Kepuasan Tak Terhingga
Dr Boyke, Saya setuju sekali bahwa berhubungan seks adalah sesuatu yang menyenangkan. Celakanya, hal ini baru saya sadari akhir-akhir ini ketika suami saya melakukan perubahan-perubahan saat melakukan hubungan intim. Padahal, kami sudah hampir sepuluh tahun menikah dengan dua anak. Umur saya sekarang 31 tahun, dan suami (40 tahun). Sejauh ini kami melakukan hubungan seks sebagai hal yang rutin. Sebagaimana laiknya seorang istri, saya harus melayani suami, termasuk memenuhi kebutuhannya, melakukan hubungan seks. Memang sesekali saya merasa puas, namun tidak puas-puas amat seperti yang saya alami ketika berhubungan badan, akhir-akhir ini. Bermula ketika suami saya tiba-tiba membawa pulang gambar-gambar porno. Terus terang, ketika suami memperlihatkan gambar-gambar tersebut, saya menjadi jijik dan muak. Tak pelak, ketika suami mengajak untuk melakukan hal yang sama seperti di gambar porno, melakukan hubungan intim dengan berbagai gaya dan posisi, saya langsung menolaknya mentah-mentah. Namun dasar suami saya tergolong tipe orang yang pintar merayu, akhirnya permintaan suami, saya penuhi juga. Mulanya, saya merasa risih dan kaku, tetapi akhirnya saya merasakan enak juga. Bahkan saya cukup menikmati karena
kepuasan-kepuasan tak terhingga yang kami alami setiap kali berhubungan seks. Pertanyaan saya, apakah berhubungan seks dengan aneka gaya dan posisi dihalalkan? Masalahnya, selama ini saya punya anggapan bahwa berhubungan seks harus dilakukan secara santun.
Evie Zarkasi / Pejaten, Jakarta Selatan
Jawab:
Berbagai posisi dan variasi memang dibutuhkan dalam berhubungan seks, sehingga seks tidak menjadi suatu
“kewajiban” atau “tugas rutin” belaka. Mencontoh berbagai posisi dan variasi dari gambar porno atau film biru boleh-boleh saja, selama dilakukan antara pasangan suami isteri yang sah. Melakukan posisi variasi memang dianjurkan oleh Islam, surat Al-Baqarah ayat 223, menyatakan bahwa “Isterimu itu ladangmu, perlakukanlah ia sebagaimana engkau inginkan.” Artinya, posisi dan variasi seks dianjurkan asal sesuai dengan norma agama (tidak melakukan seks anal atau seks saat haid). Bahwa seks itu harus santun boleh-boleh saja, tapi kalau dilakukan setiap melakukan hubungan seks, bukankah seks
menjadi membosankan? Inisiatif suami untuk mulai bereksperimen dengan aneka posisi patut diacungi jempol. Paling tidak, Anda pun sudah mulai merasakan kepuasan-kepuasan yang tak terhingga tadi. Ok.***
View full post on Kumpulan Cerita 17 Tahun ML alias mau lagi
Cerita ini berawal dari keisenganku untuk selalu mencoba hal – hal yang baru
dan pengalaman baru. Suatu ketika seorang teman, herry, datang ke tempat
kost dan bercerita mengenai petualangannya mencari cewek penjaga toko.
karena gua orangnya nggak mudah percaya dengan omongan temen gua tersebut,
maka gua mengajak temen gua membuktikan omongannya. Jam 8.30 malam tepat
teman gua mengajak pergi ke pertokoan di alun2 bandung. karena perjalanan
dari tempat kami dari buah batu memerlukan waktu sekitar 30 menit, maka jam
9.00 tepat kami sudah sampai di pertokoan tersebut. Sesampainya di sana toko
toko sudah mau tutup, dan kami memasuki salah satu toko serba ada di sana.
Langsung saja gua menuju counter pakaian, sambil keliling2 pura – pura mau
beli pakaian. kebetulan toko sudah sepi karena mau tutup, dan pengunjungnya
hanya beberapa orang. ” Mau cari baju apa mas ?” tanyanya. waktu gua liat ke
arah suara tadi, ternyata cewek penjaga counter yang mirip dengan bintang
sinetron CT.”ini mbak..mau cari Jeans ini yang nomor 32 ada nggak ya ?
Read more…
Categories:
Cerita Seks Remaja Tags:
Ini bermula saat malam pertama kami pindah ke rumah baru saja kami beli. Ini adalah rumah ketiga kami dalam kurun waktu tiga tahun belakangan. Dan hal ini sudah menjadi rencana dalam ‘proyek’ kami berdua, kami beli rumah yang sudah lumayan rusak di lingkungan yang bagus. Kemudian melakukan perbaikan dibagian-bagian yang rusak, katakanlah sebuah investasi diawal, lalu setelah semuanya selesai kami akan menjualnya dalam angka yang bagus.
Read more…
Premarital Check-Up
Dokter Boyke yang terhormat, Saya karyawati di sebuah bank swasta. Sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan dengan pacar saya, seorang duda bule dari Los Angeles, Amerika Serikat. Pertanyaan saya, mengapa setiap pasangan yang akan menuju jenjang perkawinan sangat dianjurkan memeriksakan kesehatannya ke dokter? Padahal saya sehat, calon suami saya juga begitu. Keluarga kami juga menganjurkan kami memeriksakan kesehatan ke dokter. Jika kami memenuhi anjuran tersebut, apa saja yang akan diperiksa dokter? Apakah soal keperawanan? Terus terang saya memang pernah melakukan hubungan badan dengan pacar pertama saya dulu. Dan hal itu sudah pernah saya kemukakan dengan calon suami bule ini. Ternyata calon suami mengaku senang dengan kejujuran itu. Dia mengatakan ingin menjadi suami saya, bukan didasari soal keperawanan atau bukan, tapi lebih karena ingin beristrikan wanita Indonesia. Suami saya juga menyatakan sehat dan tidak mengidap penyakit menular. Saya jadi penasaran, jangan-jangan anjuran pemeriksaan kesehatan bagi calon pasangan pengantin hanyalah jembatan mengisi kantong-kantong pungli di lembaga yang menangani urusan itu. Rina Ismayantibr / Balikpapan, Kaltim
Jawab:
Premarital check up memang dianjurkan bagi setiap pasangan yang akan menikah. Bukan selaput dara yang diperiksa, melainkan penyakit yang kemungkinan ditularkan atau diturunkan. Apalagi bila suami Anda seorang “bule”. Beberapa penyakit kelamin yang berbahaya, terutama HIV, clamidia, HSV II akan diperiksa melalui laboratorium, karena di samping dapat menular terhadap pasangan juga dapat menimbulkan kecacatan pada janin, jika pasangan wanita tersebut hamil. Apalagi jika Anda tertular HIV/AIDS yang hingga saat ini belum ada obatnya dan mematikan. Pemeriksaan premarital biasanya meliputi pemeriksaan kesehatan secara umum ditambah dengan kesehatan reproduksi. Masing-masing rumah sakit biasanya memberikan pilihan dari paket yang sederhana sampai yang lengkap. Jangan berpikir negatif tentang premarital check up, karena itu untuk keperluan pasangan yang akan menikah, sehingga kalau pun hasilnya kurang memuaskan, dokter memberikan pilihan solusi yang terbaik. ***
View full post on Kumpulan Cerita 17 Tahun ML alias mau lagi
Kekasihku, Maafkanlah Aku Cerita ini merupakan cerita tentang kehidupan seorang gadis muda bernama Anita. Gadis yang saat ini berumur 26 tahun yang berparas cukup menarik walaupun tidak secantik Agnes Monica tetapi tetap saja dia seorang wanita yang cantik
“Halooo semua .apa khabar ?”, Nah itulah kalimat standart yang paling
ngetop seluruh dunia untuk menyapa, gimana. gue cukup pinter khan untuk
cari kalimat pembuka. huhahaha. Hihihi. senyum kecil itulah yang ada
yang ada di otak gue waktu gue berusaha untuk menuliskan cerita ini.
Senyum kecil itu juga yang merupakan pagar dari rumah kenangan gue yang
gue simpen di hati, cieee.. Eh, tapi serius loh. Jangan pada ikutan
ketawa, gue berusaha untuk buat kisah seru bukannya mau ngelawak nih,
tapi gue emang senyum2 sendiri sih. huahaha.
Read more…
Gairah Meluap-luap
Yth dr Boyke, Saya merasa, dalam usia 36 tahun sekarang ini, gairah seks saya meluapluap. Padahal sebelum-sebelumnya tidak demikian. Cukup sekali atau dua kali setiap melakukan making love, itu sudah cukup. Namun sekarang, saya menginginkan lebih, sementara suami saya (43 tahun) mungkin karena kecapean akibat kesibukannya di kantor, terbiasa melakukan hubungan seks 1-2 kali setiap berhubungan badan. Dengan anak tiga orang (1 laki-laki, 2 perempuan), saya dan suami memutuskan cukup dan tidak ingin menambah anak lagi. Maka, sejak tahun lalu, saya menjalani KB suntik. Dan, kami kini merasa bebas berhubungan badan kapan saja. Masalahnya, mengapa gairah seks saya meluap-luap? Apakah ada kelainan pada diri saya? Bagaimana mengajak suami agar mau berhubungan lebih dari 1-2 kali setiap melakukan hubungan badan? Terus terang, dok, saya jadi sering pusing. Apakah hal ini terkait dengan hubungan seks kami yang kurang akibat gairah meluapluap yang tak terlampiaskan?
Nita Anggraeni / Pondok Kelapa, Jakarta Timur
Jawab:
Penggunaan alat kontrasepsi KB dapat membebaskan kekhawatiran wanita untuk hamil. Perasaan nyaman saat melakukan hubungan seks, karena tidak mungkin hamil dapat menimbulkan gairah seks. Di samping itu, usia 36 tahun pada wanita, adalah saat gairah seks sedang pada puncaknya, sehingga tidak heran kombinasi ke-2 hal tersebut dapat memicu gairah seks Anda. Sebaliknya kesibukan dan kelelahan suami dalam bekerja terutama jika ditambah stress dalam pekerjaan dapat menurunkan gairah seks pria. Akibatnya, gairah seks istri yang tinggi tidak diimbangi oleh gairah seks suami yang mulai menurun, timbullah perasaan “bersalah” dari isteri, “jangan-jangan saya tidak menarik lagi!” Apalagi, efek samping KB suntik’ biasanya adalah kegemukan, sehingga wanita sering merasa dirinya tidak menarik karena gemuk. Untuk mengatasi “rasa bersalah” tersebut maka isteri mencoba untuk lebih sering melakukan hubungan seks dan jika tidak terlaksana menimbulkan rasa cemas (biasanya ditandai dengan sakit kepala, uring-uringan dan sebagainya). Untuk itu, cobalah komunikasikan hal ini dengan suami. Ajaklah suami untuk lebih mengerti kondisi Anda. Buatlah waktu luang bersama-sama, bukan hanya hubungan seks saja, tetapi waktu luang untuk saling berkomunikasi dan mengekspresikan keinginan masing-masing. Ok.***