukannya kami kekamar masing-masing, Tante Wine langsung menysul ke kamarku setelah mengenakan daster. Aku yang masih telanjang di kamarku langsung disergapnya lagi. Dan kami melanjutkan babak babak berikutnya. Malam itu kami habiskan dengan penuh nafsu membara. Kuhitung ada sekitar 7 kali kami keluar bersama. Aku sendiri heran kenapa aku bisa orgasme sebanyak itu. Walaupun di ronde-ronde terakhir spermaku sudah tidak keluar lagi, tapi rasa puas karena multi orgasme tetap jadi sensasi.
Selama 2 hari nenek Elsa di Surabaya, aku habiskan segala kemampuan sexualku dengan Tante Wine. Sejak kejadian itu masih ada sebulan tante Wine tinggal dirumah nenek Elsa. Selama itu pula aku kucing-kucingan bermain cinta. Aku harus melayani nenek Elsa dan juga bermain cinta dengan Tante Wine. Semua pengalaman itu nyata kualami. Aku nggak merasa capek harus melayani dua wanita STW yang dua-duanya punya nafsu tinggi karena aku juga menikmatinya.
TAMAT
Cerita Panas Terbaru:
cerita dewasa mandi, cerita setengah baya, cerita dewasa setengah baya, cerita panas setengah baya, Cerita Tante, cerita dewasa tante, cerita ngintip, cerita panas tante, cerita 17 tahun setengah baya, 17 tahun setengah baya
Cerita Seks Berhubungan:
Incoming search terms:
Cerita Dewasa Keluguan ABG
Cerita Dewasa berikut ini merupakan pengalaman sahabat saya sendiri yang pernah terjadi sekita bukan juni tahun lalu, Sebut saja dia Liana, Cewek ABG yang masih dibilang sangat belia kerana baru berumur sekitar 19 tahun. Liana merupakan ABG lugu yang sangat istimewa dia memiliki tinggi badan sekitar 173, rambut yang lurus, bertubuh sexy dan ukuran payudara yang tidak begitu besar namun padat berisi. Liana kuliah di salah satu Universitas di Ibu Kota Indonesia. Orangnya termasuk pendiam, tidak banyak bergaul kerana sedikit memiliki teman, bisa dikatakan anak rumahan kerana kebanyakan waktunya dirumah saja serta latar belakang keluarga keluarga yang lumayan berkecukupan, walaupun tidak bisa dibilang kaya raya.
Singkat kata singkat cerita dewasa ini Pada Suatu hari Liana sedang bersantai di kantin kampus tersebut, ada lelaki yang mengajak berkenalan bernama Yudik. Sontak Liana sedikit shock, karena tidak ada angin dan ujan badai tiba-tiba ada lelaki yang mengajak berkenal dengannya. Karena Liana bukan termasuk tipe cewek yang bergaul, dia pun agak salah tingkah ketika diajak berkenalan oleh Yudik, akhirnya berjabat tanganlah keduanya. Yudik termasuk mahasiswa lawas dan memiliki nama di kampus tersebut karena termasuk dari sebuah geng ternama di Kampus itu. Dia tidak ganteng, hanya memiliki postur tubuh yang menarik dan pandai bergaul. 1 Bulan setelah mereka berkenalan, maka hubungan mereka pun semakin dekat. Suatu ketika Yudik mengajak Liana untuk main ke rumahnya, karena kedua orang tua Yudik sedang pergi keluar kota. Tadinya Liana menolak dan ragu, tapi berkat kemahiran Yudik bersosialisasi dengan berbagai ribu macam alasan akhirnya Liana bersedia main ke tempat tinggalnya si Yudik
Di tempat tinggalnya si Yudik inilah Cerita Dewasa kepolosan dan Keluguan ABG ini dimula berawal ketika Yudik meminta izin waktu sebentar kepada Liana untuk kebelakang berganti pakaian. Beberapa saat kemudia keluarlah Yudik dari kamarnya menggunakan celana boxer dan kaos putih oblong. Karena Liana memang memiliki body yang sexy dan tampang yang lumayan, tiba-tiba saja Yudik mulai berpikiran mesum, tanpa ia sadari kontolnya sudah tegang. Dengan keluguan & kepolosannya Liana bertanya kepada Yudik “dik, itu yang dibawah kenapa tiba-tiba berdiri?”. Karena itu sesuatu yang tidak bisa dikontrol, Yudik pun bingung bagaimana harus menjawabnya. Akhirnya dijawablah apaadanya oleh Yudik, “oh.. ya namanya juga cowok…”. Memang Liana itu perempuan yang polos dan rada-rada tulalit, jadi hal-hal seperti itu masih tanda tanya untuk dia. Kemudian Liana bertanya kembali, “Kayak gimana sih itu? Penasaran deh… aku soalnya belum pernah liat seumur idup aku…”. Sebetulnya Yudik tidak ada niatan untuk berbuat jahat kepada Liana, tapi karena pertanyaan yang begitu ekstrim membuat Yudik pun menjadi terangsang.
ketika yudik terbawa irama keluarlah jawaban yang menjebak dari Yudik, “ Mau liat? Kamu yakin? Nanti kaget lagi…”. Liana karena saking penasarannya dan dogol, meyakinkan Yudik untuk memperlihatkan kontolnya. Dibukalah boxer Yudik dan terlihatlah kontol yang sudah menegang. “Oh kaya gitu ya punya laki-laki tuh…. lucu… boleh dipegang gak?”. Komentar Liana ini memanglah sangat polos, tapi karena Yudik pun sudah terlanjur terangsang dia dekatilah kontolnya kearah Liana. Dengan tanpa rasa bersalah Liana menyentuh ujung kontol Yudik dan memperhatikan bentuk kontol tersebut. Setelah beberapa saat mengamati kontol Yudik, Yudik berbalik bertanya dengan pura-prau bodoh “Emangnya kalo punya kamu kaya apa? Boleh liat?”. Tanap ragu-ragu Liana yang pada saat itu menggunakan Rok, melepaskan semua pakaiannya. Dengan payudara yang sekel dan bulu halus di memeknya, Yudik semakin lepas kendali. “Boleh dipegang ga itunya?” kata Yudik. Liana meiyakan dan Yudik pun mulai menyentuh dan memainkan memek Liana. Tidak lama setelah itu mulai terlihat Liana terbawa oleh permainan Yudik dan mulai terangsang, memeknya pun sudah mulai basah.
mungkin merasa sudah konak dan tidak tahan lagi melihat kejadian ini si Yudik pun meminta izin kepada Liana untuk segera memasukkan kontolnya, Liana pun bingung untuk apa gunanya memasukkan kontol kedalam memeknya. Tapi Yudik meyakinkan Liana dengan menjelaskan bahwa akan ada kenikmatan tersendiri jika kontol nya masuk kedalam memek Liana. Akhirnya Liana pun mengizinkan dan dimasukkan lah kontol Yudik secara perlahan. Karena itu awal kali bagi Liana, sontak Liana mendesah dan teriak. Tetapi Yudik berusaha menenangkan Liana dan mulailah “genjotan” Yudik semakin dipercepat. Ternyata setelah 1 menit berlalu, Keisah mulai menikmati kegiatan itu dan kesakitan yang ia rasakan berubah menjadi desahan halus. 15 menit berlalu dengan berbagai gaya yang diarahkan oleh Yudik, Yudik mencabut kontolnya dan meminta Liana membuka mulutnya, dikeluarkan lah sperma nya kedalma mulut Liana. Liana sedikit kaget, tapi Yudik kembali meyakinkan dia bahwa cairan tersebut tidak berbahaya. Setelah selesai semuanya, Liana diantar balik ke rumah oleh Yudik. Tidak lama setelah Yudik drop Liana dirumahnya, Yudik mendapat SMS yang berisikan “Thanks ya dik.. tadi enak banget rasanya.. gw aja baru tau.. lain kali kalau ada waktu luang kita coba lagi ya! nikmat banget rasannya liana pengen nyoba lagi!
hanya segitulah cerita sex singkat dewasa diatas Dasar Gadis ABG lugu dan polos banget! tapi gimana lumayan dapat membuat kalian semua ngaceng kan biarpun alur cerita dewasa ini sedikit singkat tapi yah untuk mengisi waktu luang dan membangkitkan nafsu anda ga ada salahnya kan bos! ok tongkrongin terus blog cerita dewasa ini yaaaaaaa broooo
Incoming search terms:
Categories: Uncategorized Tags: cerita, dewasa, Keluguan







