Search Results: cerita sex ngocok kontol

Terjebak nafsu sex dengan mbak Eni temanku

Kenalkan namaku Jon (nama samaran) usia 30th dari jogja,mempunyai hubungan asmara dan tentunya sex selama hampir 4 tahun dengan mbak eni. Mbak eni ini adalah tetangaku istri seorang pengusaha. Bodinya sungguh enak diliat dan setiap lelaki kalau melihatnya pasti ingin menidurinya. Cerita yg aku kirimkan ini adalah peristiwa yg benar2 terjadi pada diriku, dan mungkin pernah terjadi jg pada para pembaca.

Read more…

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Hot & Panas - April 15, 2014 at 11:43 am

Categories: Cerita Seks Kiriman Pembaca   Tags:

cerita dewasa eksekusex si pinggul aduhay

cerita dewasa eksekusex si pinggul aduhay why judul cerita dewasa ini aneh banget ya sengaja saya memfokuskan salah satu bagian dari tubuh wanita ini, aku jadikan judul karena memang bagi sebagian kaum lelaki pinggul mempunyai daya tarik sendiri. Aku sendiri kalau melihat pinggul yang aduhay dengan pinggang kecil dan pantat yang bulat menantang langsung berimajinasi betapa nikmatnya jika pinggul dan pantatnya kuelus dan kuremas. Apa lagi jika buah dadanya besar kenyal dan putingnya masih kemerahan dan menunjuk ke depan (tidak ke bawah), wahh.. enaktenan.

Tapi di lingkungan sehari-hari sulit sekali menemukan tipe seperti yang aku sebutkan di atas, ada yang pinggulnya besar tapi pantatnya rata alias tepos, ada yang pantatnya bulat sekel tapi pinggangnya rata dengan pinggul, ada yang tidak berpinggang, tidak berpinggul dan tepos sekaligus dalam satu kesatuan.
Nah aku mau ceritakan pengalaman waktu SMP dikerjain putri tunggal atasan-ku yang pinggulnya sangat aduhay, dengan pantat yang bulat dan buah dada yang wah.
Awal mulanya ayahku memerlukan seorang tenaga dinas luar untuk bagian pemasangan iklan, tapi karena jam kerjanya tidak terlalu panjang usulan ayahku ditolak oleh atasannya jika harus memperkejakan orang khusus untuk bagian ini. Entah ide dari mana aku yang waktu itu masih SMP kelas 2 ditarik ayah untuk mengisi bagian tersebut, dengan jam kerja pukul 13:00 sampai dengan pukul 17:00, jelas aku bisa kerjakan setelah pulang sekolah.

Hari-hari pertama bekerja aku di-training ke perwakilan resmi harian ibukota yang kesemuanya bermarkas di jalan Gajah Mada Jakarta. Semua berita harian nasional aku sudah kenal, dan dari sekian banyak biro iklan yang ke sana, hanya akulah yang paling muda (KTP saja belum punya). Setiap selesai aku diwajibkan kembali balik ke kantorku yang di daerah Kota. atasan-ku sudah cukup umur, dan kalau hitungan teliti sekali, tapi lamanya minta ampun, biasanya menunggu atasan-ku menghitung, aku duduk-duduk di belakang ruangan kantor yang memang khusus tempat ngumpulnya para sales dari divisi lain. Dan di ruangan kantor depan hanya ada 4 orang, satu di antaranya adalah putri tunggal atasan-ku yang menjabat sebagai direktur operasional, orangnya putih bersih, tinggi sekali mungkin 180 cm-an, waktu itu kalau berdiri aku paling sepundaknya. Selalu mengenakan span pendek dengan stoking hitam. Pinggulnya ketika berjalan hampir dipastikan seluruh orang menengoknya. Pantatnya yang bulat dan dadanya yang membusung menambah daya tariknya sebagai wanita.

Sebenarnya putri atasan-ku ini pengantin baru, tapi entah kenapa malah tidak betah di rumah, kadang-kadang aku kalau lagi telat bisa sampai jam 19.00 malam dan dia masih ada di kantor. Menurut gosip yang beredar di kalangan sales (aku sering menguping). Suaminya impoten dan aku tahu bahwa pinggul, pantat dan buah dadanya bagus pun dari hasil nguping, karena waktu itu aku kurang mengerti masalah itu, yang jelas melihat paha sedikit saja, kemaluanku langsung berdiri dengan tegaknya, ditambah lagi aku sering baca buku porno, jelas hasilnya onani 3-5 kali per hari. Setiap ada kesempatan pasti aku langsung onani, kebanyakan di WC, terutama di WC kantor, pokoknya setiap ada kesempatan.

Aku sering sekali membayangkan putri atasan-ku ini ketika onani, terutama kalau di WC kantor. Sebenarnya aku sih tidak bodoh-bodoh amat dalam urusan itu, perjakaku pun sudah kulepas di lokasi WTS Kali Jodoh, tapi kan tidak mungkin aku ke situ setiap hari, dari mana uangnya?Padahal buat pertarungan, aku punya modal yang cukup. Aku pernah di WC sekolah dengan teman-teman mengukur besar batang kemaluan, dan ternyata aku jadi pemenang, baik dalam panjang maupun diameternya. Alhasil aku pun dijuluki di sekolah “konde” alias “kontol gede”. Nah waktu onani aku pun berkhayal begitu, aku bagai seorang pahlawan yang dapat memuaskan wanita-wanitateman onaniku dengan senjata kebanggaanku.

Tak terasa 3 bulan sudah aku bekerja, sampai pada suatu hari, karena ada iklan kolom yang jumlah uangnya besar dan pada teksnya terdapat kesalahan, aku harus menunggu sampai malam, dan sialnya hasil perbaikannya malah membuat salah jumlah giro yang aku bawa, untunglah bagian kasir masih berbaik hati dan menukarkannya dengan tanda terima sementara. Pukul 19:30 aku sampai di kantor, lampu sudah dimatikan semua, hanya pos satpam dan ruangan putri atasan-ku saja yang masih menyala, aku langsung ke ruangannya.

“Selamat malam Bu,” sapaku sopan.

“Malam, baru selesai Wan?”

“Yah Bu, tadi ada kesalahan, jadi harus menunggu.”

“Oh..”

“Sekarang saya mau hitungan dengan siapa, Bu?” tanyaku.

“Oh ya Mama sudah pulang, sini saya yang hitung!”

Aku meyerahkan semua bon kepadanya.

“Saya tunggu di luar, Bu,” aku pamitan.

“Silakan,” jawabnya singkat.

Aku menuju kantor belakang, ternyata tak ada seorangpun di sana, mungkin sudah terlalu malam. Aku segera ke kamar mandi dan mengkhayalkan making love dengan putri atasan-ku. Seiring dengan khayalanku yang semakin indah aku mulai melepas celanaku lalu mulai mengocok-ngocok kontolku dengan perlahan, busa sabun yang melumuri kontolku terasa nikmat sekali, gerakankusemakin cepat, dan mencoba mencapai puncak kenikmatan secepatnya. Tapi karena hari ini aku sudah 4 kali mengocok, di WC sekolah, WC rumah dan terakhir di WC kantor 2 kali, aku agak susah keluar, aku lihat kepala kontolku sampai memerah, tapi tiba-tiba saja, “Brakk..” pintu terbuka dan menyembullah wajah yang ada dalam khayalanku, aku kaget setengah mati, begitu puladia sampai berteriak. Aku segera mencari celanaku, tapi sialnya karena pintu terbuka jelas aku tidak bisa mengambil celanaku yang berada di balik pintu kamar mandi.

“Maaf, Bu, saya lupa mengunci pintu,” aku segera minta maaf tanpa menghiraukan kontolku yang masih ereksi, “Eh.. tidak apa,” atasan-ku pun agak gugup dan kulihat pandangan matanya tertuju pada kontolku yang masih mengacung menunjuk langit-langit, dan tanpa disangka-sangka dia langsung masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya, “Ehh, Ibu mau ngapain?” aku masih kebingungan atas sikapnya. “Kamu tenang aja yah Wan,” kata atasan-ku.

Dia langsung menanggalkan seluruh pakaiannya dan telanjang bulat di depanku, aku pun mulai menyadari keinginannya, tapi aku masih takut karena dia adalah atasan-ku, untunglah dia dulu yang mulai. Aku yang masih mengenakan baju langsung dilepaskannya, dan atasan-ku langsung dengan liarnya menciumi seluruh tubuhku, tangannya langsung saja menggenggam kontolku dan menarik-nariknya dengan keras. Sungguh nikmatnya luar biasa. “Wan, kontol kamu gede, bikin Ibu puas yah!” aku pun tak bisa tinggal diam, seluruh imajinasiku yang kudapat dari buku stensilan kupraktekan. Aku mulai melumat bibir atasan-ku sambil tanganku bermain di keduapayudaranya yang membusung padat. Putingnya yang kecil dan kemerahan aku pilin-pilin, kadang aku usap perlahan. Bibir dan lidahku terus menjalar menelusuri leher dan melumat buah dadanya, atasan-ku hanya mengerang pelan. Rejeki ini benar-benar aku manfaatkan sebaik-baiknya untuk memuaskan imajinasiku, seluruh bagian tubuh atasan-ku tak ada yang luput dari jilatanku, mulai dari jari tangan, leher, buah dada, perut, pinggul, pantat, liang kemaluannya yang lebat sampai paha dan jari kakinya kujilat dan kucium.

Dan saat lidahku bermain di liang kemaluannya dia mengangkat sebelah kakinya ke bathup, dengan begitu aku semakin leluasa menyedot klitorisnya dan memasukkan lidahku ke dalam lubang kemaluannya, atasan-ku meremas-remas rambutku semakin kuat, sambil terus menjilat kedua tanganku, meremas dan memilin kedua puting buah dadanya, “Achh, Wang..” rambutku terasa mau tertarik dari akarnya saat atasan-ku melepas orgasmenya yang pertama. Aku tak begitu perduli, aku terus menciumi seluruh bagian tubuhnya, dan saat aku menciumi punggungnya, senjataku terasa nikmat terganjal di antara belahan pantatnya yang besar, tapi mungkin atasan-ku sudah naiklagi nafsunya. Dibimbingnya senjataku dari belakang, “Dorong, Wan!” aku langsung memajukan pinggulku dan senjataku terasa memasuki lorong hangat yang sempit, “Achh, enak Wan, terus yang dalam!” atasan-ku makin meracau, sementara aku sendiripun merasakan nikmat yang luarbiasa, jepitan liang kemaluannya terasa sekali meremas batang kemaluanku.

Perlahan aku gerakkan pinggulku maju-mundur, sementara tanganku tak tinggal diam meremas danmemilin buah dadanya, kian lama gerakanku semakin cepat. Seluruh urat syarafku terasa agak kaku dan aliran darahku semakin cepat. Aku mencoba mengeluarkan spermaku secepatnya, tapi mungkin akibat terlalu banyak onani aku malah susah keluar, sanpai atasan-ku orgasme 8 kali dan mengalami berbagai macam gaya barulah aku mulai merasakan spermaku sudah terasa di ujung kontolku,

“Bu.. saya mau keluar..”

“Sebentar, Wan, tahan!”

Dia lalu menggerakan pinggulnya ke depan sehingga kontolku tercopot, dia langsung mengocok batang kemaluanku dengan tangannya yang halus, sementara bibir dan lidahnya menggelitik ujung dadaku dengan rakusnya. Nafasku bagai terhenti saat dengan kuatnya dia melumat ujung dadaku dan mempercepat kocokan tangannya di batang kemaluanku. Akhirnya seluruh tubuhku bagai merindingdan bergetar saat spermaku terpancar dengan beberapa kali denyutan-denyutan kenikmatan di seluruh batang kemaluanku.

Kulihat atasan-ku tersenyum puas, “Wan, kamu termasuk hebat dalam urusan ini, besok-besok temanin Ibu lagi, yah!” aku hanya mengangguk, dan tanpa banyak kata-kata lagi atasan-ku langsung mengenakan pakaiannya kembali dan meninggalkanku sendirian di kamar mandi. Entah mimpi apa aku semalam dapat bercinta dengan atasan-ku, yang jelas sejak saat itu aku jadi tidak kekurangan uang. Sayang sekarang dia sudah keluar negeri mengikuti suaminya, kalau tidak pasti cerita dewasa ini masih berlangsung sampai saat ini! begitulah cerita seks si eksekusex si pinggul aduhay atasanku dikantor

1 comment - What do you think?
Posted by Hot & Panas - March 30, 2014 at 11:41 am

Categories: Uncategorized   Tags: , , , ,

cerita dewasa eksekusex si pinggul aduhay

cerita dewasa eksekusex si pinggul aduhay why judul cerita dewasa ini aneh banget ya sengaja saya memfokuskan salah satu bagian dari tubuh wanita ini, aku jadikan judul karena memang bagi sebagian kaum lelaki pinggul mempunyai daya tarik sendiri. Aku sendiri kalau melihat pinggul yang aduhay dengan pinggang kecil dan pantat yang bulat menantang langsung berimajinasi betapa nikmatnya jika pinggul dan pantatnya kuelus dan kuremas. Apa lagi jika buah dadanya besar kenyal dan putingnya masih kemerahan dan menunjuk ke depan (tidak ke bawah), wahh.. enaktenan.

Tapi di lingkungan sehari-hari sulit sekali menemukan tipe seperti yang aku sebutkan di atas, ada yang pinggulnya besar tapi pantatnya rata alias tepos, ada yang pantatnya bulat sekel tapi pinggangnya rata dengan pinggul, ada yang tidak berpinggang, tidak berpinggul dan tepos sekaligus dalam satu kesatuan.
Nah aku mau ceritakan pengalaman waktu SMP dikerjain putri tunggal atasan-ku yang pinggulnya sangat aduhay, dengan pantat yang bulat dan buah dada yang wah.
Awal mulanya ayahku memerlukan seorang tenaga dinas luar untuk bagian pemasangan iklan, tapi karena jam kerjanya tidak terlalu panjang usulan ayahku ditolak oleh atasannya jika harus memperkejakan orang khusus untuk bagian ini. Entah ide dari mana aku yang waktu itu masih SMP kelas 2 ditarik ayah untuk mengisi bagian tersebut, dengan jam kerja pukul 13:00 sampai dengan pukul 17:00, jelas aku bisa kerjakan setelah pulang sekolah.

Hari-hari pertama bekerja aku di-training ke perwakilan resmi harian ibukota yang kesemuanya bermarkas di jalan Gajah Mada Jakarta. Semua berita harian nasional aku sudah kenal, dan dari sekian banyak biro iklan yang ke sana, hanya akulah yang paling muda (KTP saja belum punya). Setiap selesai aku diwajibkan kembali balik ke kantorku yang di daerah Kota. atasan-ku sudah cukup umur, dan kalau hitungan teliti sekali, tapi lamanya minta ampun, biasanya menunggu atasan-ku menghitung, aku duduk-duduk di belakang ruangan kantor yang memang khusus tempat ngumpulnya para sales dari divisi lain. Dan di ruangan kantor depan hanya ada 4 orang, satu di antaranya adalah putri tunggal atasan-ku yang menjabat sebagai direktur operasional, orangnya putih bersih, tinggi sekali mungkin 180 cm-an, waktu itu kalau berdiri aku paling sepundaknya. Selalu mengenakan span pendek dengan stoking hitam. Pinggulnya ketika berjalan hampir dipastikan seluruh orang menengoknya. Pantatnya yang bulat dan dadanya yang membusung menambah daya tariknya sebagai wanita.

Sebenarnya putri atasan-ku ini pengantin baru, tapi entah kenapa malah tidak betah di rumah, kadang-kadang aku kalau lagi telat bisa sampai jam 19.00 malam dan dia masih ada di kantor. Menurut gosip yang beredar di kalangan sales (aku sering menguping). Suaminya impoten dan aku tahu bahwa pinggul, pantat dan buah dadanya bagus pun dari hasil nguping, karena waktu itu aku kurang mengerti masalah itu, yang jelas melihat paha sedikit saja, kemaluanku langsung berdiri dengan tegaknya, ditambah lagi aku sering baca buku porno, jelas hasilnya onani 3-5 kali per hari. Setiap ada kesempatan pasti aku langsung onani, kebanyakan di WC, terutama di WC kantor, pokoknya setiap ada kesempatan.

Aku sering sekali membayangkan putri atasan-ku ini ketika onani, terutama kalau di WC kantor. Sebenarnya aku sih tidak bodoh-bodoh amat dalam urusan itu, perjakaku pun sudah kulepas di lokasi WTS Kali Jodoh, tapi kan tidak mungkin aku ke situ setiap hari, dari mana uangnya?Padahal buat pertarungan, aku punya modal yang cukup. Aku pernah di WC sekolah dengan teman-teman mengukur besar batang kemaluan, dan ternyata aku jadi pemenang, baik dalam panjang maupun diameternya. Alhasil aku pun dijuluki di sekolah “konde” alias “kontol gede”. Nah waktu onani aku pun berkhayal begitu, aku bagai seorang pahlawan yang dapat memuaskan wanita-wanitateman onaniku dengan senjata kebanggaanku.

Tak terasa 3 bulan sudah aku bekerja, sampai pada suatu hari, karena ada iklan kolom yang jumlah uangnya besar dan pada teksnya terdapat kesalahan, aku harus menunggu sampai malam, dan sialnya hasil perbaikannya malah membuat salah jumlah giro yang aku bawa, untunglah bagian kasir masih berbaik hati dan menukarkannya dengan tanda terima sementara. Pukul 19:30 aku sampai di kantor, lampu sudah dimatikan semua, hanya pos satpam dan ruangan putri atasan-ku saja yang masih menyala, aku langsung ke ruangannya.

“Selamat malam Bu,” sapaku sopan.

“Malam, baru selesai Wan?”

“Yah Bu, tadi ada kesalahan, jadi harus menunggu.”

“Oh..”

“Sekarang saya mau hitungan dengan siapa, Bu?” tanyaku.

“Oh ya Mama sudah pulang, sini saya yang hitung!”

Aku meyerahkan semua bon kepadanya.

“Saya tunggu di luar, Bu,” aku pamitan.

“Silakan,” jawabnya singkat.

Aku menuju kantor belakang, ternyata tak ada seorangpun di sana, mungkin sudah terlalu malam. Aku segera ke kamar mandi dan mengkhayalkan making love dengan putri atasan-ku. Seiring dengan khayalanku yang semakin indah aku mulai melepas celanaku lalu mulai mengocok-ngocok kontolku dengan perlahan, busa sabun yang melumuri kontolku terasa nikmat sekali, gerakankusemakin cepat, dan mencoba mencapai puncak kenikmatan secepatnya. Tapi karena hari ini aku sudah 4 kali mengocok, di WC sekolah, WC rumah dan terakhir di WC kantor 2 kali, aku agak susah keluar, aku lihat kepala kontolku sampai memerah, tapi tiba-tiba saja, “Brakk..” pintu terbuka dan menyembullah wajah yang ada dalam khayalanku, aku kaget setengah mati, begitu puladia sampai berteriak. Aku segera mencari celanaku, tapi sialnya karena pintu terbuka jelas aku tidak bisa mengambil celanaku yang berada di balik pintu kamar mandi.

“Maaf, Bu, saya lupa mengunci pintu,” aku segera minta maaf tanpa menghiraukan kontolku yang masih ereksi, “Eh.. tidak apa,” atasan-ku pun agak gugup dan kulihat pandangan matanya tertuju pada kontolku yang masih mengacung menunjuk langit-langit, dan tanpa disangka-sangka dia langsung masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya, “Ehh, Ibu mau ngapain?” aku masih kebingungan atas sikapnya. “Kamu tenang aja yah Wan,” kata atasan-ku.

Dia langsung menanggalkan seluruh pakaiannya dan telanjang bulat di depanku, aku pun mulai menyadari keinginannya, tapi aku masih takut karena dia adalah atasan-ku, untunglah dia dulu yang mulai. Aku yang masih mengenakan baju langsung dilepaskannya, dan atasan-ku langsung dengan liarnya menciumi seluruh tubuhku, tangannya langsung saja menggenggam kontolku dan menarik-nariknya dengan keras. Sungguh nikmatnya luar biasa. “Wan, kontol kamu gede, bikin Ibu puas yah!” aku pun tak bisa tinggal diam, seluruh imajinasiku yang kudapat dari buku stensilan kupraktekan. Aku mulai melumat bibir atasan-ku sambil tanganku bermain di keduapayudaranya yang membusung padat. Putingnya yang kecil dan kemerahan aku pilin-pilin, kadang aku usap perlahan. Bibir dan lidahku terus menjalar menelusuri leher dan melumat buah dadanya, atasan-ku hanya mengerang pelan. Rejeki ini benar-benar aku manfaatkan sebaik-baiknya untuk memuaskan imajinasiku, seluruh bagian tubuh atasan-ku tak ada yang luput dari jilatanku, mulai dari jari tangan, leher, buah dada, perut, pinggul, pantat, liang kemaluannya yang lebat sampai paha dan jari kakinya kujilat dan kucium.

Dan saat lidahku bermain di liang kemaluannya dia mengangkat sebelah kakinya ke bathup, dengan begitu aku semakin leluasa menyedot klitorisnya dan memasukkan lidahku ke dalam lubang kemaluannya, atasan-ku meremas-remas rambutku semakin kuat, sambil terus menjilat kedua tanganku, meremas dan memilin kedua puting buah dadanya, “Achh, Wang..” rambutku terasa mau tertarik dari akarnya saat atasan-ku melepas orgasmenya yang pertama. Aku tak begitu perduli, aku terus menciumi seluruh bagian tubuhnya, dan saat aku menciumi punggungnya, senjataku terasa nikmat terganjal di antara belahan pantatnya yang besar, tapi mungkin atasan-ku sudah naiklagi nafsunya. Dibimbingnya senjataku dari belakang, “Dorong, Wan!” aku langsung memajukan pinggulku dan senjataku terasa memasuki lorong hangat yang sempit, “Achh, enak Wan, terus yang dalam!” atasan-ku makin meracau, sementara aku sendiripun merasakan nikmat yang luarbiasa, jepitan liang kemaluannya terasa sekali meremas batang kemaluanku.

Perlahan aku gerakkan pinggulku maju-mundur, sementara tanganku tak tinggal diam meremas danmemilin buah dadanya, kian lama gerakanku semakin cepat. Seluruh urat syarafku terasa agak kaku dan aliran darahku semakin cepat. Aku mencoba mengeluarkan spermaku secepatnya, tapi mungkin akibat terlalu banyak onani aku malah susah keluar, sanpai atasan-ku orgasme 8 kali dan mengalami berbagai macam gaya barulah aku mulai merasakan spermaku sudah terasa di ujung kontolku,

“Bu.. saya mau keluar..”

“Sebentar, Wan, tahan!”

Dia lalu menggerakan pinggulnya ke depan sehingga kontolku tercopot, dia langsung mengocok batang kemaluanku dengan tangannya yang halus, sementara bibir dan lidahnya menggelitik ujung dadaku dengan rakusnya. Nafasku bagai terhenti saat dengan kuatnya dia melumat ujung dadaku dan mempercepat kocokan tangannya di batang kemaluanku. Akhirnya seluruh tubuhku bagai merindingdan bergetar saat spermaku terpancar dengan beberapa kali denyutan-denyutan kenikmatan di seluruh batang kemaluanku.

Kulihat atasan-ku tersenyum puas, “Wan, kamu termasuk hebat dalam urusan ini, besok-besok temanin Ibu lagi, yah!” aku hanya mengangguk, dan tanpa banyak kata-kata lagi atasan-ku langsung mengenakan pakaiannya kembali dan meninggalkanku sendirian di kamar mandi. Entah mimpi apa aku semalam dapat bercinta dengan atasan-ku, yang jelas sejak saat itu aku jadi tidak kekurangan uang. Sayang sekarang dia sudah keluar negeri mengikuti suaminya, kalau tidak pasti cerita dewasa ini masih berlangsung sampai saat ini! begitulah cerita seks si eksekusex si pinggul aduhay atasanku dikantor

View full post on Blog Cerita Sex Cerita Dewasa 17 tahun seks

2 comments - What do you think?
Posted by Hot & Panas - January 27, 2014 at 11:41 am

Categories: Uncategorized   Tags: , , , ,

Ski, Snow & Sex, Mana yang kamu pilih.

Hobby favorite saya adalah main ski. Pertama kali saya tiba di Amerika, saya tidak sabar untuk belajar ski karena pada dasarnya saya suka sekali dengan tantangan. Nama saya Arthur, ini kisahku.

Read more…

Incoming search terms:

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Hot & Panas - September 20, 2011 at 11:03 am

Categories: Cerita Dewasa, Cerita Seks Affair, Cerita Seks Remaja, Cerita Seks Setengah Baya, Cerita seks umum   Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

cerita dewasa waktu kecil

cerita dewasa waktu kecil ini dimulai pada suatu hari berikut cerita dewasanya: Ohhh kamu ya Wir tante kira siapa siapa mari silahkan masuk. Tapi mulya ga ada. Barusan aja berangkat ke Surabaya ama Bapaknya” Sambut seorang wanita ketika membuka pintu rumahnya. Pagi itu setelah olah raga pagi. Iseng saja aku mampir ke rumah mulya, salah seorang temanku yang rumahnya juga tidak terlalu jauh dari rumahku. Hitung-hitung cari teman karena subuh tadi kedua orang tuaku juga ada acara ke Jakarta, seminggu malah. Acara kmulyar katanya. “Oo, mulya emang liburan di Surabaya ya tante?” tanyaku basa basi. Padahal kemarinnya juga aku tahu kalo temanku tu mau ke Surabaya menghabiskan liburan semesteran di sana. “Iya. Lho mulya nggak bilang ta?” jawab wanita itu. Aku hanya tersenyum. “Iya tante, aku cuman mau ngopy game di komputernya mulya, kalo boleh.” Jawabku mencari alasan. “Ooo, gitu ta.. itu lho kamu langsung aja ya, aku nggak tau” ujar wanita itu yang tidak lain adalah bu teguh, ibu salah seorang teman sekolahku. Aku segera masuk ke dalam rumah itu. Aku memang sudah hafal betul dengan rumah itu. Maklum aku sering bermain di sana. Segera aku menghidupkan komputer yang ada di ruang tengah. “Ta tinggal ke dapur ya” ujar bu teguh sambil berlalu. Kupandangi wanita itu berjalan sampai menghilang di balik pintu. Entah kenapa di usia yang masih sangat dini itu aku sudah menyukai lawan jenisku. Aku juga nggak tahu kenapa dadaku selalu berdegup kencang dan darahku seakan mengalir lebih cepat bila melihat wanita cantik. Dan yang lebih aneh lagi, kemaluanku sering kali menegang. Aku lebih suka dengan wanita yang usianya jauh di atasku bahkan tidak jarang ibu-ibu, mungkin karena tubuhnya sudah terbentuk lain dengan teman sebayaku. Nah, bu teguh ini termasuk salah satu favoritku. Wajahnya lumayan cantik. Kulitnya tidak putih tapi body nya amohay. Tidak langsing sih tapi juga tidak gemuk. Tapi yang menjadi perhatian adalah buah dada nya yang montok alias besar.

“Permisi” terdengar suara wanita dari pintu depan yang membangunkanku dari lamunan. Tak lama kemudian bu teguh keluar dan menemui temannya di ruang tamu. Tampaknya mereka bertengkar. Tamu yang ku ketahui namanya bu Sri terlihat marah-marah ke bu teguh. Aku sendiri berusaha tidak mendengarkan sambil sibuk mengutak-atik komputer. Tak lama kemudian bu Sri terlihat pulang tetapi masih dengan marah-marah. Bu teguh hanya terus meminta maaf kepadanya. Merasa nggak enak aku ingin segera pamit. Setelah mengantar bi Sri keluar, bu teguh duduk di sofa tengah sambil menghela nafas panjang. Tanpa kuminta, wanita itu menceritakan kalau ia terbelit hutang pada bu Sri untuk membeli perhiasan. Awalnya sih cuman 400ribu, tapi sekarang malah jadi sejuta lebih, gerutunya. “Mungkin, pak teguh harus tau. Tapi dia pasti marah besar” gumam bu teguh. “Eh, maaf ya, malah cerita ke kamu Wir.. sudah game nya?” sik ya ta buatin minum. Aku hanya diam melihatnya berlalu. Kasihan juga wanita ini. Salahnya juga membeli barang ke rentenir. Tapi aku meraa sangat iba kepadanya, aku ingin sekali membantunya.tapi gimana caranya? Kulihat secarik kartu nama di atas sofa. Di sana tertera nama Bu Sriyatun, yang pasti wanita itu tadi. Lengkap dengan alamat dan nomor teleponya. Tak lama kemudian wanita itu muncul membawa segelas the hangat.

Setelah minum teh, aku segera pamit. Entah kesambet darimana, aku akhirnya menuju alamat bu Sri yang sebelumnya mampir ke ATM untuk mengambil uang. Aku mengaku keponakan bu teguh dan segera membayar semua hutangnya pada bu Sri itu. Jumlahnya lumayan, total Rp. 1.400.000,-. Untung aja uangku cukup. Setelah itu aku langsung pulang, kuitansi pembayaran kata bu Sri akan dikirim ke rumah bu teguh.Sore sekitar pukul setengah empat, aku terbangun oleh suara telepon rumah yang berdering. “Halo, bu Edy ada?” tanya suara itu. Aku menjelaskan kalau orang tua ku sedang ke Jakarta. “Dari siapa? Tanyaku balik. “Ini Wira ya? Ini bu teguh, mama mu nggak ada ya?” tanya lagi. Aku juga heran kenapa wanita itu yang notabene juga terhitung tetangga langsung menutup teleponnya.

Beberapa saat kemudian bel rumah yang berbunyi. Ternyata bu teguh yang datang. “Kamu sendirian di rumah? Tanya wanita itu langsung masuk tanpa kusuruh. “Iya, papa mama ke jakarta, kebetulan bi Inah juga mudik” jawabku sambil duduk. “Eh, kamu ta tadi yang ke bu Sri? Tanya wanita itu sembari duduk di sebelahku. Aku mengangguk menahan kaget karena dia langsung duduk di sampingku. “Trus kalo mamamu tau” tanyanya. Aku menjelaskan padanya kalo mamaku juga nggak tau kalo aku punya tabungan itu, jadi aman. Wanita itu sangat berterima kasih padaku dan berjanji kalo punya uang, ia akan membayarnya. Kemudian ia pamit pulang. “Eh, ntar malem kamu nginep di rumah aja wir” ujar bu teguh sebelum keluar dari pintu. “Di rumah juga sepi, pak teguh baru pulang dua hari lagi. Gimana?” tanyanya. Aku bingung mau menjawab. “Gini wis, nek iya nanti kamu telp aku dulu ya!” ujarnya. “Enak-enak, kalo nginep dirumah” ujarnya kemudian pulang.

Waktu baru menunjukkan jam 7 malam, aku cukup merinding di rumah sendirian. Akhirnya ku pertimbangkan ide untuk tidur di rumah bu teguh walaupun sebenarnya aku malu. “Halo” Eh, maaf bu, ini Wir, eee… anu bu.. saya” ujarku terputus-putus. Wanita itu menyambut baik. Malahan ia menyuruhku untuk lewat pintu samping belakang soalnya pintu ama pagar depan rumahnya sudah terlanjur dia kunci. Setelah kukunci semua pintu, aku melangkah menuju rumah wanita itu. Dengan ragu kuketuk pintu yang ada di samping belakang rumah itu. “Kamu wir??” terdengar suara dari balik pintu sebelum pintu itu terbuka. Aku segera masuk ke rumah tersebut. Ternyata ia sudah menyiapkan makan malam untukku. “Maem yang banyak ya, aku mau melanjutkan nata lemari” ujarnya sembari menuju masuk kamarnya. Setelah menghabiskan makanku aku segera menuju ruang tengah dan menyalakan TV. Tak lama kemudian bu teguh muncul dan duduk di sebelahku. “Akhirnya selesai juga” gumamnya seraya mengusap keringat di kepalanya. “Wuh, sumuk pol! Ganti baju dulu ae” ujarnya sendiri lalu melangkah masuk ke kamarnya.

Beberapa saat kemudian ia muncul dengan mengenakan daster tanpa lengan berwarna merah marun dan kembali duduk di sofa panjang tempat aku duduk. Ia lalu mengikat rambutnya yang sebahu dengan karet. Tanpa sengaja aku melihat gerak gerik wanita itu. “Heh, liatin apa!” hardik bu teguh yang mengagetkanku. “Eh, anu.. eh.. ketiaknya bu teguh kok banyak bulunya” jawabku seadanya. “He, iya. Belum dicukur he.. ya iya lah.. nanti kamu juga gitu, kalo udah dewasa” jelasnya. Aku hanya mengangguk. “Eh kamu udah sunat wir?” tanyanya. Aku menggeleng. “Iya nanti, kalo kamu udah sunat, trus kamu mimpi basah, itu berarti kamu dah gede” ujarnya. “Mimpi basah??” gumamku. Beberapa bulan terakhir ini sebenarnya ada kejadian aneh pada diriku. Aku sepertinya mengompol tapi yang kukeluarkan bukanlah air kencing seperti biasanya, tapi sesuatu yang lengket dan berbau aneh. Warnanya putih seperti bubur kanji. Karena takut, aku tidak menceritakannya pada orang lain.

“Iya mimpi basah wir, kayak ngompol tapi bukan ngompol, emang kamu pernah ta? Tanyanya sembari menoleh kepadaku. Aku menggeleng. “Nggak pernah bu” jawabku berbohong. “Iya pun ga papa wir, itu normal kok. Semua laki-laki akan gitu, tapi iya sih kamu kan belum sunat” ujarnya.”kalo bukan pipis, apa yang keluar? Tanyaku pelan memberanikan diri karena aku juga penasaran. Wanita itu tersenyum. “Yang keluar air mani wir. Nah, air mani itu mengandung sperma” jelasnya. “Air mani??” gumamku. “Iya air mani, eh kamu dah pernah paling..kok nanya-nanya” tanyanya balik. “Enggak kok bu, nggak” jawabku cepat. “G usah bohong..” ga papa kok, ga usah malu” timpalnya. “Sebenarnya iya sih, tapi saya takut” jawabku pelan dengan kepala tertunduk. “Nggak perlu takut wir, iu wajar kok. Tu berarti kamu dah dewasa wir” katanya sambil tangannya mencubit hidungku ringan. “Dewasa??” gumamku pelan. “Iya dewasa wir” timpal bu teguh. Kemudian wanita itu memandangiku dan sesaat kemudian terlihat senyuman tersungging di bibirnya. Aku tidak mengerti apa maksudnya. Kemudian ia duduk tepat di sebelahku bahkan berdempetan denganku.

Bu teguh lalu memegang tanganku dan dibelainya. “Makasih ya wir, kamu baik sekali ama aku” gumamnya. Wanita itu mengingatkanku tentang pembayaran hutangnya tadi siang. Entah apa yang kurasakan saat itu. Yang jelas sentuhan tangannya membuat darah di tubuhku mengalir lebih cepat dan seakan-akan mengumpul di kemaluanku yang langsung menegang. Nafsuku semakin menggelora apalagi ketika wanita itu mencium tanganku dan mengelus-eluskannya ke pipinya yang terasa lembut. Hasratku semakin menjadi-jadi seakan tak peduli kalau wanita itu adalah ibu dari temanku. Entah setan mana yang merasukiku, spontan saja aku mencium pipi kiri wanita itu. Wanita itu terhenyak dan langsung menoleh ke arahku dengan pandangan yang tajam. Melihat reaksinya aku langsung takut dan merasa sangat bersalah. “Ma.. ma..af bu” gumamku pelan sambil menundukkan wajahku. Kemudian bu teguh menyentuh daguku dan mengangkatnya seakan ia ingin aku melihatnya. Kulihat wajah wanita itu tersenyum yang sangat melegakan hatiku sebagai tanda kalau ia tidak marah dengan perbuatan nekadku tadi. “Eh yang kanan belum wir” ujarnya sambil seperti menyodorkan pipi kanannya. Aku hanya diam karena takut. “Lho kok malah takut?? Tadi kamu malah curi-curi ngesun, sekarang dikasih malah ga mau?!” ujarnya lagi. “Hayo mau apa nggak, ntar malah aku nggak mau lho??” tanyanya setengah menggoda. “Mau, aku spontan menjawab dan langsung mencium pipi kanan wanita itu. “Nah gitu dong..itu namanya dah gede! kamu suka wir??” Tanya bu teguh. Aku mengangguk pasti. Tanganku segera membetulkan posisi kontolku yang langsung berdiri mengeras setelah tadi mengecil ketika takut kalau-kalau wanita itu marah padaku. Kedua mata bu teguh menangkap basah gerakan tanganku. “eeee… kontolmu berdiri ya???” Tanya wanita itu sambil mencubit hidungku. Aku menggeleng berbohong tapi wanita itu sepertinya tidak percaya, terlihat dari senyumannya. “Kamu dah sering onani ya?” tanya bu teguh kemudian. “onani???” apaan tuh?? Pikirku. Aku hanya menggeleng. “Ah masak… nggak usah bohong deh…” kejar wanita itu sambil mencubitku. Kini perutku yang jadi sasaran. “Onani itu apa bu? Tanyaku balik. “Trus kalo kontolmu berdiri kayak gitu kamu ngapain?” lanjutnya. Aku hanya menggelengkan kepalaku menjawab pertanyaan wanita itu. Sejenak ia terdiam.

“wir, aku punya sesuatu buat kamu tapi kamu harus janji tidak menceritakannya pada siapapun juga. Bisa wir??” tanya bu teguh sambil menatapku yang tidak mengerti apa maksud perkataannya. “Janji ya wir???!” ujarnya lagi. Aku hanya mengangguk tanpa mengerti maksudnya. Lalu wanita itu berdiri tepat di depanku. Dengan sigap ia melepas daster yang dikenakannya. Aku terkejut sekali melihat pemandangan yang baru pertama kali itu kulihat dalam hidupku. Wanita itu berdiri di depanku dengan hanya mengenakan BH dan CD saja. Belum aku menenangkan diri, wanita itu kemudian melepas BH yang dipakainya dan tersembulah buah dada wanita itu yang lumayan besar meski sudah agak turun. Tidak hanya itu, wanita itu lalu melorotkan celana dalam yang dipakainya sehingga ia benar-benar telanjang bulat di hadapanku. Pandanganku tertuju pada bagian bawah perutnya yang ditumbuhi bulu yang lumayan banyak. Sesaat wanita itu sibuk merapikan rmbutnya dan mengikatnya dengan karet.Lalu bu teguh menghampiriku dan mengulurkan tangannya seakan menyuruhku untuk berdiri. Ia langsung berusaha melepas celana pendek yang aku pakai.

Anehnya aku hanya diam saja waktu ia melorotkan celanaku sehingga kemaluanku yang waktu itu tidak begitu besar langsung tersembul keluar, berdiri tegak lengkap dengan kulupnya. Maklum kala itu aku masih belum sunat. Tanpa banyak bicara wanita itu lalu menarik kulup t*t*tku sehingga bagian dalam kepalanya yang berwarna kemerahan tersembul keluar. Aku seperti terhipnotis ketika bu teguh langsung menjilati lat pipisku yang sangat keras itu. Terasa sangat geli dan enak. Nafasku mulai memburu. Apalagi ketika ketika mulut wanita itu mengulum kepala kontolku dan memainkannya dengan lidahnya. Aku sangat menikmati permainannya. Beberapa saat kemudian wanita itu bangkit. “ayo gentian” gumamnya kemudian duduk di sofa. Kedua kakinya dibuka sehingga pangkal pahanya terlihat jelas. Itu pertama kalinya aku melihat bagian paling sensitive dari seorang wanita yang usianya jauh di atasku. “Ayo dong wir, jangan diliatin aja” perintah wanita itu. Aku langsung mendekatkan wajahku kea rah nagian kewanitaannya dan menciumnya. Baunya khas sekali dan sangat merangsang.

Bentiknya juga indah sekali seperti lipatan-lipatan daging. Aku semakin bernafsu menjilatinya. Kurasakan semakin lama memek wanita itu semakin basah oleh lender. Nafas wanita itu mulai ngos-ngosan. Mulutnya mendasis dan meracau seperti orang kepedesan. Sesekali tangannya mengusap-usap kepalaku. Entah insting dari mana, aku ingin sekali memasukkan kontolku ke dalam lubang itu. Aku lalu berdiri dan mengarahkan kontolku ke memeknya. “Iya wir, ayo masukin” gumam wanita itu sambil meraih batang kemaluanku dan dirahkannya dengan tepat. “dorong wir” gumamnya. Dan dengan sekali dorong , “bleshh” batang kemaluanku terbenam dalam liang memek bu teguh. Aku rasakan kemaluanku bagai dihimpit sesuatu yang hangat, basah dan berdenyut. Sensasi yang luar biasa. Sadar dengan aku yang masih belum tau apa-apa. Wanita itu mulai menggoyangkan pinggulnya yang terasa semakin nikmat. Aku makin mengerti. Pelan aku mengimbangi gerakannya dengan menggoyangkan pinggulku maju mundur yang makin lama semakin cepat. “Iya wir gitu… sssttsss… ayo dre… ohhh” mulut bu teguh semakin meracau. Ia kemudian hanya diam seperti menikmati kontolku yang mengocok-ngocok kemaluannya.

Gerakanku makin cepat. Tapi belum 1 menit aku merasa ingin pipis. Kucoba kutahan tetapi aku tak kuasa. Takut akan kenapa-kenapa segera kutarik keluar t*t*tku ketika semuanya seperti mengumpul di kepala kontolku. Secara reflek ku pegang kemaluanku sendiri dan tidak mengarahkannya ke wanita itu. akhirnya…ooooohhhhh “cret… cret… crettt… crettt…” kontolku menyemburkan cairan banyak sekali diiringi dengan kenikmatan tiada tara. Aku sampai merem melek karenanya. Wanita itu bangkit dan meraih kontolku dan mengocoknya. “enak wir??” Tanya wanita itu dengan suara parau. Aku mengangguk sambil menikmati sisa-sisa kenikmatanku. Tubuhku terasa lemas sekali. Seluruh tenagaku seperti habis terkuras. “Kok dikeluarkan di luar sih? Di dalem kan enak” gumam bu teguh lagi. Ia lalu menjelaskan bahwa yang kualami tadi adalah klimaks, dan yang ku keluarkan adalah air mani yang di dalamnya terkandung spermaku. Kulihat air maniku berceceran banyak sekali di lantai dan sofa rumah itu. Putih kental seperti yang kukeluarkan pada waktu mimpi basah.

“Tante juga enak??” tanyaku akhirnya bersuara. “iya enak tapi aku belum keluar kamu dah keluar dulu, ga jadi deh” jawab wanita itu. “eh habis ini lagi ya?! Aku juga pengen kluar” ajaknya sambil membersihkan cairan spermaku dengan dasternya. Kemudian ia mengajakku ke dalam kamar. Kami melakukannya lagi. Ia juga mengajariku berbagai macam gaya bercinta dan cara menahan klimaksku. Hamper 1 jam aku dan wanita itu saling memacu birahi dalam permainan yang penuh kenikmatan. Tak peduli keringat dan tenaga yang keluar, yang penting nikmat. Di permainan yang kedua aku juga beberapa kali berhasil membuat wanita itu mencapai puncak kenikmatannya. Sampai akhirnya kemaluanku memuntahkan air maniku untuk kedua kalinya. Tapi kali ini di dalam lubang memek wanita itu yang rasanya jauh lebih enak daripada yang pertama tadi. Lalu kami berdua tidur kelelahan.hehehe cerita dewasa waktu kecil ini akan berlanjut ke cerita dewasa setelah dewasa part 2 jadi selalu setia di blog cerita dewasa ini

View full post on Blog Cerita Sex Cerita Dewasa 17 tahun seks

Incoming search terms:

10 comments - What do you think?
Posted by Hot & Panas - May 28, 2010 at 4:00 pm

Categories: Uncategorized   Tags: , , ,

Pinggul yang Sexy.

Sengaja salah satu bagian dari tubuh wanita ini, aku jadikan judul karena memang bagi sebagian kaum lelaki, pinggul mempunyai daya tarik sendiri. Aku sendiri kalau melihat pinggul yang bahenol dengan pinggang kecil dan pantat yang bulat menantang langsung berimajinasi betapa nikmatnya jika pinggul dan pantatnya kuelus dan kuremas. Apa lagi jika buah dadanya besar kenyal dan putingnya masih kemerahan dan menunjuk ke depan (tidak ke bawah), wahh.. enaktenan.

Read more…

Incoming search terms:

1 comment - What do you think?
Posted by Hot & Panas - March 3, 2009 at 4:50 pm

Categories: Cerita Dewasa, Cerita Seks Affair, Cerita Seks Gigolo, Cerita Seks Remaja, Cerita Seks Setengah Baya, Cerita seks umum   Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Rini yang HOT.

Aku termasuk pria yang paling suka dengan wanita yang lebih tua dariku. Itu mulai dari umurku yang ke-30, sekarang umurku sudah mencapai 37. Memang tidak semua wanita yang lebih tua termasuk kesukaanku. Karena aku paling senang melihat yang terutama kulitnya berwarna kuning langsat. Apalagi ibu-ibu yang kerut mukanya tidak kalah dengan anak perawan saat ini. Ada kemungkinan biasanya mereka paling teratur merawat badan mulai dari minum jamu hingga luluran.

Read more…

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Hot & Panas - February 28, 2014 at 11:48 am

Categories: Cerita Seks Affair, Cerita Seks Remaja, Cerita Seks Setengah Baya, Cerita seks umum   Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,